Selasa, 9 Juni 2026

Blok Migas Singkil Mulai Disurvei

Tim perusahan Nations Petroleum mulai melakukan survei minyak dan gas (migas) di Blok Singkil, Kamis (7/2). Survei awal itu dilakukan untuk

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Blok Migas Singkil Mulai Disurvei
SERAMBI/DEDE ROSADI
Tim Nations Petroleum bersama Bupati Aceh Singkil, Safriadi, milihat bekas sumur bor migas di Gosong Sianje, Pulau Banyak, Rabu (7/2).
* Bupati Tertahan di Pulau

SINGKIL - Tim perusahan Nations Petroleum mulai melakukan survei minyak dan gas (migas) di Blok Singkil, Kamis (7/2). Survei awal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi wilayah, sosial, dan budaya masyarakat setempat jika deposit migas di wilayah itu nantinya dieksplorasi bahkan dieksploitasi.

Survei dimulai dari Kepulauan Banyak. Tim berangkat dari Singkil, Rabu (6/2) sore, menggunakan tiga speedboat. Diantar langsung oleh Bupati Aceh Singkil, Safriadi SH, Sekda HM Yakub KS, Asisten I Azmi, Sekretaris Bapedalda, Nazri, dan pejabat lainnya.

“Kami dari pemkab hanya memfasilitasi, sedangkan izinnya wewenang provinsi. Kita berharap, hasil survei awal ini berjalan baik. Ini semua untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Safriadi menjawab Serambi kemarin.

Sebelum turun ke lapangan, di Pulau Balai, tim survei melakukan pertemuan dengan Camat Pulau Banyak Safnil, Camat Pulau Banyak Barat Hasbi, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, Jhones, salah satu anggpta tim Nations Petroleum, menguraikan latar belakang perusahaannya. Ia juga membahas peta estimasi titik sumur migas dan rencana kerja. Termasuk ia jelaskan tahapan pekerjaan yang harus dipahami masyarakat.

“Survei ini merupakan bahan untuk menyampaikan proposal ke Dirjen Migas. Yang harus dipahami, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama,” jelasnya.

Blok Singkil merupakan wilayah terbuka. Penelitian bersama lanjutan dilakukan bekerja sama dengan universitas yang ditunjuk. Jika hasil penelitian itu menunjukkan kandungan migas bernilai ekonomis, maka selanjutnya akan dilaksanakan kontrak kerja sama. “Studi bersama makan waktu cukup lama, hampir setahun. Tujuannya untuk melakukan kajian. Jika potensinya tidak bagus, maka berakhir sampai di sini. Tapi jika hasilnya bagus, maka akan dilanjutkan. Ini hanya studi, tidak ada kegiatan fisik,” kata Selamet, juga dari Nations Petroleum.

Usulan eksplorasi nantinya, menurut dia, tetap melalui proses lelang. Namun, karena Nations Petroleum sudah melakukan penelitian, dia harapkan perusahaan itu mendapat prioritas. “Survei awal hanya mengumpulkan data geografis dan sosial. Kondisi sosial sangat penting. Kami ingin, kehadiran perusahaan kami membuat masyarakat senang. Kegiatan kami tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” timpalnya.

 Sementara itu, warga mengaku sangat senang dan mendukung kehadiran perusahan migas tersebut. Masyarakat janji akan menggelar doa bersama setiap habis shalat Magrib dengan harapan daerah ini benar-benar memiliki kandungan migas yang bernilai ekonomis dan dapat menyejahterakan seluruh masyarakat setempat.

Tim Nations Petroleum didampingi Bupati Safriadi juga melihat titik estimasi migas di Ujung Amerika (sebuah nama lokasi di Pulau Banyak) dan bekas sumur bor di Gosong Sianje, Kecamatan Pulau Banyak. Setelah itu, tim akan melanjutkan survei ke wilayah Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, dan Kecamatan Singkil.

Akibat angin kencang dan besarnya gelombang Kamis sore kemarin, rombongan Bupati Aceh Singkil dan tim survei migas itu tertahan di Pulau Palambak Besar, Kecamatan Pulau Banyak.

Serambi yang ikut dalam rombongan itu, tertahan sejak pukul 10.00 WIB. Hingga pukul 15.30 WIB kemarin badai belum juga reda. Azwar, nakhoda speedboat yang membawa rombongan tim survei ke Pulau Tuangku, ketika berhasil merapat ke Pulau Palambak mengatakan bahwa ombak besar. Kondisi seperti itu tak memungkinkan jika harus memaksakan diri menyeberang ke daratan Singkil. Bupati Safriadi juga tidak mengizinkan rombongan berlayar dalam cuaca buruk.

Alhasil, rombongan bertahan di Pulau Palambak Besar. Untung di pulau yang terdapat cottage itu ada warung, sehingga rombongan tak sampai kelaparan.

Setelah ombak agak reda, rombongan coba mengarungi laut mengarah ke Singkil, tapi gagal. Akhirnya, diputuskan singgah di Pulau Balai.  Dari pulau itu rombongan bupati memutuskan naik boat pengangkut semen ke Singkil. Sedangkan speedboat ditinggal di Pulau Balai.

Saat berita ini dikirim dari boat, rombongan masih mengarungi lautan sekitar 25 menit dari Pulau Balai. Ombak begitu terasa mengalun boat semen yang ditumpangi bupati dan rombongan. (c39)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved