Sabtu, 5 September 2015

Gempa Darat Guncang Aceh

Rabu, 23 Januari 2013 09:50

Gempa Darat Guncang Aceh
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
puluhan warga mendaki gunung Carak di Desa Sentosa, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, untuk menyelamatkan diri dari ancaman tsunami setelah terjadinya gempa pada Selasa (22/1) sekitar pukul 05.12 WIB pagi.

BANDA ACEH - Gempa 6,0 Skala Richter (SR) yang terjadi Selasa (22/1) subuh pukul 05.22 WIB menimbulkan kerusakan serius di sejumlah kawasan Pidie, di antaranya Kecamatan Manee, Geumpang, dan Tangse. Gempa yang dipicu pergerakan sesar (patahan) Sumatera itu juga merenggut satu korban nyawa, belasan luka-luka, dan puluhan bangunan roboh.

Gempa yang terjadi pasa Selasa subuh kemarin sempat memunculkan kesimpangsiuran. BMKG menginformasikan gempa berkekuatan 6 SR pada 22 Januari 2013 pukul 05:22:42 WIB berlokasi 5,49 LU, 95,21 BT, 15 kilometer barat daya Banda Aceh dengan kedalaman 84 kilometer.

Pada saat yang hampir bersamaan USGS (Badan Geologi Amerika Serikat) menginformasikan gempa bumi berlokasi 4,961 LU, 96,083 BT di darat, 35 kilometer barat daya Reuleuet dengan kekuatan 5,9 SR, kedalaman 16 kilometer.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Ir Said Ikhsan didampingi Tim Geologinya, kepada Serambi, Selasa (22/1) mengungkapkan, pusat gempa tektonik pada Selasa subuh itu di antara Kecamatan Manee dengan Geumpang, Kabupaten Pidie dengan kedalaman 10-17 kilometer. “Informasi itu diketahui setelah USGS di Amerika dan Pusat Survei Geologi Jerman (GFZ) mengirimkan rekaman laporan gempa tektonik di Pulau Sumatera tersebut ke Distamben Aceh,” kata Said Ikhsan.

Said Ikhsan bersama Tim Geologi Distamben Aceh yang diketuai Kabid Geologi, Akmal Husin didampingi Kasie Geologi, Mukhlis bersama dua staf lainnya, Selasa kemarin meninjau langsung kondisi di sekitar pusat gempa.

Akmal menjelaskan, informasi dari USGS dan GFZ terbukti di lapangan dengan ditemukan tanda-tanda terjadinya gempa tektonik, yaitu badan jalan retak dengan kerenggangan 5-10 cm di Km 69 Beureunuen-Geumpang. Pada jarak satu kilometer dari lokasi badan jalan yang retak, ditemukan puluhan rumah penduduk berkonstruksi cor semen tanpa tulang besi runtuh. Sedangkan bangunan berkonstruksi beton bertulang hanya retak. “Rumah korban meninggal dunia juga berkonstruksi beton namun tidak menggunakan tulang besi. Dinding kamar tidurnya roboh menimpa korban,” kata Akmal.

Kabid Geologi Distamben Aceh, Akmal Husin menjelaskan, gempa tektonik yang terjadi Selasa subuh kemarin karena dua lempeng bumi, yaitu lempeng Australia dan Euresia saling menekan atau bertumbukan, sehingga belahan bumi Pulau Sumatera mengalami pergeseran.

Halaman1234567
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas