Jumat, 28 November 2014
Serambi Indonesia

Kapolda: Pemberantasan Korupsi Prioritas 2013

Rabu, 2 Januari 2013 12:30 WIB

BANDA ACEH - Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi berjanji akan memprioritaskan penanganan kasus-kasus tindak pidana korupsi pada 2013. “Untuk langkah tersebut saya sudah melakukan konsultasi dengan Kajati Aceh dan berbagai pihak lainnya,” katanya pada jumpa pers akhir 2012 di Mapolda Aceh, Sabtu (29/12) malam.    

Kapolda yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol Husein Hamidi dan sejumlah pejabat tinggi Polda Aceh menegaskan, anggaran yang dikucurkan ke Aceh pada 2013 cukup besar mencapai Rp 31 triliun. “Ini tentu perlu pengawasan ketat dari aparat penegak hukum, sehingga dana sebesar itu tidak diselewengkan dan sasaran yang diinginkan bisa tercapai,” ujarnya.

Dalam kaitan komitmen pemberantasan korupsi, kata Kapolda, langkah awal tentu harus dilakukan dari dalam dulu. “Artinya saya harus membenahi dari dalam jajaran Polda dulu, dan baru berikutnya dilakukan tindakan keluar. Ini komitmen saya di 2013,” janji Kapolda jenderal polisi bintang dua itu.

Dijelaskan, selama 2012 pihak Polda Aceh menangani tindak kejahatan yang merugikan keuangan negara sebanyak 102 kasus meliputi, illegal logging 37 kasus, korupsi 41 kasus, pemalsuan uang 4 kasus, bahan bakar minyak (BBM) ilegal 20 kasus.

Dari jumlah tersebut yang berhasil diselesaikan sebanyak 43 kasus atau 42% terdiri dari, illegal loging 30 kasus (80%), korupsi 7 kasus (17,07%), pemalsuan uang 1 kasus (25%), dan BBM illegal 5 kasus (25%). “Kasus yang belum diselesaikan itu akan dilanjutkan pada 2013,” kata Kapolda.

Kejahatan konvensional 2012 sebanyak 7.743 kasus dan berhasil diselesaikan 4.114 kasus (53%). Seperti, kasus curanmor dari 1.427 kasus yang diselesaikan 220 kasus (15%), pencurian biasa 727 kasus dan selesai 363 kasus (50%), penipuan 637 kasus yang diselesaikan 340 kasus (53%), pencurian dengan pemberatan 504 kasus yang diselesaikan 162 kasus (32%), dan kejahatan penggelapan 476 kasus yang diselesaikan 245 kasus (51%).

Sedangkan kejahatan transnasional terdiri dari, kasus perdangangan manusia (trafficing) satu kasus. “Kasus ini belum ada penyelesaian perkara. Namun kita masih terus melakukan penyelidikannya sampai saat ini,” kata Kapolda.

Kemudian kasus narkotika 2012 mencapai 999 kasus dengan jumlah tersangka 1.121 orang meliputi, ganja, ekstasi, shabu-shabu, putaw dan heroin. “Kasus narkotika ini terjadi kenaikan dari sebanyak 344 kasus dibandingkan 2011,” jelasnya.(sup)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas