Kuliner Aceh Hanya Dua Rasa
“KULINER Aceh, hanya ada dua rasa, enak dan enak sekali.”
Dalam sejarahnya, hampir tidak ada kuliner Aceh yang tidak cocok untuk disantap. Baik lidah wisatawan nusantara atau bagi turis asing. Aneka kue khas Aceh, misalnya, kecuali memiliki cita rasa yang aduhai, daya tahannya juga lumayan lama. “Bagi turis asing, kalau ingin menjadikan kue kering Aceh sebagai oleh-oleh bisa dibawa sampai ke Eropa, dan bahkan ke berbagai belahan bumi lainnya,” ungkap Adami.
Di samping makanan khas tersebut, masih banyak kuliner Aceh lainnya yang kini sangat diminati para pelancong. Rata-rata turis yang datang ke Aceh pasti mereka ingin memakan mie khas Aceh, gulai eungkot paya, bu sie itek, ayam tangkap, dan tentunya juga kuah beulangong khas Aceh.
Apa yang beda kuliner Aceh dengan lainnya. Kadisbudpar Aceh ini secara tegas mengatakan, kuliner Aceh beda dalam penanganannya. “Kalau daerah lain, mereka mengandalkan perbedaan dengan ungkapan ‘lain lubuk lain ikan, lain padang lain belalang,’ maka di Aceh yang berlaku, ‘lain ikan lain asamnya’,” kata Adami Umar.
Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat itu, di Aceh ada tujuh macam asam yang digunakan untuk membuat kuliner khas Serambi Mekkah dengan jenis ikan yang berbeda. “Kalau gulai eungkot (ikan) paya, misalnya, asam yang digunakan jeruk perut. Tapi, kalau untuk tongkol yang paling enak digunakan ya boh maken,” katanya.
Tujuh macam jenis asam dimulai asam sunti (belimbing), jeruk nipis (boh kuyun), boh kruet, boh maken, boh calong, boh peunteu, boh ple, kandeh, dan ada juga yang bernama asam cuka.(sir)