Sabtu, 20 Desember 2014
Serambi Indonesia

Kurikulum 2013 Diterapkan Juli

Minggu, 6 Januari 2013 09:47 WIB

* Wamendikbud Isi Seminar Pendidikan di Aceh

BANDA ACEH - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan Kurikulum 2013 diberlakukan mulai Juli mendatang. “Setelah melakukan sejumlah sosialisasi ke berbagai daerah, Insya Allah pada Juli 2013 pengganti kurikulum KTSP itu segera dimulai,” kata Wakil Mendikbud, Prof Dr Musliar Kasim, Sabtu (5/1) di Banda Aceh.

Dalam seminar membahas isu-isu utama sektor pendidikan dalam rangka penyusunan Renstra Pendidikan Aceh 2013-2017 yang digelar Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh, Musliar mengatakan, penggantian kurikulum itu semata-mata untuk menyiapkan SDM Indonesia yang siap bersanding dengan negara-negara Asean, sekaligus bisa menyaingi kemajuan yang dicapai China, India, dan Korea.

Kurikulum baru tersebut, kata Wamendikbud didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Anas M Adam MPd dan Ketua MPD Aceh Prof Dr Warul Walidin AK MA, akan diberlakukan untuk siswa kelas I dan kelas IV SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA.

Kurikulum 2013, katanya lagi, akan memberikan berbagai kemudahan kepada siswa dan guru dalam upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan yang setara antara di perkotaan dan pedesaan. Musliar menyayangkan jika ada orang yang belum mengetahui isi dan apa yang ingin dicapai melalui Kurikulum 2013, tapi sudah menolaknya.

Selain Wamendikbud, seminar sehari juga menampilkan pemateri Dr Gogot Suharwoto (Kabag Program dan Anggaran Biro Perencanaan dan kerjasama Luar Negeri Setejen Kemendikbud), Kepala Bappeda Aceh, Prof Dr Abubakar Karim MS diwakili Drs Muslim Jacob, dan Drs Anas M Adam MPd (Kadisdik Aceh).

Seminar yang berlangsung di Hotel Hermes itu dihadiri para pengurus dan ketua MPD, kepala Dinas Pendidikan Se-Aceh, Kanwil Kementerian Agama, Kepala Bappeda kab/kota, Kabid Program Disdik kab/kota dan organisasi profesi guru PGRI dan Kobar GB.(sir)

Sosialisasi di FKIP Unsyiah

PROF Musliar Kasim juga memaparkan sekaligus menyosialisasikan Kurikulum 2013 di hadapan ratusan guru dan dosen, guru besar serta para dekan  di Gedung Auditorium FKIP Unsyiah. Turut hadir Kadisdik Aceh Anas M Adam dan Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal.

Menurut Musliar, tujuan perubahan kurikulum adalah menghilangkan ketergantungan siswa terhadap guru, serta menutupi kekurangan kurikulum yang selama ini diterapkan. Ia mencontohkan, kurikulum KTSP dianggap terlalu mengengkang siswa dalam belajar. Misalnya murid kelas 1 SD sudah diajak untuk membaca sesuatu yang rumit. Padahal, siswa SD baru saja mengalami peralihan fase belajar.

Sistem ini akhirnya membuat para murid stres dengan tuntutan belajar yang tinggi. Materi yang disajikan akhirnya tidak terserap dengan baik, dan berdampak pada lemahnya kualitas murid.

Kurikulum 2013, tambahnya, akan menjadi pedoman bagi para siswa untuk belajar sendiri. “Perubahan mendasar Kurikulum 2013 dengan KTSP adalah pada tingkat SD. Sedangkan tingkat SMP, SMA dan lainnya, hanya diperbaiki kekurangannya,” kata mantan Rektor Universitas Andalas Sumatra Barat itu.(rel/*)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas