Rabu, 10 Juni 2026

Bekali Ilmu Agama untuk Napi Wanita

DUA tahun setelah terbentuk, majelis taklim Ihya Unnisa’ mulai konsen di bidang sosial

Tayang:
Editor: hasyim
DUA tahun setelah terbentuk, majelis taklim Ihya Unnisa’ mulai konsen di bidang sosial. Para anggota majelis memperkuat solidaritas internal organisasi, membantu anggota majelis yang kurang mampu, mulai dari menghibah tanah, merehab dan membangun rumah bagi anggota majelis.

Ihya Unnisa’ juga menyekolahkan anak-anak pengurus/anggota majelis ke pesantren Al-Muslimun di Lhoksukon, Aceh Utara. “Solidaritas kita awali dengan memperkuat silaturahmi sesama anggota. Kami sudah seperti keluarga sendiri, jika ada persoalan pada salah satu anggota, kami selalu bermusyawarah untuk mencari solusi,” kata Ketua Majelis Taklim Ihya Unnisa’, Kurniawati.

Pada 2007, Pengurus Ihya Unnisa’ mulai melakukan pembinaan melalui pengajian untuk pada narapidana (napi) wanita di Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas IIA Lhokseumawe. Program ini mendapat sambutan baik dari napi, apalagi saat itu belum ada yang melakukan pembinaan itu. “Rencana awal, program ini hanya sementara. Tapi karena ada permintaan dari napi, sehingga kami lanjutkan sampai sekarang,” kata Kurniawati.

Pengajian napi wanita ini dilakukan setiap Rabu. Para napi diajarkan membaca Alquran dan ilmu agama, dengan harapan setelah menjalani masa hukuman mereka akan menjadi pribadi yang taat dan bermanfaat bagi masyarakat. Pengurus dan anggota majelis secara sukarela dan bergantian mengisi pengajian di LP.

Setiap hari-hari besar keagamaan, tambah Kurniawati, pengurus Ihya Unnisa’ juga mendatangkan ustadz untuk mengajarkan para napi. “Mereka saudara kita juga, cuma nasib mereka kurang beruntung, mungkin saja karena desakan ekonomi,” kata wanita yang akrab disapa Ita.

Keterampilan

Kecuali membekali ilmu agama, pengurus Ihya Unnisa’ juga mengajarkan berbagai keterampilan bagi par anapi wanita, seperti cara membuat kue agar mereka bisa membuka usaha sendiri. “Saat ini yang baru terealisasi cuma buat kue. Rencananya kami juga mengajarkan keterampilan lain, tapi belum ada waktu,” kata Ita.

Selain untuk napi wanita di LP Kelas IIA Lhokseumawe, majelis taklim inijuga mengajarkan cara membuat aneka kue bagi ibu-ibu di sejumlah desa dalam Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. “Di kawasan Kandang banyak ibu-ibu yang kami bekali cara membuat kue, tujuan kami sama seperti mengajarkan keterampilan kepada napi, supaya ibu-ibu itu bisa membuka usaha,” pungkas Kurniawati.(jafaruddin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved