• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Rumah Ideal Versi BTN Banda Aceh

Minggu, 6 Januari 2013 09:28 WIB
Rumah Ideal Versi BTN Banda Aceh
* Harganya di Bawah Rp 200 Juta

BANDA ACEH - Kepala Bank Tabungan Negara (BTN) Banda Aceh, Budi Permana menyatakan harga rumah paling ideal harus berada di bawah kisaran Rp 200 juta/unit atau Rp 150 juta sampai Rp 200 juta. Dia menilai, patokan harga tersebut tidak akan terlalu memberatkan konsumen dalam membayar uang muka

Dia menjelaskan, harga tersebut untuk type 36 m2 atau 36 m2 plus dengan luas tanah minimal 100 meter, sehingga masih ada ruang untuk pengembangan di masa mendatang. Untuk type rumah ini, konsumen hanya perlu menyediakan uang muka sebesar 30 persen dari harga rumah atau sekitar Rp 45 juta sampai Rp 60 juta.

Uang muka, sebutnya, dapat diambil dari Bapertarum bagi PNS dan pinjaman lunak dari Jamsostek bagi kalangan pekerja swasta. Sedangkan sisanya, dapat dikreditkan melalui KPR BTN dengan masa cicilan sampai 25 tahun.

Dia mengakui, harga rumah yang terlalu tinggi di Banda Aceh dan sekitarnya telah membuat masyarakat kewalahan, khususnya membayar uang muka, walau ada bantuan dari Bapertarum atau Jamsostek. “Berdasarkan survei yang telah kami laksanakan, harga rumah ideal antara Rp 150 juta sampai Rp 200 juta/unit di Banda Aceh,” jelasnya.

Budi berharap, Pemko Banda Aceh dapat mencari solusi untuk penyediaan rumah bagi kalangan PNS yang belum memiliki rumah. Dia menyatakan peminat paling banyak dan pasar paling potensial berkisar di harga tersebut, terutama PNS golongan kecil. “Bahkan, BTN telah menggandeng sejumlah instansi pemerintahan, di Pemko Banda Aceh maupun Pemprov Aceh,” katanya.

Karena itu, menurutnya, para developer dapat menggarap sektor ini, tanpa perlu melakukan promosi ataupun hal lainnya karena pasar sudah ada. “Para developer hanya perlu melakukan negoisasi dengan para calon pembeli dari kalangan PNS, khususnya type rumah, luas tanah dan lokasi rumah. Sehingga seusai keduanya mencapai kesepakatan, BTN tinggal membiayai saja, baik pembangunan maupun KPR,” katanya.

Budi mencontohkan, para calon pembeli ini umumnya meminta di kawasan Banda Aceh, bukan luar Banda Aceh atau Aceh Besar. “Kalau memang ada developer yang bisa menjual harga rumah berkisar Rp 150 sampai Rp 200 juta di kawasan Ulee Kareng, kenapa tidak,” ujarnya.

Dia menambahkan rumah tidak perlu besar, seperti type 36 m2 dengan luas tanah minimal 100 m2. Tetapi, dengan harga tanah tinggi, Budi mengakui para developer berat menjual rumah dengan kisaran tersebut.

Seperti diketahui, harga tanah di seputaran Banda Aceh melambung seusai tsunami 26 Desember 2012. Contohnya, di kawasan Banda Aceh, tidak ada harga tanah Rp 250 ribu/meter, tetapi berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta lebih/meter.

Misalnya, tanah 100 meter dengan harga minimal Rp 500 ribu, maka tanah Rp 50 juta, sehingga untuk type 36 saja, masih sulit dijual Rp 150 juta/unit karena masih ada biaya lain yang harus dikeluarkan developer, seperti IMB, gambar, jalan lingkungan, parit dan lainnya.

Meski demikian, Budi yakin pemerintah mampu menyediakan rumah murah, bukan hanya untuk kalangan PNS, tetapi juga warga lainnya yang memiliki penghasilan tetap per bulan. “Saya yakin, kalau pemerintah kota atau provinsi bersedia, para developer siap membantu dan BTN juga siap mendanai pembangunan bersama KPR dengan masa angsuran sampai 25 tahun, sehingga dapat meringankan calon pemilik rumah,” ujar Budi.(muh)

Ini Dia Rumah dengan Harga Terjangkau

WARGA Banda Aceh dan sekitarnya yang belum memiliki rumah dapat menentukan pilihannya berdasarkan kemampuan dan lokasi rumah yang diinginkan. Mungkin, ingin dekat dengan tempat bekerja atau sekolah dan lainnya atau juga pusat pasar.

Namun, pada dasarnya, kemampuan keuangan menjadi hal utama dalam membeli dan memilih lokasi rumah. Makin dekat dengan pusat perkotaan, maka harga makin mahal, sebaliknya di luar kota, makin terjangkau.

Rumah binaan sejumlah perbankan di Banda Aceh bisa menjadi pilihan, selain bisa membeli secara tunai, juga dapat dilakukan secara kredit seperti melalui KPR antara 10-25 tahun. Apalagi, pihak perbankan melakukan pengawasan secara langsung atas setiap pembangunan rumah yang dibiayainya, sehingga konsumen tidak perlu was-was atas mutu rumah yang akan dimiliknya.

Terdapat delapan developer Banda Aceh yang menjadi binaan perbankan, baik mulai dari pembiayaan maupun KPR atau hanya KPR saja untuk calon pembeli. Bagi anda yang menginginkan rumah di kawasan Ulee Kareng, maka pilihan dapat dijatuhkan kepada Perumahan Grand Royal.

Rumah yang ditawarkan pengembang CV Chaseva ini tidak terlalu jauh dari pusat pasar Ulee Kareng, apalagi angkutan umum juga tersedia. Rumah yang sedang dalam tahap pembangunan ini ditawarkan dalam dua type yakni 54m 2 dipatok Rp 285 juta dan 60 m2 Rp 295 juta.

Masih ada lagi rumah di kawasan Meunasah Papeun, juga dekat dengan Ulee Kareng. Pengembang CV Hadrah membangun rumah type 45 m2 dengan harga Rp 260 juta/unit. Di kawasan Pango, juga seputaran Ulee Kareng, juga sedang dibangun perumahan Vila Raja Fauna dengan type 36 m2 Rp 120-Rp 150 juta/unit dan 45 m2 RP 260-280 juta/unit.

Bagi anda yang ingin mendapatkan rumah di kawasan Mibo, dapat memilih Perumahan Bayu Regency. Pengembang PT Matahari Cipta membangun dua type, yakni 54 m2 Rp 275 juta dan 60 m2 Rp 295 juta/unit. Di kawasan Keutapang, juga terdapat perumahan Grand Minimalis dengan type 45 m2 Rp 250 juta/unit.

Untuk kawasan Ajun Jeumpet, juga terdapat Perumahan Pesona Alam Raya Hijau dengan tiga type, 45-6-80 m2 dan harga antara Rp 280 juta sampai Rp 320 juta/unit. Bagi yang memiliki dana pas-pasan, dapat memilih rumah di kawasan Kajhu dan Blang Bintang.

PT Pola Yasa kembali membangun rumah di kawasan ini yang sebelumnya telah membangun ratusan unit rumah, tetapi hancur diterjang tsunami 26 Desember 2014. Pengembang lama ini, Mahmud Thaher membangun rumah sederhana dengan harga Rp 110 juta/unit dan dapat dikreditkan dengan BTN.

Demikian juga dengan pengembang muda, Zulfikar yang membangun perumahan Griya Angkasa. Developer BS Property ini menyediakan ratusan unit rumah murah sesuai dengan patokan harga pemerintah, Rp 88 juta/unit.

Sementara, bagi warga pantai barat-selatan Aceh juga bisa memiliki rumah melalui KPR BTN Banda Aceh. Untuk kawasan Meulaboh, terdapat perumahan Griya Mahoni yang membangun dua type, 45 m2 Rp 160 juta dan 70 m2 Rp 250 juta.

Untuk kawasan tengah Aceh, juga terdapat Perumahan Ketor Gayo Indah dengan type 45 m2, tetapi harga berkisar Rp 150-Rp 180 juta/unit. Demikian juga perumahan Pegasing Indah, juga type 45 m2, harga antara Rp 150-180 juta/unit. Sedangkan kawasan Langsa, Aceh Timur terdapat Griya Salihin IV dengan type 36 Rp 120 juta/unit.

Sejumlah rumah lainnya yang dibangun para developer di luar BTN Banda Aceh juga tersebar di seputaran Banda Aceh dan Aceh Besar.  Bahkan, pilihan bank untuk mendapatkan KPR juga beragam, ada yang ke BRI, Mandiri, Danamon, dan lainnya, termasuk perbankan syariah yang memberlakukan sistem jual-beli serta angsuran tetap.

Jadi, semuanya tergantung dari kemampuan dana yang anda miliki. Karena, sebelumnya, tentukan baik-baik jumlah dana yang diperlukan dan perhatikan secara cermat kewajiban membayar cicilan setiap bulan yang sesuai dengan kemampuan finansial anda.(muh)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
136704 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas