A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

BTN Ajak Perusahaan Bangun Rumah - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Serambi Indonesia

BTN Ajak Perusahaan Bangun Rumah

Minggu, 24 Februari 2013 15:10 WIB
BTN Ajak Perusahaan Bangun Rumah
* Fokuskan pada Pekerja atau PNS

BANDA ACEH - Bank Tabungan (BTN) Banda Aceh mengajak seluruh perusahaan swasta untuk mempermudah penyediaan rumah untuk para pegawai atau pekerja. Bank spesialis perumahan ini siap memberi berbagai kemudahan, mulai dari kerjasama, penyediaan plafon kredit bagi pembangun atau developer dan juga para calon nasabah yang notabene para pekerja.

Wakil Kepala BTN Cabang Banda Aceh, Budi Kurniani, Kamis (21/2013) menjelaskan program pembangunan perumahan untuk para karyawan di Aceh belum terlihat jelas. Dia menilai, komitmen sebuah perusahaan membangun perumahan karyawan yang nantinya menjadi milik sendiri masih minim, bahkan nihil.

Padahal, sebutnya, dalam membangun sebuah perusahaan untuk maju, peran serta para pekerja sangat dominan, tetapi perhatian terhadap para pekerja, khususnya untuk memiliki rumah masih dipandang sebelah mata.

Dia mencontohkan, sejumlah lembaga di Aceh, seperti IAIN, Unsyiah dan perguruan tinggi lainnya dapat membantu para dosen atau pegawai untuk mendapatkan rumah, khususnya yang belum memiliki rumah. Demikian juga dengan para pekerja di perusahaan BUMN, seperti PLN, Telkom, Telkomsel atau perusahaan seluler lainnya.

“Kondisi ini sangat ironi, melihat pertumbuhan perekonomian Aceh yang terus membaik dalam beberapa tahun terakhir ini,” sebutnya. Disebutkan, sejumlah perusahaan yang sedang beroperasi di Aceh, baik menengah maupun besar belum memiliki komplek perumahan yang dihuni para pekerjanya.

“Para pemilik perusahaan sudah seharusnya memberi perhatian kesejahteraan kepada para pekerjanya, terutama rumah,” katanya. Demikian untuk pemerintah daerah, agar juga memberi perhatian terhadap kebutuhan paling pokok manusia ini, sehingga dalam bekerja lebih tenang.

Budi menambahkan, para pekerja atau juga PNS harus mencari sendiri rumah yang diinginkannya, karena perusahaan atau kantor tempatnya bekerja tidak memiliki program perumahan. “Tentunya, masih banyak para pekerja yang belum memiliki rumah, karena sebagian tidak mengetahui informasi tentang rumah atau juga keengganan berurusan dengan bank,” ungkapnya.

Walaupun demikian, BTN yang fokus pada sektor perumahan rakyat akan terus berupaya memberi berbagai kemudahan bagi warga berpenghasilan tetap untuk mendapatkan rumah. “Kami siap membantu warga mendapatkan rumah yang dibangun para developer BTN, termasuk KPR,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam setiap pembangunan perumahan harus jelas legalitas, seperti IMB, SHM dan lainnya. Sehingga, saat seorang calon nasabah membeli rumah, proses administrasi lebih cepat. Disebutkan, prinsip persetujuan kredit, jika persyaratan telah lengkap tidak lebih dari 7 hari.

Budi menjelaskan, pelayanan akan terus ditingkatkan, sehingga seluruh proses dapat dipercepat. “Kalau memang bisa dipercepat, kenapa harus diperlambat,” tamsilnya.

BTN telah membuka ruang untuk publik melalui email:btn_banda@yahoo.com atau juga melalui telepon selular 081375920067.  Budi menjelakan, setiap email yang masuk akan dijawab langsung. “Kami memiliki developer di seluruh Aceh, sehingga kalau ada yang ingin menanyakan tentang satu perumahan di daerahnya, dapat mengirimkan pertanyaan melalui surat elektronik ini,” jelasnya.

Dia berharap, melalui ruang publik ini akan mulai tercipta keterbukaan dalam sektor perumahan di Aceh, sehingga warga lebih mudah mendapatkan rumah.  “Bila ingin penjelasn lebih rinci, maka dapat mendatangi langsung kantor BTN terdekat dan para petugasnya siap memberi pelayanan terbaik,” katanya.(muh)

Rumah Dibawah Rp 300 Juta

Warga Banda Aceh dan sekitarnya yang juga belum memiliki rumah, tetapi memiliki dana pas-pasan, khususnya untuk uang muka, dapat memanfaatkan perbankan untuk mencicil per bulan. Bank spesialis perumahan BTN siap membantu para pekerja atau PNS mendapatkan rumah sesuai keinginannya.

Bank ini menetapkan suku bunga cukup fleksibel untuk KPR antara Rp 80 juta sampai Rp 250 juta yakni 9,75 per tahun dan fix untuk dua tahun atau angsuran tidak berubah selama dua tahun, walau bunga pasar naik.

Untuk perumahan, BTN mematok uang muka sebesar 30 persen, seperti ketentuan pemerintah. Salah satunya rumah dari developer CV Chaseva yang tidak terlalu jauh dari pusat pasar Ulee Kareng. Terdapat dua type, 54 m2 dibandrol Rp 285 juta dan 60 m2 Rp 295 juta. Jika meminang yang Rp 285 juta, maka DP Rp 85,5 juta dan angsuran selama 25 tahun sebesar Rp 1,8 juta/bulan.

Demikian juga untuk perhitungan rumah lain, dimana antara DP dengan harga rumah dikurangi, sisanya diangsur ke bank. Artinya, jika masa pinjaman lebih lama, maka cicilan juga kecil, sebaliknya lebih besar.

Seperti pengembang CV Hadrah membangun rumah type 45 m2 dengan harga Rp 260 juta/unit. Di kawasan Pango, juga seputaran Ulee Kareng, juga sedang dibangun perumahan Vila Raja Fauna dengan type 36 m2 Rp 120-Rp 150 juta/unit dan 45 m2 Rp 260-280 juta/unit.

Jika mengambil rumah berharga Rp 120 juta, maka DP hanya Rp 36 juta dan cicilan selama 25 tahun, Rp 785 ribu/bulan. Demikian juga untuk rumah lainnya di kawasan Banda Aceh. Tetapi, rumah termurah tetap yang dibangun BS Property di Blang Bintang dan Jantho, Aceh Besar. Dengan Dp hanya Rp 8,8 juta, cicilan selama 10 tahun tidak lebih dari Rp 800 ribu/bulan.

Sementara, pengembang PT Matahari Cipta membangun dua type, yakni 54 m2 Rp 275 juta dan 60 m2 Rp 295 juta/unit. Di kawasan Keutapang, juga terdapat perumahan Grand Minimalis dengan type 45 m2 Rp 250 juta/unit.

Untuk kawasan Ajun Jeumpet, juga terdapat Perumahan Pesona Alam Raya Hijau dengan tiga type, 45-6-80 m2 dan harga antara Rp 280 juta sampai Rp 320 juta/unit.

Sedangkan bagi warga pantai barat-selatan Aceh juga bisa memiliki rumah melalui KPR BTN Banda Aceh. Untuk kawasan Meulaboh, terdapat perumahan Griya Mahoni yang membangun dua type, 45 m2 Rp 160 juta dan 70 m2 Rp 250 juta.

Untuk kawasan tengah Aceh, juga terdapat Perumahan Ketor Gayo Indah dengan type 45 m2, tetapi harga berkisar Rp 150 - Rp 180 juta/unit. Demikian juga perumahan Pegasing Indah, juga type 45 m2, harga antara Rp 150 - 180 juta/unit. Sedangkan kawasan Langsa, Aceh Timur terdapat Griya Salihin IV dengan type 36 Rp 120 juta/unit.(muh)

Ini Dia, Kiat Membeli Rumah Murah

Rumah telah menjadi kebutuhan paling pokok manusia, namun masih banyak orang yang belum mendapatkan rumah layak huni dengan harga sangat terjangkau dan ditopang bantuan pemerintah.

Sebenarnya, kebutuhan rumah yang layak huni terus bertambah setiap tahun dengan indikator adanya pertumbuhan ekonomi yang stabil, daya beli meningkat, serta pertambahan penduduk.

Pemerintah melalui Kemenpera terus berupaya mencari  jalan keluar untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat. Awalnya, pemerintah menerapkan subsidi uang muka dan selisih bunga kredit. Tetapi beberapa tahun kemudian, suku bunga mengikuti pasar yang dilakoni BTN.

Saat ini, pemerintah menerapkan sistim FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan), sebagai pengganti skema lama.  FLPP ini dirancang untuk membuat besaran angsuran harga rumah tidak bertambah besar, tetapi tetap sampai angsuran terakhir.  FLPP ini hanya berlaku untuk rumah murah dengan harga Rp 88 juta/unit, seperti ditetapkan pemerintah.

Sedangkan untuk rumah dengan harga di atasnya, pemerintah menerapkan sistim selisih bunga kredit lebih kecil dari pasar pada tahun pertama dan kedua angsuran. Pada tahun ketiga, suku bunga berdasarkan yang berlaku di pasar, yang berarti angsuran bisa turun atau juga naik, seperti diterapkan BTN saat ini.

Berbicara rumah murah, untuk ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh , tidak ada lahan yang sesuai. Hal seiring harga tanah telah melambung sejak sejumlah lembaga dunia hadir untuk membantu membangun kembali  kawasan ini yang porak-poranda diterjang tsunami 26 Desember 2004.

Kalaupun ada, rumah di pesisir Banda Aceh yang notabene rumah bantuan lembaga asing yang harus dibeli secara tunai. Di kawasan Kajhu, Aceh Besar yang berjarak sekitar 8 km dari pusat Kota Banda Aceh terdapat sejumlah rumah yang tidak dihuni para pemiliknya dengan berbagai alas an. sebagian trauma dengan gempa 9,0 SR disusul terjangan gelombang air laut setinggi di atas 20 m, lainnya sudah membeli rumah yang jauh dari pesisir.

Di kawasan ini, dapat dicari rumah dengan harga dibawah Rp 100 juta, kalau beruntung , cukup hanya Rp 40-Rp 60 juta saja. Tetapi, satu hal yang mengganjal selama ini, setiap gempa besar, warga pesisir harus waspada, karena tsunami tidak bisa diduga.

Di luar dari itu, hanya dua kawasan yang bisa dijadikan pilihan untuk dijadikan sebagai rumah karena bisa dikembangkan lagi saat sudah punya dana. Rumah itu, Griya Jantho dan Griya Blang Bintang yang dibangun BS Property.

Di Griya Jantho, siap dibangun 230 unit rumah type 36 siap dibangun. Dengan luas bangunan 36 m2 yang semuanya bernuansa modern minimalis, halaman kosong yang tersedia cukup luas karena luas tanah per kavling 105 meter atau terdapat 69 meter lagi yang bisa dikembangkan.

Rumah ini hanya dibandrol Rp 88 juta dengan uang muka Rp 8,8 juta atau sesuai ketentuan Kemenpera dan sisanya dapat dicicil di Bank BTN Banda Aceh atau BRI Syariah Banda Aceh sampai 15 tahun. Rumah ini langsung mendapat subsidi dari pemerintah melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga rendah, 7,25 persen dengan cicilan tetap sepanjang jangka waktu kredit.

Untuk ilustrasi, dengan DP 10 persen, maka cicilan untuk masa lima tahun Rp 1.577.650, 10 tahun Rp 928.850 dan 15 tahun Rp 723.000/bulan.(muh)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
158533 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas