Gempa 6 SR Panikkan Warga
Gempa kuat 6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Banda Aceh dan sekitarnya pukul 20.47 WIB, Kamis (10/1) malam
Sejumlah besar warga terlihat membawa keluarganya ke lokasi aman. Di antaranya membawa keluarga dengan menumpang sepeda motor dan becak motor, terlihat berada di atas jembatan Pante Pirak untuk memantau pergerakan air. Beberapa warga bahkan mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebanyak dua kali.
Kemacetan akibat ramainya warga yang tumpah ke jalan, terjadi mulai dari kawasan Simpang Dodik, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Di kawasan pantai Ulee Lheue, beberapa saat setelah gempa, sebagian warga meninggalkan rumah dan menuju ke pusat kota. Sehingga menimbulkan kemacetan parah di sekitar Simpang Jam.
Sementara, warga dari Lampulo, Peunayong, Kampung Mulia yang berusaha mencari tempat aman, menyesaki Simpang Lima hingga ke Simpang Surabaya.
“Kami meninggalkan rumah untuk sementara, karena kami juga melihat pergerakan burung dari arah laut. Nanti kalau sudah aman kami akan kembali lagi,” ujar Lailatussa’adah (37), warga Punge Jurong yang mengaku meninggalkan rumah dengan membawa seluruh anggota keluarganya.
Sementara, sejumlah relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banda Aceh, yang memantau situasi di beberapa wilayah terus mengimbau agar warga tidak panik. “Karena meski gempa cukup kuat, namu, kondisi laut terlihat cukup tenang,” lapor seorang relawan RAPI.
Sedangkan warga Mukim Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, yang berdekatan dengan Gunungapi Seulawah Agam, juga dilaporkan panik karena mengira gempa tersebut disebabkan aktivitas vulkanik gunung tersebut. namun setelah mengetahui gempa berpusat di laut, mereka pun mulai tenang.
Hingga pukul 23.00 WIB tadi malam, situasi di Kota Banda Aceh mulai berangsur tenang. Arus lalulintas pun dilaporkan mulai lancar dan terkendali. Namun, sebagian besar warga masih berada di luar rumah untuk memantau situasi.(nal/ari/yat)
Tidak Berpotensi Tsunami
SITUS Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa berada di koordinat 4.52 LU, 95.04 BT, atau 77 Km arah barat Aceh Jaya. Kepala BMKG Stasiun Mata Ie, Aceh Besar, Syahnan menyatakan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Sebelumnya, BMKG juga mencatat gempa berkekuatan 5,8 SR juga terjadi pada pukul 04.04 WIB, Kamis (10/1) dinihari, sekitar 503 Km sebelah barat daya Simeulue.
Meski sudah ada konfirmasi dari BMKG bahwa gempa tidak berpotensi tsunami, namun banyak warga yang tidak peduli dengan imbauan untuk tidak panik. Ketua RAPI Kota Banda Aceh, M Nasir Nurdin hingga tadi malam terus memantau relawannya yang tersebar di seluruh kawasan pesisir dan pusat Kota Banda Aceh.
“Jangan pernah menganjurkan masyarakat untuk pulang atau bertahan di lokasi. Sampaikan saja informasi dari BMKG bahwa tidak ada potensi tsunami. Kalau warga lebih nyaman berkumpul di lokasi yang dianggap aman, biarkan saja dan tolong dijaga agar tidak terjadi kepanikan,” kata Nasir dalam komunikasi radio.(nal)