Sabtu, 4 Juli 2015

Honorer Abdya dan Aceh Selatan Datangi DPRK

Sabtu, 29 Desember 2012 12:11

Honorer Abdya dan Aceh Selatan Datangi DPRK
SERAMBI/TAUFIK ZASS
Sebanyak 64 tenaga honorer katagori satu (K-1) yang namannya tidak keluar dalam pengumuman kelulusan CPNS, Jumat (28/12) mendatangi Gedung DPRK Aceh Selatan. Mereka meminta BKPP setempat tidak memproses dulu hasil pengumuman tersebut sebelum pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI memferivikasi ulang data.

BLANGPIDIE - Sebanyak 76 orang tenaga honorer katagori 1 (K-1) di Aceh Barat Daya (Abdya)  dan 64 orang di Aceh Selatan yang namanya tidak tercantum dalam pengumuman kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Jumat (28/12) pada waktu hampir bersamaan mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) di masing-masing kebupaten itu.

Kedatangan ratusan tenaga honorer tersebut ke gedung DPRK untuk menyampaikan penolakan  terhadap pengumuman kelulusan K-1 yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI melalui Pemkab masing-masing yang ditempel di kantor-kantor SKPK.

Dari Abdya diinformasikan, sebanyak 76 honorer kategori satu (K1) lingkungan Pemkab Abdya yang tidak lulus atau tidak bisa diangkat sebagai CPNS berdelegasi ke DPRK setempat selama dua hari berturut-turut. Kamis dan Jumat (27-28/12).

Mereka datang untuk mendapat klarifikasi dari Sekda Drs Ramli Bahar dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) drh Cut Hasnah Nur, setelah sehari sebelumnya, Kamis (27/12), puluhan puluhan tenaga honorer itu mengadu nasib kepada pihak dewan setempat.

Di hari pertama, puluhan tenaga honorer K1 diterima  oleh Ketua DPRK M Nasir, Wakil Ketua DPRK Drs Rusman Alian, Wakil Ketua DPRK Elizar Lizam SE, Ketua Komisi A DPRK, Reza Mulyadi S PdI, serta sejumlah anggota DPRK di ruang musyawarah dewan. Sementara di hari kedua Jumat kemarin, para tenaga honorer K1 tersebut mendengar klarifikasi dari Sekda Drs Ramli Bahar dan Kepala BKPP drh Cut Hasnah Nur.

Dalam acara pertemuan hari pertama dan kedua, puluhan  tenaga honorer K1 yang yang tidak bisa diangkat menajdi CPNS meminta DPRK dan Pemkab Abdya untuk memperjuangkan nasibnya sehingga bisa diangkat menjadi CPNS seperti rekannya yang sudah lulus. Sejumlah tenaga honorer yang tidak lulus itu sampai menangis ketika menyampaikan nasib mereka akibat tidak bisa diangkat menjadi CPNS, padahal mereka sudah lama mengabdi.

“Kami sangat sedih, sebelumnya sudah dinyatakan lulus oleh BKN pusat yang diumumkan melalui internet, namun belakangan ketika daftar nama-nama tenaga honorer K1 itu diumumkan di masing-masing SKPK pada Rabu (26/12) sore lalu, ternyata nama kami tidak tercantun di papan pengumuman,” kata Sri Rahmi, guru honor SD Cot Ba’U.(az/nun)

Halaman123
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas