A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Desa di India Larang Wanita Pakai Jeans dan Kaos - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Serambi Indonesia

Desa di India Larang Wanita Pakai Jeans dan Kaos

Rabu, 9 Januari 2013 19:38 WIB
Desa di India Larang Wanita Pakai Jeans dan Kaos
Ilustrasi | Dok Litbang | SERAMBI/FERIZAL HASAN
Empat sales rokok yang berpakaian ketat terjaring dalam razia WH yang digelar di jalan T Hamzah Bendahara, tepatnya depan Meuligoe Bupati Bireuen, Selasa (8/5) sore. Mereka saat diamankan di halaman tengah Meuligoe bupati.
SERAMBNEWS.COM - Kasus pemerkosaan mahasiswi hingga meninggal yang baru saja terjadi di India mengejutkan dunia internasional. Rupanya di sebuah desa di India telah melarang kaum wanitanya mengenakan jeans dan kaos. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perkosaan.


Keputusan itu diambil para tetua di desa Khedar, di Provinsi Hisar, yang melihat pakaian itu dapat mendorong tindak pemerkosaan. Anggota parlemen di Khedar juga memberikan persetujuan dengan telah mengesahkan aturan itu. Peredaran alkohol juga telah dilarang dan penyelenggaraan pesta kini bisa didenda 11 ribu rupee, sekitar Rp 2 juta.


"Kami telah memutuskan untuk melarang alkohol karena itu merupakan alasan utama di balik perkosaan," ucap seorang tokoh desa, Sarpanch Shamsher Singh, pada Times of India, yang dilansir serambinews. "Kami juga telah melarang celana jeans dan T-shirt bagi para siswi karena itu bukan pakaian yang pantas."
Editor: mufti
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas