Gubernur Minta Nasaruddin Lakukan Rekonsiliasi

Atas nama Presiden Republik Indonesia, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah melantik Ir H Nasaruddin MM dan Drs H Khairul Asmara MM

Gubernur Minta Nasaruddin Lakukan Rekonsiliasi
SERAMBI/BUDI FATRIA
Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah menyematkan tanda jabatan kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin (kiri) dan Drs Khairul Asmara yang dilantik di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis (27/12).

BANDA ACEH - Atas nama Presiden Republik Indonesia, Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah melantik Ir H Nasaruddin MM dan Drs H Khairul Asmara MM masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah periode 2012-2017 di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Kamis (27/12) sore. Gubernur meminta Nasaruddin melakukan rekonsiliasi di kabupaten yang dipimpinnya.

Meski bukan dilaksanakan di Takengon, ibu kota Aceh Tengah, pelantikan dan pengambilan sumpah bupati dan wakilnya itu tetap berlangsung dalam forum yang dinamakan Sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Tengah.

Untuk mengamankan pelantikan, 930 aparat dikerahkan. Terdiri atas 730 polisi, 100 TNI, ditambah 100 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dihadirkan juga satu tim penjinak bom lengkap dengan mobilnya, satu mobil water canon, dua panser, dan 10 truk reo.

Setidaknya ada tiga kali pemeriksaan yang dilakukan petugas saat hendak memasuki lokasi pelantikan. Termasuk pemeriksaan menggunakan detektor logam (metal detector) di pintu kedua hendak menaiki lantai II gedung tersebut.

Menurut panitia pelantikan, hal itu dilakukan demi kenyamanan di dalam ruang pelantikan, karena sebelumnya ada dugaan akan ada pihak yang berunjuk rasa memprotes dan mengganggu jalannya proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah itu.

Pelantikan itu dipimpin Ketua DPRK Aceh Tenggah, Zulkarnain SE. Dari 30 anggota dewan, enam orang tidak hadir, yakni Muhammad Ridwan, Hasbullah, Umar, M Nazar, Musa AB, dan Arianto Gunawan.

Ketidakhadiran enam anggota DPRK Aceh Tengah itu, tidak menghambat sidang paripurna. Setelah Ketua DPRK Aceh Tengah membuka sidang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pelantikan bupati terpilih Nasaruddin dan wakil bupati terpilih Khairul Asmara oleh Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah.

Prosesi pengambilan sumpah dan penandatangan pakta integritas maupun penyerahan dokumen serah terima jabatan dari Pj Bupati Aceh Tengah, Ir Mohd Tanwier kepada bupati terpilih Nasaruddin, hanya berlangsung sekitar 30 menit.

Kemudian gubernur menyematkan tanda pangkat dan jabatan kepada Nasaruddin dan Khairul Asmara.  Dalam pidatonya, Gubernur Zaini meminta Nasaruddin dan Khairul yang sudah dilantik untuk melakukan rekonsiliasi secepatnya dengan seluruh elemen masyarakat Aceh Tengah.

Kemudian, gubernur berharap Nasaruddin dan Kahirul Asmara harus tetap kompak, jangan sampai retak sampai di pengujung masa jabatan. Harus pula mampu menyatukan semangat dan kebersamaan membangun daerah demi melaksanakan amanah rakyat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: bakri
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help