Kamis, 27 November 2014
Serambi Indonesia

Unsyiah Targetkan 900 Penerima Bidik Misi

Minggu, 30 Desember 2012 13:41 WIB

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh pada tahun 2013 mendatang menargetkan akan memberikan Beasiswa Pendidikan untuk Mahasiswa Miskin (Bidik Misi) kepada 900 penerima, meningkat 200 orang dibandingkan tahun 2012 sebanyak 700 orang.

Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsyiah, Dr Rusli Yusuf MPd kepada Serambi di Banda Aceh, Sabtu (29/12), mengatakan, dibanding jumlah mahasiswa S1 Unsyiah saat ini yang mencapai 23.500 orang, jumlah 900 penerima Bidik Misi itu belum terlalu besar. Apalagi pada tahun 2013 nanti mahasiswa baru Unsyiah akan lebih banyak diterima melalui jalur undangan (SNMPTN) daripada melalui jalur ujian tulis (SBMPTN).

Seperti diketahui, melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) Unsyiah pada tahun 2013 akan terima 50 persen dari 5.000 calon mahasiswa pada tahun 2013. Sedangkan melalui ujian tulis SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), Unsyiah akan menerima 30 persen. Sisanya yang 20 persen lagi, diterima melalui jalur mandiri.

Pimpinan Unsyiah, kata Rusli, sangat menyadari bahwa sekitar 19 persen dari 5 juta penduduk Aceh saat ini miskin. Tapi di antara anak-anak yang tidak mampu secara finansial itu, banyak yang tinggi kemampuan intelektualnya.

“Nah, untuk mengatasi kendala bagi mahasiswa yang kurang mampu ekonominya mereka bisa mengajukan bantuan biaya pendidikan berupa beasiswa Bidik Misi yang disediakan Dirjen Dikti,” kata Rusli Yusuf.

Di Unsyiah, beasiswa Bidik Misi sudah tersedia sejak 2010. Awalnya hanya 400 mahasiswa yang kebagian beasiswa ini, namun tahun demi tahun terus meningkat jumlah penerimanya. Besar Bidik Misi Rp 12 juta per tahun. Diplot untuk biaya penyelenggaraan pendidikan Rp 2.400.000, sedangkan untuk living cost (biaya hidup) berkisar antara Rp 650.000-Rp 700.000 per bulan. Beasiswa ini diberikan sampai tamat kuliah kepada mahasiswa yang lulus seleksi program Bidik Misi.

Seleksi program ini dilakukan Dirjen Dikti secara online melalui laman http://bidikmisi.dikti.go.id. Sedangkan Unsyiah hanya berhak melakukan verifikasi lapangan. Misalnya, apa benar si calon penerima beasiswa termasuk dalam kategori keluarga miskin. Tatkala si penerima beasiswa itu nantinya terbukti mampu secara finansial, maka pihak universitas berhak mencoret atau mengeluarkan namanya dari daftar penerima beasiswa Bidik Misi.(dik)

Unimal Targetkan 600 Penerima

UNIVERSITAS Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara juga menargetkan akan menambah jumlah penerima beasiswa Bidik Misi pada tahun 2013 dari sebelumnya 200 orang menjadi 600 orang.

“Program ini berlaku untuk semua program studi, termasuk untuk Kedokteran Umum yang biaya kuliahnya relatif lebih tinggi,” kata Rektor Unimal Apridar SE MSi yang dihubungi Serambi per telepon kemarin sore.

Ia mengimbau semua kepala SLTA untuk mengarahkan siswanya yang merasa tidak akan melanjutkan kuliah karena kurang mampu secara ekonomi, tapi punya prestasi akademik yang baik (tidak mesti yang juara) untuk segera mendaftarkan diri ke laman (website) Bidikmisi.

Melalui program ini, kata Apridar, kepada mahasiswa penerima selain digratiskan biaya pendidikan juga akan diberikan biaya bulanan. “Semoga kesempatan ini dapat memberikan peluang bagi kelompok masyarakat miskin untuk meningkatkan kesejahterannya melalui pendidikan,” kata Apridar sembari mengatakan, tahun 2013 universitas yang dipimpinnya akan menerima 3.000 mahasiswa baru.(dik)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas