Busra Plt Dirut Bank Aceh

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dikabarkan telah meneken Surat Keputusan (SK) Direksi dan Komisaris Sementara PT Bank Aceh

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dikabarkan telah meneken
Surat Keputusan (SK) Direksi dan Komisaris Sementara PT Bank Aceh pasca-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Aceh yang berlangsung Jumat 4 Januari 2013.

SK Gubernur Aceh yang diteken 11 Januari 2013 tersebut menempatkan Direktur Bisnis PT Bank Aceh, Busra Abdullah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh. Direktur Syariah Haizir Sulaiman ditunjuk menjadi direktur umum, dan Kepala Devisi Kepatuhan Ziqri A Gani ditunjuk sebagai direktur SDM dan kepatuhan.

Tiga direksi PT Bank Aceh sebelumnya, yaitu Islamuddin yang menjabat dirut, Irfan Sofni direktur umum, dan Tawakallah sebagai direktur kepatuhan tidak dilanjutkan. Sedangkan untuk jajaran komisaris, gubernur menetapkan tiga orang, yaitu Sekda Aceh T Setia Budi sebagai komisaris utama. Dr Islahuddin bersama satu orang mantan Dirut BPD Aceh yaitu Aminullah Usman SE Ak menjadi anggota komisaris. Sedangkan tiga lagi anggota komisaris, yaitu Muhammad Jamil, Husaini Ismail, dan Mirza Tabrani, tidak dilanjutkan.

 Belum dapat SK
Busra Abdullah yang dimintai tanggapannya terhadap penunjukan dirinya sebagai Plt Dirut Bank Aceh mengaku sudah mendengar kabar itu dari sumber-sumber di jajaran Pemerintah Aceh, namun dirinya belum mendapatkan SK. “Ya, ada dengar-dengar tetapi sampai kini kami belum mendapatkan SK,” kata Busra menjawab Serambi, kemarin.

Busra mengungkapkan, setelah gubernur bersama 23 bupati/wali kota se-Aceh melaksanakan RUPSLB PT Bank Aceh, Jumat dua pekan lalu, dirinya bersama Haizir Sulaiman dan Ziqri A Gani dipanggil ke pendopo. “Dalam pertemuan waktu itu, gubernur mengatakan kepada kami bertiga akan diserahi tugas melanjutkan kepemimpinan PT Bank Aceh pasca-RUPSLB,” ujar Busra.

Sekda Aceh T Setia Budi yang ditanyai hal serupa mengaku belum mengetahui secara jelas apakah dirinya ditunjuk kembali menjadi Komisaris Utama PT Bank Aceh atau tidak. “Selaku pejabat negara kami siap menjalankan tugas.  Kewenangan untuk penunjukan itu sepenuhnya ada pada gubernur,” kata Setia Budi.

 Diteken Jumat
Sumber-sumber yang layak dipercaya di jajaran Pemerintah Aceh mengungkapkan, pada hari Jumat 11 Januari 2013, Gubernur Aceh Zaini Abdullah telah menandatangani SK Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Bank Aceh bersama dua direksi dan tiga komisaris sementara bank milik pemerintah daerah tersebut.

SK penunjukan direksi dan komisaris sementara yang baru itu, menurut sumber Serambi akan diserahkan Gubernur Zaini, Senin (14/1) kepada keenam pejabat direksi dan komisaris baru yang ditunjuk menjadi pelaksana tugas sampai ada pejabat direksi dan komisaris yang baru. Target Plt itu, biasanya paling cepat enam bulan ke depan dan paling lama satu tahun.

Direksi dan komisaris yang ditunjuk, mulai tanggal penandatangan SK, yaitu Jumat 11 Januari 2013 telah bisa melaksanakan tugasnya masing-masing dan diminta untuk mempersiapkan calon direksi maupun komisaris yang baru untuk dipilih dalam RUPS berikutnya, untuk penetapan pejabat direksi dan komisaris yang definitif.(her)

direksi dan komisaris
sementara bank aceh

* Busra Abdullah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut * Haizir Sulaiman direktur umum * Ziqri A Gani Direktur SDM dan Kepatuhan * T Setia Budi komisaris utama * Dr Islahuddin dan Aminullah Usman anggota komisaris

yang tidak dilanjutkan
* Islamuddin (sebelumnya menjabat dirut) * Irfan Sofni (sebelumnya direktur umum) * Tawakallah (sebelumnya Direktur Kepatuhan) * Muhammad Jamil, Husaini Ismail, Mirza Tabrani (sebelumnya anggota komisaris)

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help