• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Serambi Indonesia

24 Perusahaan Investasi Sektor Transporasi

Selasa, 8 Januari 2013 12:16 WIB
BANDA ACEH - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh Husaini mengungkapkan awal tahun 2013 sudah 24 perusahaan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mendaftar ke Dishubkomintel Aceh.

“Penambahan jumlah perusahaan transportasi darat ini kami nilai peluang usaha dan kenyamaman berinvestasi di bidang transportasi di Aceh semakin membaik,” kata Husaini didampingi Kabid Darat, Andi Fiardi kepada Serambi, Jumat (4/1) di ruang kerjanya.

Andi Fiardi mengatakan, ada tiga faktor yang mendorong pengusaha berinvestasi di bidang transportasi. Yaitu karena aman dan nyaman, prasarana dan sarana jalan nasional di Aceh mulai dari Aceh Tamiang-Banda Aceh sepanjang 550 KM, sudah lebar dan teraspal. Selain itu mobilitas masyarakat Aceh untuk berpergian, apakah untuk kunjungan keluarga dan bisnis ke luar Aceh terutama ke Medan menggunakan bus mini, sedang dan besar, sangat tinggi.

Kondisi itu, katanya, bisa dilihat setiap malam tidak kurang  ratusan bus mini, sedang dan  besar berangkat dari terminal terpadu Batoh dan Luengbata, Banda Aceh, Sigli, Beurenuen, Krueng Geukuh, Lhokseumawe, Takengon menuju Medan dan kota besar lainnya di pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

“Itu baru untuk jurusan pantai timur. Untuk jurusan ke pantai barat selatan Aceh, jumlahnya hampir seperti itu juga,” kata Andi.

Dia sebutkan dari 24 perusahaan baru tersebut paling banyak untuk jenis mini bus 22 perusahaan. Sedangkan untuk bus besar baru dua perusahaan, yaitu CV Sanura dan CV Putra Pelangi Perkasa. Sebelumnya untuk jenis bus besar mewah yang sama telah masuk Bus Bintang Sempati/Bintang Star.

Setelah penambahan 22 perusahaan ini, total perusahaan AKDP di Aceh saat ini menjadi 58 perusahaan dengan jumlah kenderaan 3.159 unit, dan AKAP 16 perusahaan dengan jumlah 481 unit bus. (her)

Fokus Barat Selatan

SEMENTARA itu Kepala Dinas Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, Ir Iskandar MSc mengatakan, pesatnya pertumbuhan investasi dalam bidang transportasi di awal 2013 ini disebabkan sarana jalan nasional di Aceh sudah lebar dan semuanya telah teraspal dengan bagus. Kalaupun ada jalan yang berlubang, pada tahun ini akan dilakukan pengaspalan oleh Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh.

Pertumbuhan investasi dalam bidang transportasi, kata Iskandar, mulai tahun ini akan tertuju ke wilayah pantai barat selatan Aceh. Alasannya, ruas jalan Meulaboh-Banda Aceh, sepanjang 250 Km, yang rusak dan putus pada saat bencana gempa dan tsunami, saat ini sudah bagus.

Seperti pada Senin (7/1) kemarin, Gubernur Aceh Zaini Abdullah meresmikan jembatan Kuala Bubon, Meulaboh, (Aceh Barat) yang merupakan jembatan terakhir yang dibangun menggunakan sumber dana hibah MDF untuk membebaskan masyarakat pantai barat  selatan Aceh dari rakit.

“Kita berharap, setelah peresmian jembatan Kuala Bubon dan jalan Tenom, Meulaboh bakal banyak investor yang masuk menanamkan modalnya di wilayah Pantai Barat Selatan,” ujar Iskandar.(her)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: side/topik_populer.php

    Line Number: 11

TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help

A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Atas