• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Kobar GB Minta Wali Kota Perioritaskan Honorer K1

Senin, 18 Februari 2013 15:09 WIB
LANGSA - Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Kota Langsa, Rusli SAg, meminta Wali Kota Langsa melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk memperioritaskan pengangkatan honorer kategori satu (K-1) sebagai CPNS.

Karena sesuai dengan PP 48 Tahun 2005, para tenaga honorer yang telah lulus verifikas dan validasi pusat, dan telah memenuhi syarat untuk diangkat menjadi CPNS K-1 tahun 2012, wajib diangakat menjadi CPNS.

Menurutnya, ekses dari proses peradilan Kepala BKPP Cs, ada sekitar 24 guru yang saat ini terkatung-katung pengangkatannya menjadi CPNS. Padahal sebelumnya mereka ini sudah lolos verifikasi CPNS K1 tahun 2012. Sehingga dampak peradilan persoalan dugaan manipulasi data honorer K-1 tersebut, semua guru honorer maupun tenaga honorer dari sejumla dinas lainnya yang lulus sesuai seleksi tim verifikas dan validasi pusat untuk diangkat menjadi CPNS, hingga kini belum juga diangkat dan nasibnya terus terkatung-katung.

Untuk itu Kobar-GB meminta kepada Pemko Langsa untuk menyelesaikan persoalan pengangkatan 200 lebih tenaga honorer menjadi CPNS Kota Langsa tersebut. Disamping itu kepada semua pihak agar diharapkan agar dapat memandang persoalan ini dengan arif dan bijaksana serta menggunakan hati nuraninya, sehingga tidak mengorbankan nasib tenaga  honor yang telah lulus lulus verifikas dan validasi pusat dan memenuhi syarat untuk diangkat menjadi CPNS.

Selain itu Kobar-GB juga meminta kepada tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat untuk masuk dalam K-1 tahun 2012 ini, agar dapat berbesar hati. Apalagi ekses dari proses hukum peerkara yang menyeret Kepala BKPP cs, ada seorang guru tenaga honor, Suparti, yang bertugas di TK Tunas Harapan Kebun Baru, mengundurkan diri dari pendataan tenaga honorer K-1. Pengunduran dirinya itu dikarenakan ia merasa ketakutan ketika dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait dengan permasalahan tersebut.(c42)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
156284 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas