Diduga Dianiaya, Bocah Meninggal
Eri Surya Akbar (5), bocah asal Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Selasa (12/2) sekitar pukul 20.00 WIB
LHOKSEUMAWE - Eri Surya Akbar (5), bocah asal Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Selasa (12/2) sekitar pukul 20.00 WIB, meninggal dunia di Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe dengan luka sekujur tubuhnya. Bahkan, pada bagian kemaluan bocah itu ditemukan luka seperti teriris. Pihak keluarga menduga Eri meninggal akibat dianiaya. Karena itu, keluarga Eri, Selasa (12/2) sekitar pukul 21.00 WIB melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lhokseumawe untuk diusut.
Sedangkan ayah tiri Eri, Her (32) kepada istrinya Sukmidar (ibu kandung Eri), mengaku Eri terjatuh dari sepeda motor (sepmor) saat dirinya membawa pulang dari kawasan Dewantara menuju Lhokseumawe, Selasa (12/2) sore.
Informasi yang dihimpun Serambi, Selasa (12/2), Her menjemput anak tirinya, Eri ketika sudah pulang sekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Desa Blang Panyang. Lalu membawanya ke kawasan Dewantara untuk dibelikan tas. “Tiba-tiba, sorenya suami saya (Her-red) mengabari bahwa Eri sudah di rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe. Dia mengatakan Eri mengalami luka akibat terjatuh dari sepmor saat dibawa pulang,” ujar Sukmidar kepada Serambi, kemarin.
Lalu, dirinya langsung menuju ke Rumah Sakit Kesrem untuk melihat anaknya. “Saya menemukan luka di bagian kemaluan anak saya seperti teriris, lebam pada kaki kanan dan lengan kiri serta bagian kepala. Saya melihat ada keanehan yang menyebabkan anak saya meninggal. Saya tak yakin Eri jatuh dari sepmor,” ungkapnya.
Tak lama kemudian, tambah Sukmidar, Selasa malam pihak keluarganya mendatangi Polres Lhokseumawe untuk melaporkan kejadian tersebut. Mereka minta polisi mengusut tuntas penyebab kematian Eri. “Setelah mengantar jenazah anak saya ke Blang Panyang, suami saya juga pamit dengan alasan mencari uang ke kawasan Bireuen untuk biaya perawatan Eri. Tapi, sampai tadi pagi (kemarin-red) belum juga kembali,” kata Sukmidar.
Usai dimandikan di Blang Panyang, jenazah bocah tersebut dibawa ke kawasan Ujong Blang, Lhokseumwe untuk dikebumikan di desa asal ayah kandungnya, Ferizal.(c37)
Dalam Penyelidikan
KAPOLRES Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi MH menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga Eri, Selasa malam. “Namun, kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian bocah tersebut karena masih dalam penyelidikan, apalagi kita belum dapat hasil visum,” ujar Kasat Reskrim. Untuk membuktikan penyebab kematian bocah tersebut, tambah Supriadi, pihaknya masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Jika nanti ada dugaan pidana, kasus itu pasti akan kita usut tuntas. Jika tidak, ya kita hentikan,” jelasnya.(c37)