• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Serambi Indonesia

Anggota DPR Dukung ALA

Minggu, 17 Februari 2013 10:13 WIB
Anggota DPR Dukung ALA
SERAMBI/PARLAUNGAN LUBIS
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo didampingi Anggota Komisi II Yasonna Laoly dan Ketua KP3ALA Pusat Ir H Tagore Abubakar bersama Sekretaris KP3ALA Burhan Alpin memimpin pertemuan lanjutan tokoh-tokoh ALA di Garuda Plaza Hotel, Medan, Sabtu (16/2).
* Sektretaris KP3ALA: Tak Perlu Persetujuan Gubernur dan DPRA

MEDAN – Anggota DPR RI dari Komisi II mendukung terwujudnya Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) sebagaimana yang gencar diperjuangkan oleh tokoh-tokoh dari enam kabupaten/kota di Aceh. “Jika syarat sudah lengkap, disarankan dalam sepekan ini juga segera mendatangi Kemendagri dan DPR RI,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar Pranowo.

Ganjar yang juga Wakil Ketua Fraksi PDI-P DPR RI mengatakan itu pada pertemuan lanjutan tokoh-tokoh dari enam kabupaten/kota di Aceh--Gayo Lues, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Bener Meriah, dan Aceh Tengah--di Garuda Plaza Hotel, Medan, Sabtu 16 Februari 2013. Pertemuan kemarin hanya berlangsung satu jam beragendakan Musyawarah Mufakat Penyegaran KP3 (Komite Percepatan Pemekaran Provinsi) ALA dan Persiapan Pembentukan Forum Adat se–ALA.

Di depan peserta pertemuan, Ganjar menyebutkan, percepatan pemekaran, setelah diproses ulang, ada 19 dari 20 daerah yang menjadi prioritas pemekaran sebelum adanya moratorium yang masuk ke meja presiden yang memenuhi syarat. Intinya, kata Ganjar diperkuat rekan se-fraksinya, Yasonna Laoly, Komisi II mendukung, asal administrasi lengkap, dan persoalan daerah yang timbul harus diselesaikan, jangan sampai persoalan daerah dibawa ke Jakarta.  

Menurut Ganjar, Komisi II DPR RI sudah rapat dengan Mendagri untuk menyelesaikan daerah pemekaran. Sambil menunggu UU Nomor 32 Tahun 2004 direvisi, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2009, maka pemerintah akan melakukan pemekaran yang lebih selektif. “Komisi II DPR RI menyarankan, jika syarat sudah lengkap, dalam sepekan ini juga segera mendatangi Kemendagri dan DPR RI,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Yasonna Laoli meyakinkan peserta percepatan pemekaran ALA bahwa Fraksi PDI-P ingin menjaga keutuhan NKRI. “Kerjakan porsi masing-masing, nanti kita wujudkan di pusat. Ini permainan politik,” kata Yasonna dengan tetap mendorong ALA menjadi provinsi sehingga mimpi bersama bisa diwujudkan.

Komisi II DPR RI juga menyarankan agar mengadakan pendekatan  dengan baik kepada Gubernur dan DPR Aceh untuk memperoleh persetujuan pemekaran.

Peserta pertemuan dari Aceh Tenggara, Rudi Pulungan meminta masyarakat ALA jangan dibuai lagi dengan janji-janji politik. Sedang Bahrumsyah dari Bener Meriah menyatakan, sepanjang bisa dipertanggungjawabkan dengan hukum, kenapa tidak ALA harus terwujud tahun ini, dan berharap dukungan politik dari Komisi II DPR RI.

Sekretaris KP3ALA Pusat, Burhan Alpin mengatakan, ALA bisa diwujudkan tanpa harus ada persetujuan Gubernur dan DPR Aceh. Hal itu sesuai dengan amanat UUPA Nomor 11 Tahun 2006 bab 5 pasal 8 ayat 2 dan 3 yang secara jelas dinyatakan; hanya perlu pertimbangan bukan persetujuan. “Jadi, DPR RI tak perlu mencari-cari alasan, karena dalam Deserta (Desain Besar Penataan Daerah) secara nasional ditegaskan tak perlu usul dan persetujuan Gubernur kalau menyangkut kepentingan negara,” kata Burhan dengan menyebutkan pernyataan serupa pernah disampaikan Mendagri saat Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI.

Pertemuan lanjutan tokoh-tokoh ALA di Medan kemarin selain dihadiri  anggota DPR RI dari Komisi II, juga sejumlah tokoh lainnya dari enam kabupaten/kota di Aceh, antara lain Ketua DPRK Bener Meriah M Nasir AK, Wabup Bener Meriah Rusli M Saleh, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah Fauzan, dan perwakilan mahasiswa ALA.(lau)

Takut Berarti Kurang Cerdas

DI tengah optimistis para tokoh pejuang pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA), ternyata masih ada yang pesimis, ragu-ragu atau bahkan takut. Ketua Dewan Pertimbangan Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Aceh Leuser Antara (KP3ALA), H Armen Desky mengakui adanya gejala tersebut. “Kalau masih takut, itu berarti masih kurang cerdas mencermati perjuangan pemekaran ALA ini,” kata Armen pada pertemuan lanjutan tokoh-tokoh ALA di Medan, Sabtu (16/2).

Armen Desky dengan tegas menyatakan, ALA harus mekar, kalau tidak, Aceh akan Bergejolak. Di sisi lain Armen mengaku sedih dan kecewa dengan para tokoh/pejabat yang ada di wilayah ALA yang telah diundang namun belum datang, meski menyatakan mendukung. “Pemekaran ALA merupakan peluang ke depan bagi bupati yang masih aktif bertugas di enam wilayah ALA,” ujar Armen.

Armen menyarankan, perlu dilakukan dialog secepatnya antara Gubernur dan DPR Aceh dengan masyarakat yang tergabung dalam KP3ALA. “Ini penting untuk menampung aspirasi masyarakat ALA agar perdamaian di Aceh tetap langgeng dan tak ada miskomunikasi antara Pemerintah Aceh dengan rakyatnya,” tandas mantan Bupati Aceh Tenggara tersebut.

Sedangkan mantan Bupati Bener Meriah selaku Ketua KP3ALA Pusat, Ir Tagore Abubakar menegaskan, kelahiran ALA di samping untuk kesejahteraan rakyat di Provinsi ALA, yang lebih penting lagi adalah untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jangan sampai Ibu Pertiwi menangis mengeluarkan air mata darah, apabila provinsi ALA tak dimekarkan,” ujar Tagore yang pernah menjadi ketua perlawanan untuk penyelamatan NKRI pada saat Aceh bergejolak di era 1999.

Tagore menambahkan, ketika lahir Qanun Wali Naggroe disusul Rancangan Bendera dan Lambang Pemerintah Aceh, Tagore mengaku galau, akan dibawa kemana Aceh. “Pemerintah Indonesia harus tegar menjaga UUD 1945 dan peraturan-peraturan lainnya, jangan sampai Aceh lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi, karena Aceh diikat dengan proklamasi bukan dengan DPR/MPR seperti nasib Timor Timur. Konsekuensi Aceh lepas, Indonesia akan bubar,” kata Tagore. “Pemekaran ALA harga mati,” tandas Tagore disambut riuh mahasiswa dan peserta pertemuan.(lau)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
155914 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas