Rabu, 10 Juni 2026

Citizen Reporter

Uji Nyali di Ketinggian Angerpark

SETIAP negara punya keunikan dan keindahan tersendiri.

Tayang:
Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Uji Nyali di Ketinggian Angerpark
LISA TJUT ALI, asal Lampisang Aceh Besar, alumnus S2 Pendidikan Ekonomi Universiti Kebangsaan Malaysia, melaporkan dari Jerman

LISA TJUT ALI, asal Lampisang Aceh Besar, alumnus S2 Pendidikan Ekonomi Universiti Kebangsaan Malaysia, melaporkan dari Jerman

SETIAP
negara punya keunikan dan keindahan tersendiri. Begitu juga dengan Jerman. Kalau kita jalan-jalan ke Jerman, tidak akan terasa lengkap jika belum mengunjungi Kota Duissburg dan Dusselrdorf. Jika Dusselrdorf terkenal dengan pusat belanja dan dunia fesyennya, Duissburg justru terkenal dengan objek wisata Tiger & Turtle-Magic Mountain. Letaknya di Heinrich Hildebrand in Angerpark.

Tiger & Turtle-Magic Mountain ini merupakan tangga untuk pejalan kaki yang bentuknya berlekuk-liuk dan menjulang ke udara, sepintas seperti permainan roller coaster.

Sabtu siang lalu saya jalan-jalan ke Heinrich Hildebrand in Angerpark. Tujuan saya ke sana untuk menjawab rasa penasaran terhadap sebuah tangga yang melingkar di udara yang “heboh” dibincangkan.

Saat itu walau masih musim gugur, namun dinginnya tetap menusuk tulang. Embusan napas yang ke luar dari mulut persis seperti orang yang sedang mengembuskan asap rokok.

Transportasi untuk pergi ke objek wisata ini tidak terlalu rumit, karena lokasinya yang strategis meski berada di atas bukit pertambangan, Heinrich Hildebrand. Untuk sampai ke sana pengunjung dari Duisburg Hbf dapat naik Straßenbahn 903 Richtung (arah) Duisburg Mannesmann Tor 2, lalu turun di Haltestelle Berzelius.

Dari Haltestelle Berzelius akan langsung terlihat sebuah bukit yang rendah dengan puncaknya dihiasi tangga berlekuk-lekuk di udara. Dari halte ke lokasi bukit ini terdapat sebuah jalan setapak beraspal dan banyak pula jalan pintas yang dapat dijadikan alternatif oleh para pengunjung, seperti mendaki bukit tersebut.  

Dari kejauhan tangga melingkar ini terkesan kecil dan mudah untuk dinaiki. Namun, sesampai di lokasi ternyata tangga melingkar ini berukuran raksasa yang butuh nyali tangguh untuk menaiki setiap putarannya yang berlekuk-lekuk dan menjulang tinggi. Bahkan banyak di antara pengunjung yang tak berani menaiki tangga tersebut karena takut ketinggian (akrofobia). Namun, apabila pengunjung telah sampai di puncak ketinggian, rasa ngeri ini akan sedikit hilang dengan melihat keindahan alam sekitar Kota Duissburg dari atas. Banyak di antara mereka yang berfoto-foto sehingga lupa sedang berada di ketinggian.

Tinggi objek wisata tangga melingkar ini sekitar 45 meter. Terdiri atas 249 anak tangga yang dapat dinaiki dan mampu menampung 195 pengunjung. Tangga melingkar ini sepintas lalu hampir sama dengan permainan roller coaster yang juga memerlukan keberanian. Cuma, jika roller coaster kecepatannya diatur oleh mesin permainan dan baru dapat dihentikan jika sudah habis permainan. Tapi di tangga ini justru semuanya tergantung dari langkah kaki kita sendiri. Jika memang kita merasa takut atau pusing, maka kita dapat mengurungkan niat untuk menaiki puncak yang lebih tinggi dan menegangkan.

Tangga melingkar yang unik ini dirancang Heike Mutter dan Ulrich Genth. Kedua pria ini merupakan desainer ternama dari Hamburg. Rancangan ini mulai mereka bangun pada tahun 2008 dan dibuka untuk umum tahun 2010. Perancangan tangga melingkar yang menggunakan sekitar 120 ton baja galvanis ini diperkirakan menghabiskan dana sekitar 2 juta euro ($ 2,7 juta).

Tangga yang menggunakan 17 tiang penyanggah ini menghadap Sungai Rhine dan berada 85 meter di atas permukaan laut.

Keunikan tangga ini bukan saja menarik minat masyarakat setempat, tapi juga mampu menarik minat banyak pengunjung dari mancanegara. Amatan saya, makin menjelang malam makin banyak pengunjungnya. Kala malam jembatan ini terlihat lebih indah dengan hiasan lampu cantik yang terdapat di sepanjang pegangan tangga. Dari ketinggian jembatan ini mereka dapat melihat keindahan Kota Duissburg yang dikelilingi rumah-rumah bergaya Eropa klasik.

Masyarakat di sekitar lokasi ini memanfaatkan objek ini selain sebagai tempat pemotretan juga untuk berolah raga jalan dan setengah berlari.

Beberapa petunjuk dalam menaiki tangga ini juga terdapat di pintu utama tangga untuk maksud keamanan.  
Saat dalam perjalanan pulang saya sempat berpikir, Aceh yang banyak terdapat pegunungan akan semakin menarik jika dibangun objek wisata seperti ini. Dari ketinggian gunung nantinya kita dapat nikmati keindahan Kota Banda Aceh dan sekitarnya.
[email penulis:icha_harum@yahoo.com]

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved