Senin, 29 Desember 2014
Serambi Indonesia

Guru Dayah Terancam tak Dapat Insentif

Jumat, 4 Januari 2013 15:10 WIB

* Jika Anggaran 2013 Masih Rp 25 M

BANDA ACEH - Sebanyak 7.000 lebih guru dayah tradisional di Aceh terancam tidak mendapat insentif Rp 1 juta per orang setiap tahun seperti tahun lalu, jika plot APBA 2013 yang akan disahkan untuk Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh masih sama seperti dalam Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2013, yaitu Rp 25,9 miliar.

Kepala BPPD Aceh, Ir Rusmiady mengatakan meski KUA-PPAS 2013 itu bersifat sementara yang ditetapkan Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), tetapi sudah banyak guru dayah dari berbagai kabupaten/kota khawatir dan mempertanyakan hal itu. Apalagi sebelumnya Rusmiady mengusulkan ke TAPA agar insentif guru dayah yang selama ini Rp 1 juta setiap orang per tahun naik menjadi Rp 3 juta per orang setiap tahun pada 2013.    

“Usulan menaikkan insentif itu sesuai visi misi Pemerintahan Gubernur/Wagub Zaini Abdullah-Muzakir Manaf, yaitu meningkatkan kesejahteraan dayah, termasuk pada guru. Jadi tidak perlu khawatir, Insya Allah Gubernur pasti akan menambah anggaran untuk BPPD Aceh,” kata Rusmiady menjawab wartawan usai peusijuek para pegawai kantor itu yang akan mengikuti pengajian rutin selama 2013.   

Rusmiady mengatakan awalnya ia mengusulkan ke TAPA APBA 2013 untuk BPPD Aceh Rp 400 miliar, tetapi yang ditetapkan dalam KUA-PPAS Rp 25,9. Jumlah ini tentu tidak cukup, misalnya untuk insentif guru, operasional, dan infrastruktur dayah, termasuk juga untuk empat dayah perbatasan di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Pemko Subulussalam, dan Singkil.

“Pengalaman 2012, insentif guru dayah sekitar 7.000 guru yang mengajar di 800 dayah mencapai Rp 14 miliar dengan rincian Rp 1 juta setiap guru per tahun. Total APBA 2012 untuk BPPD Aceh Rp 60 miliar. Ya, tentu anggaran tahun ini harus naik guna lebih meningkatkan kesejahteraan para guru ini dan pembangunan infrastruktur dayah,” sebut Rusmiady yang memperkirakan pengesahan APBA akhir Januari 2013.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Ali Basyah Usman dan Pimpinan Dayah Babussalam, Jeunieb, Bireuen, HM Yusuf A Wahab, kemarin, melakukan mempeusijuek Ir Rusmiady dan seluruh pegawai di kantor itu yang mulai 2013 ini akan mengikuti pengajian rutin dua kali dalam seminggu, yaitu setiap Kamis pada minggu pertama dan ketiga. Jadwalnya mulai pukul 14.00 WIB hingga jelang shalat asar.

“Seluruh pegawai harus ikut, pada bulan ketiga, suami dan istri pegawai juga harus ikut. Selanjutnya, pelan-pelan warga sekitar juga kita ajak untuk mengikuti pengajian ini,” kata Ir Rusmiady dalam sambutannya. (sal) 
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas