A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bupati: Ungkap Pengoplos Mitan - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Bupati: Ungkap Pengoplos Mitan

Minggu, 3 Februari 2013 09:28 WIB
MEULABOH - Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah menyatakan prihatin terhadap kasus warga di Aceh Barat dalam beberapa waktu terakhir menjadi korban terbakar saat menyalakan teplok menggunakan minyak tanah (mitan) yang diduga bercampur bensin.

Karena itu, ia berharap pelaku yang diduga mengoplos bensin dengan mitan itu segera ditangkap dan  diadili sebab perbuatannya telah menyebabkan orang lain menderita bahkan meninggal dunia. “Harapan kita diungkap kasus itu sebab sudah sangat meresahkan,” ujar Bupati Alaidinsyah kepada Serambi, Jumat (1/2).

Bupati menyatakan pihaknya berharap kasus warga terbakar tidak lagi terjadi dan kepada pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini sehingga mitan yang diduga bercampur bensin tidak lagi beredar di tengah masyarakat.

Bahkan ia sudah meminta pihak Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi bersama Pertamina melalukan ‘uji petik’ di seluruh tempat penjualan minyak tanah untuk dilakukan pemeriksaan. Bila ditemukan mitan oplos harus disita dan pelakunya ditindak.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menggunakan mitan serta membeli di tempat penjualan resmi yakni di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Barat. “Terhadap warga yang terbakar karena disambar api saat menyalakan teplok ini sudah saya pemerintahkan Dinas Sosial melakukan pendataan serta melakukan upaya sehingga bisa dibantu sesuai kemampuan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai Sik kepada Serambi, Sabtu (2/2) mengatakan, kasus mitan yang ditangkap pada Rabu (30/1) sore lalu masih didalami. Pihaknya akan mengirim sampel mitan itu ke Medan guna diperiksa di laboratorium. Selain itu pihaknya sudah memerintahkan seluruh jajaran melakukan penyelidikan termasuk memintai keterangan pada korban yang terbakar teplok sehingga akan diketahui asal dan pemasok mitan tersebut.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar membeli minyak tanah pada tempat yang resmi seperti di Stasiun Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Barat yang sudah dibuka oleh Pertamina sehingga ke depan diharapkan tidak terjadi lagi kasus warga terbakar teplok.(riz)

Tim RSUD Temui Korban Teplok

PADA Jumat (1/2) siang sebuah tim dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, beranggota dr Eman dan kepala IGD RSUD, Winarko bersama perawat berupaya menjemput Ani, korban kebakaran di rumah di  Alu Tampak, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat untuk diobati. Namun setelah diperiksa, kondisi korban lampu teplok berbahan bakar mitan oplos yang semula enggan dibawa ke RSUD sebab tak cukup uang untuk menebus harga obat ini, sudah mulai membaik.  

“Setelah ditemui oleh tim kita kondisinya sudah membaik dan tidak dibawa lagi ke RSUD,” ujar Afrizal, Kepala Tata Usaha RSUD Cut Nyak Dhien yang juga Ketua JKA Aceh Barat.

Menurut Afrizal, tim juga sudah memberikan penjelasan kepada korban agar tidak perlu takut dan cemas bila dibawa ke RSUD sebab pasien JKA tidak dipungut biaya dan obat diberikan secara gratis. “Artinya masyarakat tidak perlu takut dan terhadap laporan dikutip biaya adalah tidak benar,” katanya.(riz)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
150773 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas