Selasa, 9 Juni 2026

Korban Tsunami Datangi Bupati Tito

Sekitar 25 korban tsunami 26 Desember 2004 yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Selasa

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Korban Tsunami Datangi Bupati Tito
SERAMBI/RIZWAN
Korban tsunami dari GPRS Aceh Barat mendatangi bupati mempertanyakan soal rumah bantuan jatah mereka saat menunggu di depan ruangan bupati, Selasa (19/2)
* Pertanyakan Rumah Bantuan

MEULABOH - Sekitar 25 korban tsunami 26 Desember 2004 yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Selasa (19/2) mendatangi Bupati HT Alaidinsyah alias Tito di kantor bupati. Kedatangan korban tsunami tersebut untuk mempertanyakan soal rumah bantuan jatah mereka yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun namun hingga kini  belum ada kejelasan.

Para korban tsunami mendatangai kantor bupati sekitar pukul 10.00 WIB, namun karena kesibukannya, bupati baru sempat menemui para korban tsunami itu sekira pukul 12.00 WIB, di ruang rapat bupati lantai II. Saat menemui para korban tsunami, bupati didampingi pejabat Pemkab.

Kepada bupati, Ketua GPRS, Edi Candra menyampaikan bahwa korban tsunami sudah cukup lama menunggu agar rumah bantuan donatur melalui Bank Indonesia (BI) sebanyak 145 unit yang sedang dibangun di Kecamatan Meureubo dan Samatiga benar-benar diberikan kepada mereka. “Harapan kami ingin direalisasikan rumah sudah cukup lama tetapi belum juga ada kejelasan,” ujar Edi.

Selain persoalan rumah yang belum direalisasikan, Edi Candra juga menyatakan, ada 20 rumah yang ditempati oleh penerima ganda dan pernah diusut oleh tim verifikasi bentukan Pemkab, namun hingga sekarang belum juga ditarik kembali.

Edi dan korban tsunami berharap rumah jatah korban tsunami yang belum direalisasikan pascatsunami lalu segera direalisasikan. Apalagi Pemkab juga pernah melakukan verifikasi terhadap yang berhak menerima sebanyak 303 kepala keluarga. “Karenanya kami berharap kedatangan korban tsunami ke Pak Bupati bisa menuntaskan persoalan ini sehingga tidak terus berlarut dan tidak ada kejelasan,” ungkap Edi.

Setelah menerima jawaban dari bupati, massa dari GPRS lalu membubarkan diri. Namun sebelumnya mereka sempat menyatakan bila tidak ada jawaban akan menduduki kantor bupati.(riz)

Belum Diserahkan
BUPATI Aceh Barat, HT Alaidinsyah menyikapi delegasi warga itu menyatakan rumah bantuan dari BI itu sejauh ini belum diserahkan ke Pemkab Aceh Barat, karena pengerjaannya belum siap. Mengenai pengalokasian rumah itu untuk korban tsunami akan dimusyawarahkan terlebih dahulu. Artinya Pemkab tetap akan memperjuangkan rumah untuk korban tsunami yang berhak tetapi belum mendapatkannya.

“Persoalan rumah bantuan yang belum mendapatkan adalah persoalan lama. Saya tetap akan menuntaskannya secara bertahap,” kata Bupati.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved