• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Serambi Indonesia

Polisi Gagalkan Penyelundupan Mobil Sabang

Rabu, 23 Januari 2013 09:14 WIB
Polisi Gagalkan Penyelundupan Mobil Sabang
SERAMBI/M ANSHAR
Polisi memperlihatkan dua unit mobil seludupan dari Pulau Sabang yang diamankan di Ditpol Air, Polda Aceh, Lampulo, Banda Aceh, Selasa (22/1). Kedua mobil bekas Singapura yang diangkut dengan boat nelayan tersebut yakni Honda Jazz yang telah dipalsukan nopol BL 412 FA dan Mitsubishi Galant nopol BL 1186 XA.
* Diangkut Dengan Boat KMPA

BANDA ACEH - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpol Air) Polda Aceh, menggagalkan upaya penyelundupan dua unit mobil impor tak berizin, yang dibawa dari Sabang ke Banda Aceh, Selasa (22/1) dini hari.

Kedua mobil jenis Honda Jazz yang telah terpasang nomor polisi (nopol) palsu BL 412 FA dan Mitsubishi Galant BL 1186 XA (juga plat palsu) itu diangkut menggunakan boat nelayan KMPA. Rencananya, boat tersebut sandar di Kuala Gigeng, Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar itu.

Kepala Satuan Patroli Daerah (Kasatrolda) Ditpol Air Polda Aceh, AKBP Azas Siagian SH MH menjelaskan, penangkapan itu berawal dari informasi yang disampaikan Tim Intelijen Maritim di Sabang. Begitu boat nelayan itu disandarkan di Kuala Gigeng, anggota Pol Air langsung mengamankan dua anak buah kapal (ABK), dan pemilik boat bersama barang bukti. Sedangkan Nakhoda bernama boat bernama Janin asal Pidie, berhasil melarikan diri setelah mengelabui petugas dengan dalih ingin membeli sesuatu di warung tak jauh dari lokasi penangkapan.  

“Pengakuan pemilik boat, untuk ongkos angkut setiap satu unit mobil itu dihargai Rp 5 juta. Sejauh ini, nama pemilik kedua mobil tersebut masih dalam pengembangan,” pungkas Azas.

Terkait penggunaan Nopol palsu, pihaknya masih didalami dengan meminta bantuan Ditlantas. Sementara mengenai pelanggaran kepengabeanan tentu kami akan memminta bantuan dari Bea Cukai dan Syahbandar sebagai saksi ahli. “Sanksi hukum terhadap pelanggaran ini akan dijerat dengan Undang-undang (UU) Pelayaran dan UU Kepabeanan dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun,” tegasnya.(mir)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas