Desa di India Larang Wanita Pakai Jeans dan Kaos
Rabu, 9 Januari 2013 19:38 WIB

Ilustrasi | Dok Litbang | SERAMBI/FERIZAL HASAN
Empat sales rokok yang berpakaian ketat terjaring dalam razia WH yang digelar di jalan T Hamzah Bendahara, tepatnya depan Meuligoe Bupati Bireuen, Selasa (8/5) sore. Mereka saat diamankan di halaman tengah Meuligoe bupati.
Berita Terkait
- Ulama Bakar 100 Celana Ketat
- Puluhan Perempuan Berbusana Ketat Ditangkap di Meulaboh
- Murid SD hadiri Sidang Kasus Diana
- Layanan BlackBerry Messenger Bangkit Lagi
- Fashion Motif Tribal Lagi Naik Daun
- Habib Rizieq: Syariat Islam Konstitusional
- Sari India Masuk Aceh
- Wagub: Kedepankan Nilai Syariat dalam Bekerja
- Mahasiswi Minati Kemeja Sifon Rempel
- Dan Sang Ibu Menyusul Diana
SERAMBNEWS.COM - Kasus pemerkosaan mahasiswi hingga meninggal yang baru saja terjadi di
India mengejutkan dunia internasional. Rupanya di sebuah desa di India
telah melarang kaum wanitanya mengenakan jeans dan kaos. Hal ini
dilakukan untuk mencegah terjadinya perkosaan.
Keputusan itu diambil para tetua di desa Khedar, di Provinsi Hisar, yang melihat pakaian itu dapat mendorong tindak pemerkosaan. Anggota parlemen di Khedar juga memberikan persetujuan dengan telah mengesahkan aturan itu. Peredaran alkohol juga telah dilarang dan penyelenggaraan pesta kini bisa didenda 11 ribu rupee, sekitar Rp 2 juta.
"Kami telah memutuskan untuk melarang alkohol karena itu merupakan alasan utama di balik perkosaan," ucap seorang tokoh desa, Sarpanch Shamsher Singh, pada Times of India, yang dilansir serambinews. "Kami juga telah melarang celana jeans dan T-shirt bagi para siswi karena itu bukan pakaian yang pantas."
Keputusan itu diambil para tetua di desa Khedar, di Provinsi Hisar, yang melihat pakaian itu dapat mendorong tindak pemerkosaan. Anggota parlemen di Khedar juga memberikan persetujuan dengan telah mengesahkan aturan itu. Peredaran alkohol juga telah dilarang dan penyelenggaraan pesta kini bisa didenda 11 ribu rupee, sekitar Rp 2 juta.
"Kami telah memutuskan untuk melarang alkohol karena itu merupakan alasan utama di balik perkosaan," ucap seorang tokoh desa, Sarpanch Shamsher Singh, pada Times of India, yang dilansir serambinews. "Kami juga telah melarang celana jeans dan T-shirt bagi para siswi karena itu bukan pakaian yang pantas."
Editor : mufti
