A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kapolres Panggil Warga Bukit Jaya - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Serambi Indonesia

Kapolres Panggil Warga Bukit Jaya

Sabtu, 5 Januari 2013 12:16 WIB

* Sikapi Kasus Sengketa Lahan

MEULABOH - Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai, Jumat (4/1) memanggil perwakilan warga dan aparat Desa Bukit Jaya, Kecamatan Meureubo terkait sengketa lahan di wilayah itu yang kini sedang dipersoalkan. Pemanggilan ke Polres itu guna didengarkan persoalan dan keluhan dari warga ini sehingga diharapkan bisa tuntas dan tidak menimbulkan konflik baru lagi antara warga desa setempat dengan warga desa tetangga.

Selain warga, Kapolres juga menghadirkan pihak pejabat dari Dinas Transmigrasi Aceh Barat dan Kapolsek dan Danramik Meureubo, sebab areal Bukit Jaya merupakan daerah transmigrasi.

Turut hadir saat mendengarkan keluhan warga Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Arm Deny Azhar Rizaldi. Sementara Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Halimi turut didampingi Kabid Transmigrasi dan mantan Kabid Transmigrasi yang kini sebagai staf ahli bupati, Faisal.

Sedangkan warga dari Desa Bukit Jaya yang dipanggil adalah Harsono (Keuchik), Jauhari, Sunoto, Djasmono, dan Adhar (Sekdes). Pertemuan antara warga Bukit Jaya dengan dandim dan Kapolres, serta pejabat Transmigrasi di Mapolres ikut memaparkan peta lokasi areal transmigrasi tersebut.

Kapolres Faisal Rivai kepada wartawan mengatakan, pertemuan ini guna didengarkan secara langsung apa yang sebenarnya menjadi persoalan di desa sehingga tidak terjadi potensi konplik antara warga Bukit Jaya dengan desa tetangga soal sengketa lahan yang kini dilaporkan sejumlah hektare telah dijual ke PT Mifa Bersaudara sebagai lokasi jalan tambang.

“Dari keterangan sementara yang kita dengar ada indikasi, namun nanti pemeriksalah yang akan memastikan hal itu,” ujarnya.

Ia menyatakan, kasus ini akan diusut oleh pihaknya dan sudah menyampaikan kepada warga Desa Bukit Jaya agar dilaporkan secara resmi ke polisi sehingga bisa dilakukan pengusutan sesuai hukum berlaku yakni mana yang salah tetap diproses sedangkan yang benar akan didukung.

Namun demikian, Kapolres berharap persoalan ini tidak timbul anarkis dan percayakan kepada pihak penegak hukum dan Pemkab akan menuntaskan. Selain itu, kapolres juga menyampaikan akan memberikan kenyataman di Bukit Jaya dan laporkan bila ada gangguan seperti pengancaman, intimidasi dan hal lainnya sehingga akan diproses oleh polisi.

Kasus lama
Jasmono, warga dari Bukit Jaya yang menghadiri pertemuan di Mapolres mengungkapkan, persoalan sengketa lahan yang mereka tuntutnya sudah lama dan tidak ada penyelesaikan sehingga mereka melakukan aksi penutupan jalan milik PT Mifa Bersaudara. Sebab lahan desa mereka dijual oleh oknum dari warga desa lain di antaranya kepada PT Mifa Bersaudara sekitar 14 hektare sebagai lokasi jalan dengan jumlah anggaran Rp 900 juta lebih.

“Kami juga sudah pertanyakan kepada PT Mifa dan mereka berdalih member pada warga Buloh dan ada sertifikatnya,” ujar Jasmono, selaku koordinator aksi protes. Ia mengatakan, lahan yang dijual merupakan lahan warga Desa Bukit Jaya yang merupakan lahan transmigrasi dengan jumlah areal yang diserobot sekitar 375 hektare. Karena itu, penduduk Bukit Jaya meminta persoalan ini dituntaskan baik oleh Pemkab dan melaporkan kasus penjualan itu ke Polres Aceh Barat.(riz)

* komentar mereka
Segera Selesaikan


DANDIM Aceh Barat, Letkol Arm Deny Azhar Rizaldi meminta persoalan ini harus segera diselesaikan sehingga tidak berlarut dan tidak timbul konflik di masyarakat serta berharap kondisi di wilayah itu harus kondusif. Yakni kalaupun ada persoalan agar dituntaskan segera.(riz)

Digelar Pertemuan


KADIS Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Barat, Drs Halimi antara lain menyampaikan bahwa Asisten I Pemkab dan Muspika sudah turun ke lokasi itu beberapa hari lalu. Dan terhadap pertemuan di Mapolres ini akan dilaporkan dulu ke Bupati dan sudah direncanakan dalam waktu dekat akan digelar pertemuan antara Pemkab dan Muspika dan ke depan baru akan dilaksanakan dengan masyarakat.  Selain itu juga akan dihadirkan pihak Dinas Transmigrasi Provinsi Aceh sehingga akan semakin jelas terhadap lokasi transmigrasi.(riz)
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
135964 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas