'Terminal' Liar Macetkan Jalan
Kalangan anggota DPRK dan warga Lhokseumawe berharap Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata setempat
Tak hanya itu, akibat banyaknya ‘terminal’ liar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lhokseumawe dari sektor ini akan berkurang. Karena mobil penumpang antarkabupaten atau antarprovinsi tak menaikkan dan menurunkan penumpang melalui terminal yang resmi.
Pantauan Serambi, dalam sepekan terakhir di sejumlah lokasi ‘terminal’ liar tersebut, banyak angkutan penumpang parkir di badan jalan jalur kiri untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Seperti di Simpang Selat Malaka. Padahal, lebar badan jalan ke arah Bireuen bisa dilewati sampai dua mobil. Namun, akibat ada antrean angkutan penumpang di pinggir jalan, membuat jalur tersebut sempit, sehingga kendaraan dibelakangnya harus antre untuk melewati kawasan ‘terminal’ liar tersebut.
“Khusus di Simpang Selat Malaka, saat jam pulang kantor atau jam pulang sekolah, sering terjadi kemacetan panjang. Ini akibat mobil harus antre untuk melewati mobil angkutan penumpang yang cari penumpang di situ,” ujar Dedi Adam (33), warga Uteuen Bayi, kepada Serambi, Rabu (16/1). Karenanya, ia sangat berharap Pemko segera menertibkan ‘terminal’ liar tersebut, karena sangat mengganggu lalu lintas.
Ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus, juga mengakui akibat adanya ‘terminal’ liar sering terjadi kemacetan di jalan, di samping mengurangi jumlah PAD dari sektor terminal. Karenanya, ia juga meminta dinas terkait bekerja sama dengan Satlantas untuk menertibkan sejumlah lokasi yang selama ini dijadikan ‘terminal’ liar.
“Caranya antara lain menyiagakan petugas di lokasi-lokasi ‘terminal’ liar itu atau ada upaya lain. Kita harapkan dalam satu bulan ke depan tak ada lagi mobil angkutan umum yang menaikkan atau menurunkan penumpang di lokasi yang dilarang,” pintanya.(bah)
Segera Dibahas
MEMANG benar, ada enam titik yang dijadikan ‘terminal’ liar di wilayah Kota Lhokseumawe. Untuk penertiban lokasi-lokasi tersebut memang sudah menjadi target kami. Dalam waktu dekat, kita akan lakukan pertemuan dengan pemilik usaha angkutan dan perwakilan jasa angkutan, untuk membicarakan masalah tersebut. Mulai Februari mendatang, kita juga akan mulai melakukan razia dan patroli rutin di lokasi-lokasi tersebut.
* Ishaq Rizal, Kadis Perhubungan, Kebudayaan, dan Pariwisata Lhokseumawe.(bah)