A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

KAMMI Pertanyakan Sikap Pemko - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Serambi Indonesia

KAMMI Pertanyakan Sikap Pemko

Rabu, 2 Januari 2013 11:47 WIB
* Terkait Perayaan Malam Tahun Baru

BANDA ACEH - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh mempertanyakan sikap Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang dinilai memperlihatkan sikap inkonsistensinya terhadap pelaksanaan syariat Islam di wilayah Banda Aceh.

Hal ini, menurut Ketua Umum KAMMI Banda Aceh Syafrizal Umar, terlihat dengan tidak adanya imbauan ataupun statement khusus dari Pemko Banda Aceh kepada warga kota terkait perayaan malam tahun baru. Imbauan dan ajakan untuk merayakan tahun baru dengan hal-hal yang bermanfaat dan sesuai dengan kultur dan syariat Islam hanya dilakukaan oleh Ormas-Ormas Islam semata.

“Seperti yang kita ketahui bersama, setiap perayaan malam tahun baru, ada potensi terjadinya kemaksiatan secara massif. Ini merupakan pelecehan dan pelanggaran terhadap upaya penerapan syariat Islam di Banda Aceh,” kata Syafrizal melalui rilis yang diterima Serambi, Selasa (1/1).

Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan sikap Pemko yang tidak mengeluarkan imbauan secara khusus terkait perayaan malam tahun baru. Sehingga potensi terjadinya kemaksiatan di malam tahun baru terbuka lebar.

Ditambah lagi, kata Syafrizal, sore menjelang perayaan malam tahun baru, belum adanya komunikasi atau arahan dan antisipasi khusus terkait hal tersebut oleh Pemko (dalam hal ini Wakil Wali Kota) kepada WH/Satpol PP Banda Aceh. “Ini cukup kuat mengindikasikan bahwa ada pembiaran terhadap potensi kemaksiatan di malam tahun baru,” ujarnya.

Dia menyarankan, Banda Aceh sebagai “Bandar Wisata Islami” seharusnya memiliki perbedaan sikap dan mental terkiat penyambutan malam tahun baru. “Jika perayaan malam tahun baru di Banda Aceh sama dengan kota-kota lainnya yang dekat dengan hal-hal berbau maksiat, dimanakah letak perbedaannya dengaan kota yang lain? Apakah jargon wisata islami hanya untuk memperindah kata-kata? Jika ya, maka patut kita sayangkan secara bersama,” pungkasnya.(rel/yat)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas