Rabu, 10 Juni 2026

Kisah Cinta Yusef dan Ghada di Tengah Perang Suriah

"Saya ingin perang segera berakhir, sehingga kami bisa memulai hidup kami bersama anak-anak,"

Tayang:
zoom-inlihat foto Kisah Cinta Yusef dan Ghada di Tengah Perang Suriah
JM LOPEZ / AFP
Yusef dan Ghada menjalani kisah cinta yang penuh liku dan perjuangan di tengah perang yang menghancurkan kota Aleppo, Suriah.

SERAMBINEWS.COM, ALEPPO - Cinta memang kekuatan yang paling dahsyat di dunia ini. Bahkan, perang dahsyat yang terjadi di kota Aleppo, tak bisa memadamkan cinta antar anak manusia.

Yusef dan Ghada dua warga kota Allepo, Suriah ini bertemu lewat situs jejaring sosial Facebook. Keduanya menjalin cinta dan sepakat untuk melanggengkan cinta mereka ke jenjang perkawinan.

Sayangnya akibat konflik bersenjata berkepanjangan di Suriah, maka tak satupun pengadilan agama yang beroperasi di Aleppo. Alhasil keduanya memutuskan untuk mengucapkan janji pernikahannya di hadapan seorang komandan pasukan pemberontak Suriah.


"Upacaranya sangat cepat. Kami menandatangani surat, bertukar cincin, dan kami sudah menikah. Bapak komandan (yang juga seorang ulama) nampaknya terlalu sibuk untuk membacakan kami ayat-ayat Al Quran," kata Yusef (26) sambil tertawa.


Pernikahan antara anggota pemberontak yang juga kerap membantu wartawan asing yang darang ke Suriah, serta kekasihnya yang berusia 33 tahun itu tak hanya membahagiakan pasangan ini namun juga memberi berkah untuk pasukan pemberontak di Allepo.


Akibat pernikahan ini, pasukan pemberontak bisa beristirahat sejenak bagi pasukan yang menguasai distrik Sukkari di bagian tenggara Aleppo. Mereka menembakkan senapan serbu AK-47 ke udara sebagai tanda ikut berbahagia atas pernikahan ini.


"Selamat! Semoga Tuhan memberi kalian anak yang banyak," kata salah seorang anggota pemberontak saat kedua mempelai menari dalam lingkaran yang dibuat kawan-kawan mereka.


"Kita tak akan biarkan perang merusak hidup kami. Kami tak tahu kapan perang akan berakhir. Bisa jadi beberapa bulan lagi, atau mungkin 10 tahun lagi. Apakah saya harus menunggu perang selesai untuk melanjutkan hidup?" kata Yusef.


Sayangnya, tak satupun keluarga Ghada yang hadir dalam pernikahan putrinya ini. Sebab, keluarga Ghada tinggal di sisi lain kota yang terhalang wilayah yang dikuasai pasukan pemerintah Suriah.


Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved