Tanah Lapter Sibunung Amblas
Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishub Infokom) Galus langsung memplotkan anggaran sebesar Rp 9,5 miliar
* Dishub Galus Plotkan Rp 9,5 Miliar
BLANGKEJEREN - Lapangan terbang (Lapter) Sibunung Blangtenggulun, Blangkejeren, Gayo Lues (Galus), sebagian tanahnya telah amblas dan muncul seperti gua bawah tanah. Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishub Infokom) Galus langsung memplotkan anggaran sebesar Rp 9,5 miliar untuk melanjutkan pembangunan lapter tersebut pada tahun ini.
Bandara ini yang dibangun pada 2008 dan 2009 dengan anggaran miliaran rupiah belum bisa difungsikan, sehingga harus diplotkan kembali anggaran baru. Kadishub dan Infokom Galus, Muhammad Ali, kepada Serambi, Kamis (31/1) mengatakan pembangunan lapter yang dimulai 2008 akan menghabiskan dana Rp 64,6 miliar, berdasarkan perencanaan awal.
Dan untuk tahun 2013 ini, sebutnya, dana sebesar Rp 9,5 miliar yang bersumber dari dana Otsus kembali dikucurkan. Dia menyebutkan, dana yang telah dihabiskan pada pembangunan tahap awal mencapai Rp 19 miliar, yakni pada 2008 sebesar Rp 8 miliar bersumber dari BRR-NAD dan 2009 sebesar Rp 11 miliar.
Ali menyebutkan rencana anggaran awal harus direvisi, karena telah muncul lubang besar seperti gua. Apalagi, pada 2010 tidak ada alokasi anggaran untuk lanjutan pembangunan. “Pada tahun 2010, tidak ada alokasi anggaran untuk Lapter Sibunung,” kata Muhammad Ali.
Disebutkan, seusai perencanaan ulang, maka semua lubang seperti gua harus digali kembali dan bangunan di atas juga dibongkar, serta pembangunan baru jalur pacu pesawat (run way) sepanjang 705 meter. Begitu juga dengan pengorekan kanan-kiri run way sepanjang 80 meter, tempat lubang seperti gua berada.
Pada 2011, sebutnya, sempat dialokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar, dana untuk perencanaan ulang. Kemudian, pada 2012, kembali diplotkan anggaran Rp 7,82 miliar, juga bersumber dari dana Otsus Provinsi dan kabupaten, khususnya untuk pengadaan geogred dan giotesktil bersama pipa.
Dirincikan, dana Rp 7,82 miliar digunakan untuk pengadaan Geogred dan pemangkasan gunung sebanyak Rp 2 miliar. Sedangkan sisanya, sebesar Rp 5,82 miliar digunakan untuk pembangunan run way, termasuk pengadaan giotekstil dan pipa.
Sedangkan pada tahun ini, dana Rp 9,5 miliar untuk pengaspalan sepanjang 95 meter dan pemangkasan gunung. Ali menjelaskan, dana Rp 5,82 miliar hanya bisa melakukan pengaspalan setebal 3 cm atau kurang dari rencana awal, 10 cm. Walaupun demikian, dia menegaskan pada awal 2014, lapangan terbang ini sudah bisa diujicoba dengan pesawat MBA.(c40)
alokasi anggaran
* Kebutuhan Rp 64,4 miliar
* 2008 Rp 8 miliar
* 2009 Rp 11 miliar
* 2011 Rp 1 miliar
* 2012 Rp 7,82 miliar
* 2013 Rp 9,5 miliar