Senin, 27 April 2015

Rumah Ideal Versi BTN Banda Aceh

Minggu, 6 Januari 2013 09:28

Rumah Ideal Versi BTN Banda Aceh

BANDA ACEH - Kepala Bank Tabungan Negara (BTN) Banda Aceh, Budi Permana menyatakan harga rumah paling ideal harus berada di bawah kisaran Rp 200 juta/unit atau Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Dia menilai, patokan harga tersebut tidak akan terlalu memberatkan konsumen dalam membayar uang muka

Dia menjelaskan, harga tersebut untuk type 36 m2 atau 36 m2 plus dengan luas tanah minimal 100 meter, sehingga masih ada ruang untuk pengembangan di masa mendatang. Untuk type rumah ini, konsumen hanya perlu menyediakan uang muka sebesar 30 persen dari harga rumah atau sekitar Rp 45 juta sampai Rp 60 juta.

Uang muka, sebutnya, dapat diambil dari Bapertarum bagi PNS dan pinjaman lunak dari Jamsostek bagi kalangan pekerja swasta. Sedangkan sisanya, dapat dikreditkan melalui KPR BTN dengan masa cicilan sampai 25 tahun.

Dia mengakui, harga rumah yang terlalu tinggi di Banda Aceh dan sekitarnya telah membuat masyarakat kewalahan, khususnya membayar uang muka, walau ada bantuan dari Bapertarum atau Jamsostek. “Berdasarkan survei yang telah kami laksanakan, harga rumah ideal antara Rp 150 juta sampai Rp 200 juta/unit di Banda Aceh,” jelasnya.

Budi berharap, Pemko Banda Aceh dapat mencari solusi untuk penyediaan rumah bagi kalangan PNS yang belum memiliki rumah. Dia menyatakan peminat paling banyak dan pasar paling potensial berkisar di harga tersebut, terutama PNS golongan kecil. “Bahkan, BTN telah menggandeng sejumlah instansi pemerintahan, di Pemko Banda Aceh maupun Pemprov Aceh,” katanya.

Karena itu, menurutnya, para developer dapat menggarap sektor ini, tanpa perlu melakukan promosi ataupun hal lainnya karena pasar sudah ada. “Para developer hanya perlu melakukan negoisasi dengan para calon pembeli dari kalangan PNS, khususnya type rumah, luas tanah dan lokasi rumah. Sehingga seusai keduanya mencapai kesepakatan, BTN tinggal membiayai saja, baik pembangunan maupun KPR,” katanya.

Budi mencontohkan, para calon pembeli ini umumnya meminta di kawasan Banda Aceh, bukan luar Banda Aceh atau Aceh Besar. “Kalau memang ada developer yang bisa menjual harga rumah berkisar Rp 150 sampai Rp 200 juta di kawasan Ulee Kareng, kenapa tidak,” ujarnya.

Halaman1234
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas