Jumat, 27 Maret 2015

Inilah Kisah Bencana dalam Alquran

Kamis, 27 Desember 2012 08:58

Inilah Kisah Bencana dalam Alquran
Ustad Muliadi (kanan) dengan latar belakang spanduk bertuliskan nama-nama jurnalis yang menjadi korban tsunami 26 Desember 2004 itu memberikan tausyiah di hadapan belasan wartawan saat mengenang sewindu tsunami Aceh di Banda Aceh, Rabu (26/12). Tsunami Aceh juga mengakibatkan 27 wartawan/wartawati berbagai media menjadi korban tewas dan hilang sejak delapan tahun lalu. ANTARA/Azhari

BANDA ACEH - Gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004, diklaim sebagai salah satu peristiwa paling besar dalam sejarah manusia modern. Namun, jika dibandingkan dengan bencana yang menimpa umat terdahulu, tsunami di Aceh yang merenggut lebih dari 200 ribu jiwa delapan tahun lalu, hanya contoh kecil dari sejarah bencana yang menimpa dunia.

“Cukup banyak ayat Alquran menceritakan bagaimana bencana memusnahkan suatu kaum. Kisah bencana berulangkali disebutkan menimpa kaum terdahulu dengan berbagai jenis dan sebabnya. Ayat tentang ,” ungkap Tgk Mulyadi Nurdin Lc MH, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Banda Aceh, dalam tausiyahnya pada “Refleksi dan Doa Bersama Mengenang 8 Tsunami Aceh,” di Rumoh Aceh Kopi Luwak, Jeulingke, Banda Aceh, Rabu (26/12).

Acara tersebut dilaksanakan oleh Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), dihadiri puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik. Turut hadir perwakilan Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA) dan ormas Islam lainnya.

Dalam tausiyahnya, Tgk Mulyadi menyebutkan, berdasarkan kisah dalam Alquran, bencana yang menimpa umat terdahulu juga tidak hanya menimpa orang kafir, tapi juga orang beriman. “Bagi para Rasul dan orang-orang beriman, bencana ini merupakan ujian terhadap keimanan dan kesabaran mereka. Sementara bagi orang kafir, ini merupakan hukuman atas keingkaran mereka,” ujar Pimpinan Dayah Baitul Arqam Sibreh, Aceh Besar.

Ia memaparkan, secara berkala bencana-bencana itu datang menimpa umat manusia sejak Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad Saw. “Pengulangan itu menuntut umat manusia untuk waspada dan siaga, serta melakukan introspeksi diri terkait bencana yang menimpa, apakah karena keingkaran atau sebagai ujian untuk meningkatkan derajat keimanan,” ujarnya.

“Untuk mengkaji jenis-jenis bencana yang pernah menimpa kaum terdahulu bisa dibaca dalam surat Az-Zariyat, khususnya mulai ayat 31 sampai ayat 46, yang menceritakan secara runut tentang bencana yang menimpa kaum lima nabi terdahulu,” imbuhnya. Kelima kaum nabi tersebut yaitu, kaum Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Shaleh, dan Nabi Luth.(nal/saf)

Dari Kaum Nuh hingga Fir’aun
SECARA ringkas, Tgk Mulyadi menceritakan bagaimana umat Nabi Nuh ditenggalamkan dengan air bah yang berasal dari bumi dan langit. Atas pengalaman ini, kaum ‘Ad (umat Nabi Hud) yang hidup setelahnya, mempersiapkan diri untuk mengantisipasi (mitigasi) bencana air bah dengan membangun rumah di tempat tinggi. “Namun kaum ‘Ad karena keingkarannya dibinasakan dengan angin topan yang menyapu bersih semua tempat tinggal dan negeri mereka,” ujarnya.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas