Polisi Minta Pria Bertato Menyerah
Polres Lhokseumawe meminta anggota gerombolan pria bertato yang terlibat dalam penyekapan terhadap dua pasang remaja asal
LHOKSEUMAWE - Polres Lhokseumawe meminta anggota gerombolan pria bertato yang terlibat dalam penyekapan terhadap dua pasang remaja asal Kecamatan Samudera, Aceh Utara di kawasan Blang Kulam, Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu (6/2) segera menyerahkan diri sebelum semuanya ditangkap.
“Kita imbau semua pelaku menyerah karena berdasarkan keterangan dua tersangka yang sudah kami tangkap dan korban, semua nama penyekap empat remaja itu sudah kami ketahui. Bila mereka menyerahkan diri, akan ada pertimbangan saat proses hukum nanti,” jelas Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH, Minggu (10/2).
Kasat memastikan pelaku penyekapan itu lebih dari 10 orang dan mereka semuanya berasal dari desa-desa di sekitar lokasi air terjun Blang Kulam. Dikatakan, pihaknya telah mengejar pelaku ke tempat tinggal mereka masing-masing. Namun, lanjut Supriadi, semua pelaku sudah tak lagi berada di desanya. “Karena semua tersangka sudah kita ketahui, mereka akan terus diburu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Kasat Reskrim.
Untuk sementara, tambah AKP Supriadi, barang bukti dalam kasus itu yang diamankan pihaknya adalah sepada motor dan handphone korban. “Sedangkan kedua tersangka yang sudah kita tangkap masih ditahan di sel Mapolres Lhokseumawe untuk proses hukum lanjutan,” demikian AKP Supriadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, segerombolan pria bertato, Rabu (6/2) sore menyekap dua pasang remaja asal Kecamatan Samudera di kawasan objek wisata Blang Kulam, Kutamakmur, Aceh Utara. Keempat remaja itu baru dilepas setelah orang tuanya membayar uang tebusan Rp 5 juta dari Rp 12 juta yang diminta penyekap. Keempat remaja itu adalah Zulfikri (21) berpasangan dengan Nurmala (19), dan Helmi (17) dengan Araiyan (19). Polisi telah menangkap dua tersangka, yaitu Mahmuddin (45), warga Desa Paloh Iboh, dan M Yacob (35), warga Desa Panton Rayeuk Sa, Kecamatan Kutamakmur.(bah)
Mahasiswa Sesalkan Praktik Premanisme
SEKRETARIS Komite Mahasiswa dan Pelajar Kutamakmur, Muhadir, dalam siaran pers yang diterima Serambi, kemarin, menyesalkan praktik premanisme yang dilakukan sekelompok pria bertato terhadap empat remaj pengunjung tempat wisata Blang Kulam. “Praktik main hakim sendiri terhadap orang yang diduga melakukan khalwat bukanlah cara yang tepat, apalagi dilakukan dengan tujuan untuk mencari keuntungan sendiri,” ujarnya.
Karena itu, Muhadir berharap aparat penegak hukum dapat memberantas dan memproses praktik premanisme sesuai hukum yang berlaku. “Karena kejadian seperti itu bisa menjadi preseden buruk bagi pengelolaan tempat wisata Blang Kulam di masa mendatang,” harap Muhadir.(bah)