A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Gubernur Minta Nasaruddin Lakukan Rekonsiliasi - Serambi Indonesia
Sabtu, 22 November 2014
Serambi Indonesia

Gubernur Minta Nasaruddin Lakukan Rekonsiliasi

Jumat, 28 Desember 2012 10:48 WIB

Gubernur Minta Nasaruddin Lakukan Rekonsiliasi
SERAMBI/BUDI FATRIA
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyematkan tanda jabatan kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin (kiri) dan Drs Khairul Asmara yang dilantik di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis (27/12).
*  930 Aparat Amankan Pelantikan
*  Hari Ini, Bupati Tamiang Dilantik


BANDA ACEH - Atas nama Presiden Republik Indonesia, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah melantik Ir H Nasaruddin MM dan Drs H Khairul Asmara MM masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah periode 2012-2017 di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis (27/12) sore. Gubernur meminta Nasaruddin melakukan rekonsiliasi di kabupaten yang dipimpinnya.

Meski bukan dilaksanakan di Takengon, ibu kota Aceh Tengah, pelantikan dan pengambilan sumpah bupati dan wakilnya itu tetap berlangsung dalam forum yang dinamakan Sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Tengah.

Untuk mengamankan pelantikan, 930 aparat dikerahkan. Terdiri atas 730 polisi, 100 TNI, ditambah 100 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dihadirkan juga satu tim penjinak bom lengkap dengan mobilnya, satu mobil water canon, dua panser, dan 10 truk reo.

Setidaknya ada tiga kali pemeriksaan yang dilakukan petugas saat hendak memasuki lokasi pelantikan. Termasuk pemeriksaan menggunakan detektor logam (metal detector) di pintu kedua hendak menaiki lantai II gedung tersebut.

Menurut panitia pelantikan, hal itu dilakukan demi kenyamanan di dalam ruang pelantikan, karena sebelumnya ada dugaan akan ada pihak yang berunjuk rasa memprotes dan mengganggu jalannya proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah itu.

Pelantikan itu dipimpin Ketua DPRK Aceh Tenggah, Zulkarnain SE. Dari 30 anggota dewan, enam orang tidak hadir, yakni Muhammad Ridwan, Hasbullah, Umar, M Nazar, Musa AB, dan Arianto Gunawan.

Ketidakhadiran enam anggota DPRK Aceh Tengah itu, tidak menghambat sidang paripurna. Setelah Ketua DPRK Aceh Tengah membuka sidang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pelantikan bupati terpilih Nasaruddin dan wakil bupati terpilih Khairul Asmara oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah.

Prosesi pengambilan sumpah dan penandatangan pakta integritas maupun penyerahan dokumen serah terima jabatan dari Pj Bupati Aceh Tengah, Ir Mohd Tanwier kepada bupati terpilih Nasaruddin, hanya berlangsung sekitar 30 menit.

Kemudian gubernur menyematkan tanda pangkat dan jabatan kepada Nasaruddin dan Khairul Asmara.  Dalam pidatonya, Gubernur Zaini meminta Nasaruddin dan Khairul yang sudah dilantik untuk melakukan rekonsiliasi secepatnya dengan seluruh elemen masyarakat Aceh Tengah.

Kemudian, gubernur berharap Nasaruddin dan Kahirul Asmara harus tetap kompak, jangan sampai retak sampai di pengujung masa jabatan. Harus pula mampu menyatukan semangat dan kebersamaan membangun daerah demi melaksanakan amanah rakyat.

Pengalaman lima tahun pertama Nasaruddin memimpin Aceh Tengah, menurut Gubernur Zaini, harus dijadikan pengalaman untuk bekerja lebih baik lagi dalam mewujudkan visi dan misinya.

Aceh Tengah, sebagai produsen kopi, sayur, dan buah-buahan, diminta Gubernur agar ditingkatkan lagi produksi dan kualitasnya, untuk mengatrol pertumbuhan ekonomi daerah dari 4,95 menjadi 6-6,5 persen lima tahun ke depan. Potensi daerah wisata Laut Tawar juga diminta gubernur agar terus dikembangkan.

Di akhir pidatonya, Gubernur Zaini mengucapkan terima kasih kepada Pj Bupati Aceh Tengah, Ir Mohd Tanwier yang telah melaksanakan tugasnya hingga dilantiknya bupati baru. “Mari kita bersatu padu membangun daerah ini dan berikan kesempatan serta dukung kepada bupati yang menang untuk mewujudkan visi dan misinya,” ujar Gubernur Zaini. Seruan yang sama juga disampaikan Ketua DPRK Aceh Tengah, Zulkarnain SE.

Usai pelantikan bupati, dilanjutkan dengan pelantikan dan serah terima Pengurus PKK Kabupaten Aceh Tengah di tempat yang sama.

Terhadap kondisi itu, seorang anggota DPRK Aceh Tengah, Bardan Sahidi berkomentar singkat, “Dua periode duduk di legislatif, ini pengalaman pertama bagi saya bersidang di luar gedung DPRK. Mungkin ini yang pertama di Aceh.”

Dia ingatkan bahwa tugas bagi bupati dan wakil bupati yang baru dilantik sudah menunggu. Di antaranya harus segera menyampaikan RPJM 2012-2017. Selain itu, RAPBK 2013 sampai saat ini KUA PPAS-nya juga belum disampaikan ke dewan. “Saatnya bangkit bersama menata dan membangun Tanah Gayo,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, A Hamid Zein mengatakan, setelah melantik Bupati Aceh Tengah kemarin, Gubernur Zaini Abdullah pada hari ini, Jumat (28/12) pukul 14.00 WIB akan melantik bupati/wakil bupati terpilih Aceh Tamiang, H Hamdan Sati ST dan Drs Iskandar Zulkarnain MAP dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan di Gedung DPRK Aceh Tamiang.

Gubernur bersama anggota Muspida Aceh dan rombongan Jumat pagi terbang ke Polonia, Medan. Dari Medan menuju Kuala Simpang naik mobil. “Kita harapkan dalam perjalanan ke Kuala Simpang tidak ada gangguan, supaya pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang bisa dilaksanakan tepat waktu,” ujar Hamid Zein. (her/sup)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas