Jumat, 22 Mei 2015

Satgas PETA Hadang Tongkang Batubara PLTU

Sabtu, 29 Desember 2012 11:45

Satgas PETA Hadang Tongkang Batubara PLTU
SERAMBI/RIZWAN
Sembilan anggota Peta Aceh Barat diamankan di Mapolres dalam kasus di Pelabuhan Jetty Meulaboh, Jumat (28/12)

MEULABOH - Sekitar 50 orang anggota Satuan Tugas (Satgas) Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Barat, Jumat (28/12) menghadang rencana pembongkaran batubara milik Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suak Puntong Nagan Raya, saat tongkang merapat ke Pelabuhan Jetty Suak Indrapuri, Meulaboh. Akibanya, rencana bongkar menjadi gagal dan tongkang terpaksa mejauh kembali ke tengah laut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Serambi, Jumat kemarin, batubara sebanyak 44.000 ton itu didatangkan menggunakan kapal berukuran besar dari Kalimantan untuk bahan bakar PLTU Nagan Raya yang akan diujicoba beroperasi pada pertengahan Januari 2013 nanti.

Kapal besar itu tak bisa merapat ke dermaga Pelabuhan Jetty Meulaboh, dan harus parkir di tengah laut yang berajarak satu jam perjalanan menggunakan spedboat, sehingga batubaranya harus dilangsir menggunakan tongkang sebanyak 2.000 ton sekali jalan.

Namun rencana pembongkaran muatan batubara dari tongkang ke darat untuk diangkut menggunakan truk ke PLTU Nagan Raya diprotes oleh puluhan anggota PETA yang sejak pagi merapat ke pelabuhan Jetty melakukan pelarangan, sehingga tongkang harus kembali ke tengah laut,  dan gagal melakukan bongkar muatan.

Menurut keterangan Ketua PETA Aceh Barat, Amiruddin, aksi protes dilakukan Satgas PETA karena mereka sudah pernah meminta kepada pihak PLTU Nagan Raya agar pengangkutan batubara melalui via darat. Akan tetapi tidak dikabulkan, dan diserahkan kepada seorang pengusaha asal Meulaboh yang juga pemimpin sebuah organisasi, sehingga pihak Satgas PETA kecewa.

“Kami sudah serahkan proposal tetapi malah kenapa dari organisasi lain yang diserahkan kerja itu,” ujar Amiruddin.

Insiden pemukulan
Saat Satgas PETA mengahadang tongkang merapat, sekira pukul 11.30 WIB, sebuah mobil double cabin memasuki lokasi pelabuhan Jetty Meulaboh. Mobil yang ditumpangi dua pekerja PT Mifa Bersaudara yang sebenarnya hanya datang ke pelabuhan untuk mengecek batubara milik PT Mifa yang selama ini melakukan bongkar muat di Pelabuhan Jetty, menjadi sasaran pemukulan oleh Satgas PETA, menyebabkan kedua pekerja Mifa itu berikut mobilnya rusak.

Halaman123
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas