Jumat, 22 Mei 2015

Tunggu Alia di Surga Ya Ma

Kamis, 27 Desember 2012 09:26

Tunggu Alia di Surga Ya Ma
SERAMBI/M ANSHAR
Siti Alya Humaira (9), bersama neneknya Cut Rosmala Dewi (kiri) berdoa dalam peringatan delapan tahun tsunami di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Rabu (26/12/2012). Saat tsunami menerjang Aceh 26 Desember 2004 lalu, Alya yang masih berumur sekitar satu tahun tersebut kehilangan ibu dan bapaknya dan dua kakaknya.

“Pada saat tsunami umurnya baru satu tahun,” kisah Cut Rosmala Dewi (67) tentang hidup Alia. Kemarin, Alia bersama neneknya, Rosmala turut hadir di acara Renungan Delapan Tahun Musibah Gempa Bumi dan Gelombang Tsunami di Kompleks Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar. Alia merupakan yatim piatu tsunami yang meluluhlantakkan Aceh pada 26 Desember 2004 silam. Saat itu Alia selamat karena berada bersama neneknya di Medan. Sebab ibunya, Ika Fitriani Siregar ketika itu ingin melanjutkan kuliah S2 di Unsyiah. Sedangkan ibun dan ayahnya Mirza Amir Husin bersama dua kakak Alia tinggal  di Perumnas Cadek Permai, Aceh Besar. Semua mereka meninggal.

Rosmala bercerita beberapa hari sebelum Alia berulang tahun pada 30 Desember, Ibunya sudah memesan tiket pesawat ke Medan untuk merayakan ulang tahunnya. Namun rencana itu lenyap, karena bencana tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember.

Alia kini menjalani hari-harinya bersama Sang Nenek. Ia tumbuh sebagai anak yang tegar dan berprestasi. “Selalu main laptop. Makanya dia sudah pakai kaca mata sekarang,” katanya.

Rosmala menyekolahkan Alia di SD Panca Budi. Sekarang Alia duduk di kelas empat. Aliya mendapat ranking 10 besar di sekolah dua bahasa (Bilingual School) itu.  

“Neneknya menyekolahkan Alia ke tempat yang bagus,” kata bibi Alia, Samidan. Pendapatan sehari-hari neneknya bergantung pada hasil sewa kos-kosan di Medan. Mereka tinggal di Jl Kapten Muslim No 45 A, Sungai Sikambing.

“Nenek berharap diberikan umur panjang dan kesehatan. Biar nenek bisa jaga dia. Namun semuanya berpulang kepada Yang Maha Kuasa,” ucap Rosmala.

Rosmala melanjutkan, ”Saya paksakan untuk bisa datang tiap tahunnya. Karena Alia memang selalu ingin ke Aceh tiap menjelang tsunami. Kalau tidak, dia tidak tenang,” ucapnya.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas