A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Hasil Evaluasi APBA Diteliti Ulang - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Serambi Indonesia

Hasil Evaluasi APBA Diteliti Ulang

Rabu, 27 Februari 2013 11:31 WIB
* Banggar Bentuk Tim Kecil

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengatakan, hasil evaluasi APBA 2013 sebesar Rp 11,785 triliun yang telah diserahkan Mendagri kepadanya 18 Februari lalu akan diteliti ulang. Khususnya untuk memilah mata anggaran mana saja yang diperbolehkan dan mana pula yang tidak.

“Untuk menelitinya, saya sudah tugaskan Tim Anggaran Pemerintah Aceh,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/2) seusai rapat dengan Pimpinan dan Badan Anggaran (Banggar) DPRA. Rapat di Ruang Banggar DPRA itu membahas padu serasi hasil evaluasi APBA 2013.

Gubernur mengatakan, banyaknya koreksi dan catatan Tim Evaluasi APBD Kemendagri terhadap APBA 2013 kemungkinan karena pejabat di jajaran Mendagri yang bertugas mengevaluasi belum semuanya memahami isi UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Sehingga berbagai kewenangan kekhususan yang diberikan pusat kepada Aceh yang program dan anggarannya dimasukkan ke dalam APBA 2013, ikut dikoreksi Tim Evaluasi APBD Mendagri.

Untuk itu, kata Gubernur Zaini, mata anggaran mana saja yang dilarang untuk dianggarkan dalam APBA 2013, semuanya diinventarisir. Begitu juga dengan mata anggaran yang penempatannya salah, ditempatkan ke pos yang sebenarnya, dan mata anggaran hibah dan bantuan yang dinilai Mendagri masih terlalu besar, akan dirasionalkan hingga ke nilai atau besaran yang pantas.

Asisten II Setda Aceh, T Said Mustafa mengatakan, tugas utama TAPA dalam menyikapi hasil evaluasi Mendagri terhadap APBA 2013  adalah menginventarisir daftar masalah yang muncul dalam koreksi Mendagri terhadap APBA 2013.

Setelah semua masalahnya terdaftar dengan baik, kata Gubernur Zaini, satu per satu masalahnya akan dimasukkan ke dalam kewenangan kekhususan Aceh. “Jika ada anggaran yang dilarang untuk dianggarkan, sementara program yang dibiayai merupakan amanah dari UUPA, maka kita akan beri penjelasan kembali kepada Mendagri.”

Misalnya, kata Zaini menyebut contoh, anggaran untuk pelaksanaan perayaan hari-hari besar Islam, peningkatan pelayanan haji/umrah, bantuan untuk perguruan tinggi negeri yang merupakan tugas pemerintah pusat menyediakan anggarannya, akan disampaikan kembali kepada Mendagri kenapa bantuan itu diberikan kepada PTN tersebut.

Mengenai anggaran yang belum cukup, misalnya, untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan belanja modal, akan dikoreksi TAPA kembali. Sebab, anggaran pendidikan itu tidak hanya ada pada Dinas Pendidikan dan Badan Pembinaan Dayah, tapi masih banyak lagi pada pos lain. Misalnya, bantuan untuk beasiswa dan perguruan tinggi.

Ketua Komisi D DPRA, Tgk Anwar Ramli mengatakan, kesimpulan rapat Banggar DPRA dengan Gubernur dan Tim TAPA, antara lain, TAPA diberi waktu dua hari untuk menginventarisir mata anggaran yang melanggar atau masih belum sesuai dengan UU dan peraturan lainnya. Sementara, Banggar DPRA akan membentuk tim kecil beranggotakan ketua fraksi dan anggota ditambah ketua komisi.

Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi mengatakan, Pimpinan dan Banggar DPRA bersama Gubernur dan Tim TAPA telah bersepakat, semua masalah anggaran yang belum memenuhi ketentuan UU dan peraturan lainnya, akan diteliti ulang.

TAPA perlu memberikan penjelasan atau argumentasi kenapa mata anggaran itu disediakan. Rapat pembahasan daftar inventarisasi masalah (DIM) anggaran APBA 2013 dengan TAPA, kata Sulaiman Abda, akan dilakukan pada hari Jumat (1/3) mendatang, setelah TAPA menyiapkan DIM anggaran APBA 2013 yang dikoreksi Mendagri.

Susana rapat pembahasan hasil evaluasi APBA 2013, menurut pantuan Serambi, sedikit panas. Salah satu mata anggaran yang dilarang Mendagri adalah bantuan hibah kepada pihak ketiga yang nilainya mencapai Rp 296,9 miliar.

Mata anggaran ini terkait langsung dengan bantuan yang akan diberikan anggota DPRA tahun ini kepada masyarakat yang bersumber dari program aspirasi anggaran dewan. Sedangkan kalangan SKPA tampak gelisah, karena pagu dana tunjangan prestasi kerja (TPK) pegawai yang disorot Mendagri terlalu besar, mencapai Rp 421 miliar itu, diwacanakan pihak DPRA bakal dipangkas. (her)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas