A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Gubernur: Penyabot Pelantikan Ditindak - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 27 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Gubernur: Penyabot Pelantikan Ditindak

Sabtu, 16 Februari 2013 14:03 WIB
Gubernur: Penyabot Pelantikan Ditindak
SERAMBI/M ANSHAR
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah saat menerima kunjungan Forum LSM di Pendopo Gubernur Aceh, Jumat (15/2).
BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengaku sudah mengetahui orang-orang yang melakukan kesalahan fatal, dalam artian memasukkan nama PNS yang telah meninggal dan pejabat terlibat khalwat serta hal-hal aneh lainnya ke dalam daftar pelantikan 422 pejabat eselon II, III dan IV pada 5 Februari 2013 lalu.

“Disengaja atau tidak, tindakan sabotase dalam pelantikan 422 pejabat eselon II, III, dan IV itu, sangat memalukan Pemerintah Aceh. Karena itu, pelakunya segera ditindak,” tegas Gubernur Zaini kepada Serambi seusai pertemuannya dengan Forum LSM Aceh di Pendapa Gubernur Aceh, Jumat (15/2) sore.

Didampingi Penjabat (Pj) Kepala Biro Hukum dan Pj Kepala Biro Humas Setda Aceh, Makmur Ibrahim, Gubernur Zaini mengatakan, sepulang cuti dinasnya dari Malaysia, Rabu (13/2) siang, ia langsung memanggil Tim Baperjakat Setda Aceh. Mereka yang dipanggil lima orang. Yaitu Ketua Baperjakat, Sekda Aceh T Setia Budi dan empat anggota, masing-masing Asisten III Setda Aceh Muzakar, Kepala Inspektorat Samidan, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Nasrullah, dan Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, Tabrani Usman.

Di antara kelima orang itu, kata Gubernur Zaini, ada yang mengaku kesalahannya, sehingga acara pelantikan pejabat Selasa (5/2) lalu jadi konyol. Soalnya, seorang PNS bernama Rahmad Hidayat yang berkerja di Biro Hukum dan Humas Setda Aceh, telah meninggal pada Januari 2012. Tapi namanya masuk dalam daftar 422 pejabat yang dilantik pada hari itu.

Pejabat yang melakukan kesalahan fatal alias penyabot itu, kata Gubernur Zaini, telah mengakui kesalahannya dan memohon maaf. “Bagi kami, itu kesalahan yang sangat fatal. Disengaja atau tidak, pelakunya harus diberi sanksi tegas. Apa sanksinya segera dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” kata Zaini.

Namun, meski didesak Serambi, Gubernur Zaini tidak bersedia menyebutkan nama pejabat yang telah mengaku berbuat salah tersebut. “Menurut adat ketimuran, tidak etis menyebutkan namanya,” tukas Zaini.          

Ia tegaskan, kejadian 5 Februari lalu itu, benar-benar sangat aneh dan menyakitkan dirinya. Hal seperti itu, menurut Zaini, seharusnya tidak terjadi, andai pejabat yang diberikan kepercayaan untuk menyeleksi persyaratan administrasi PNS yang hendak diangkat dan dilantik, bekerja teliti dan tidak ceroboh.

“Kami minta Ketua Tim Baperjakat Setda Aceh bersama anggotanya melakukan penataan administrasi kepegawaian provinsi secara benar dan menyeluruh. Jangan ada lagi pejabat yang meninggal dimasukkan ke dalam daftar PNS provinsi yang masih aktif bekerja,” sindir Zaini.

Serambi juga bertanya mengapa belum diangkat dan dilantik delapan kepala dinas dan dua kepala biro definitif dari hasil pemekaran empat dinas dan satu biro di lingkungan Setda Aceh.

Menurut Gubernur Zaini, dalam waktu dekat seluruh jabaran itu sudah terisi. Jika tidak diisi, maka tidak ada yang akan meneken dokumen DPA untuk menjadi penguasa pengguna anggaran di dinas dan biro tersebut.

Terkait pengisian delapan kadis dan dua kepala biro hasil pemekaran tersebut, sumber Serambi di jajaran Pemerintah Aceh menyebutkan sejumlah nama yang digadang-gadang akan menduduki pos tersebut.

Disebut-sebut,  untuk Kepala Dinas Bina Marga dan Kepala Dinas Cipta Karya, ada empat calon yang dijagokan. Yaitu Pj Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh yang sekarang, Ir Rizal Aswandi, mantan Pj Bupati Aceh Tamiang yang masih menjabat Kadis PU Pidie, Ir Anwar Ishak, Kadis PU Banda Aceh, Ir Zahruddin dan mantan Wakil Kadis PU lama, Hasanuddin.

Sedangkan untuk jabatan Kadis Kehutanan dan Kadis Perkebunan, calonnya disebut-sebut dua orang, yaitu Kepala Bapedalda sekarang, Husaini Syamaun dan Ir Jailani, mantan Wakil Kadisbun lama.

Untuk Kadis Perindustrian dan Perdagangan maupun Kadis Perindagkop dan UKM, calonnya juga dua, yakni Pj Kadisperindagkop dan UKM yang sekarang, Cipta Hunai dan Anwar Muhammad, mantan Kadis Investasi dan Promosi Aceh.

Untuk Kepala Dinas Keuangan serta Kepala Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh, calonnya juga dua, yakni Pj Kadis DPKKA yang sekarang, Drs Paradis dan mantan Pj Bupati Aceh Barat Daya, Azhari SE.

Sedangkan untuk Kepala Biro Hukum dan Kepala Biro Humas Setda Aceh yang baru, ada tiga nama yang mencuat, yaitu Makmur Ibrahim, Usamah El Madni, dan Badaruddin. (her)  
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
155404 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas