A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Roda Ekonomi Masyarakat Tehambat - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Serambi Indonesia

Roda Ekonomi Masyarakat Tehambat

Kamis, 10 Januari 2013 14:31 WIB
TAPAKTUAN – Sejak ambruknya jembatan ukuran 4 X 30 meter di Gampong Kuta Iboh, Kecamatan Labuhan Haji Barat, Kabupaten Aceh Selatan menyebabkan roda perekonomian masyarakat di beberapa gampong dalam kawasan tersebut terhambat. Pasalnya, ikan dan batu material serta batako yang diproduksi di kawasan itu tidak dapat diangkut ke pasaran. Warga berharap, jembatan yang sudah delapan tahun rusak akibat gempa dan tsunami itu bisa segera diperbaiki.

“Sejak ambruknya jembatan ini tempat pelelangan ikan (TPI) yang ada di sini mati total, karena hasil tangkapan ikat tidak bisa diangkut lagi menggunakan mobil ke komplek TPI ini. Selain itu, janda dan kaum ibu yang umumnya mengais reski dengan cara mengumpulkan batu jagung dan kerikil sebagai bahan material pembangunan untuk dijual kepada pembeli tidak bisa lagi menjalankan aktifitasnya karena

truk tidak b isa masuk ke komplek dimaksud,” papar Panglima Laot Labuhan Haji Barat, Rizal.

“Kami berharap kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait untuk bisa memprioritaskan perbaikan jembatan ini pada tahun anggaran 2013 ini, mengingat sejak ambruknya sembatan ini akses ekonomi masyarakat di sini menjadi terhambat,” papar Rizal.

Camat Labuhan Haji Barat, Ir H Manaf Aldy yang turun ke lokasi, Selasa (8/1), menuturkan persoalan itu sudah sering diusulkan ke Pemkab Aceh Selatan namun hingga kini belum juga diakomodir. Bahkan, beberapa waktu lalu sejumlah masyarakat setempat datang ke rumahnya meminta supaya jembatan tersebut bisa segera diperbaiki. “Masyarakat sudah sangat mengeluh, karena sumber penghasilan mereka dari daerah setempat jika jembatan rusak seperti ini bagaimana ekonomi mereka bisa jalan,” papar Camat H Manaf Aldy.

Sejak jembatan itu ambruk masyarakat sekitar secara swadaya pernah memperbaikinya dengan cara memasang batang kelapa sebagai lantai sementara, namun seiring waktu berjalan lantai yang terbuat dari batang kelapa itu pun semakin lapuk dan tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat. “Jangankan kendaraan roda empat, kendaraan roda dua pun sulit melintasi, selain lantainya yang patah, lantainya juga suda menyentuh air sungai,” ungkap H Manaf Aldy.

Oleh karena, dia selaku camat setempat berharap kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait untuk dapat memprioritaskan dan menganggarkan program perbaikan jembatan tersebut pada tahun ini, karena jika jembatan itu tidak segera diperbaiki dan dibangun kembali, dikhawatirkan masyarakat setempat akan terus terjepit ekonominya.

“Umumnya masyarakat Labuhan Haji Barat memanfaatkan jalan itu, selain nelayan pengumpul batu dan pencetak batako hasil tangkapan nelayan juga di jual di TPI setempat,” pungkasnya.(tz)
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas