• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Serambi Indonesia

Anggaran Abdya Defisit 11 Persen

Sabtu, 5 Januari 2013 12:57 WIB
BLANGPIDIE - Anggaran belanja daerah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2013 direncanakan sebesar Rp 627,3 miliar lebih, sementara pendapatan direncanakan sebesar Rp 554 miliar lebih. Itu berarti terjadi defisit anggaran sebesar Rp 73,3 miliar atau sekitar 11,68 persen dari batas toleransi sebesar 6 persen sebagaimana diatur dalam peraturan.   

Gambaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2013 itu diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Abdya Yusrizal Razali ketika menyampaikan sambutan pada acara Rapat Paripurna PembukaanPembahasan  Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di Gedung DPRK setempat, Kamis (3/1) siang. (lihat daftar rincian pendapatan dan belanja 2013).

Rapat paripurna pembukaan pembahasan KUA-PPAS tersebut dipimpin Ketua DPRK M Nasir, didampingi Wakil Ketua DPRK Drs Rusman Alian dan Elizar Lizam SE. Dihadiri Kajari Blangpidie Umar Z SH MH, Kasdim 0110 Mayor Arm Kusdi YS, Waka Polres Kompol Tamlikan SH, Wakil Ketua MPU Said Marwan Saleh, dan Ketua KIP Nazli SAg. Juga dihadiri para asisten, staf ahli, para kepala dinas, badan dan kantor, para camat serta kepala puskesmas, para imum mukim, keuchik, pimpinan parpol dan tokoh masyarakat, termasuk staf khusus.         

Di antara pendapatan yang direncanakan Rp 554 miliar lebih tersebut, sebesar Rp 41,2 miliar lebih merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sedangkan belanja daerah yang direncanakan mencapai Rp 627,3 miliar, terdiri belanja tidak langsung Rp 330, 2 miliar lebih dan belanja langsung Rp 297 miliar lebih. (lihat: anggaran abdya 2013).

Uraian angka-angka tersebut, menurut Wabup Yusrizal Razali merupakan cerminan sebagai kerangka acuan terhadap penyusunan RAPBK tahun 2013, untuk pembahasan selanjutnya. Mengingat Qanun tentang APBK 2013 harus segera disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat, Wabup Abdya mengajak untuk bersama-sama membahas KUA-PPAS tersebut dengan memaksimalkan waktu yang ada.

Dalam pencapian prioritas dan fokus masing-masing pembangunan 2013, diperlukan sinkronisasi  program dan kegiatan. Dalam hal ini, kebijakan umum APBK dan PPAS yang selanjutnya sebagai landasan penyusunan rancangan qanun kabupaten tentang APBK.

Sudah sangat molor
Sementara Ketua DPRK Abdya M Nasir ketika membuka paripurna pembukaan pembahasan mengatakan, pengajuan KUA_PPAS 2013, kalau dilihat dari jadwal sudah sangat molor (terlambat). Berdasarkan Permendagri Nomor 37 tahun 2012, seharusnya KUA-PPAS 2013 sudah disepakati antara kepala daerah dan DPRK pada akhir Juli lalu 2012 lalu.

Namun keterlambatan tersebut, katanya, bisa dipahami, dikarenakan dengan agenda Pilkada dan penyusunan RPJMD Kabupaten Abdya, untuk penyusuaian dengan visi dan misi bupati/wakil bupati masa bakti 2012-2017.

Karenanya diharapkan kepada seluruh anggota DPRK dan Badan Anggaran (Banggar) DPRK serta Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) untuk bekerja maksimal mungkin sehingga pembahasan KUA-PPAS 2013 dapat diselesaikan menurut jadwal telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPRK.(nun)

anggaran abdya 2013

A. Pendapatan Daerah Rp 554.003.021.288, terdiri dari;
* PAD Rp 41,279.671.500
* Dana Perimbangan Rp 453.742.156.251
* Lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 58.981.193.537
B. Belanja Daerah Rp 627.322.561.733, terdiri dari;
* Belanja tidak langsung Rp 330.283.483.833
* Belanja langsung Rp 297.039.077.900
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
136094 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas