Rabu, 10 Juni 2026

Pedagang Pasar Inpres Temui Wabup

Sejumlah perwakilan pedagang Pasar Inpres Takengon, Aceh Tengah menemui langsung Wakil Bupati, Drs H Kharil Asmara, Rabu (27/2)

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Pedagang Pasar Inpres Temui Wabup
SERAMBI/MAHYADI
Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs H Khairul Asmara, Rabu (27/2) beraudensi dengan beberapa orang perwakilan pedagang yang berjualan di Pasar Inpres Kota Takengon. Para pedagang mengadu soal adanya isu relokasi pasar Inpres oleh pemerintah setempat.
* Minta Kejelasan Relokasi

TAKENGON - Sejumlah perwakilan pedagang Pasar Inpres Takengon, Aceh Tengah menemui langsung Wakil Bupati, Drs H Kharil Asmara, Rabu (27/2). Mereka ingin meminta kejelasan tentang perpindahan atau relokasi pasar ke tempat baru yang telah disiapkan Pemkab Aceh Tengah.

Para perwakilan ini di hadapan Wabup Aceh Tengah mengungkapkan keresahan para pedagang selama ini atas relokasi tersebut. Bukan itu saja, mereka juga menyampaikan keluhan masih belum layaknya beberapa lokasi pasar yang ada di Kota Takengon.

“Kedatangan kami hari ini (kemarin-red), hanya ingin beraundesi dengan wakil bupati, terkait beberapa persoalan pasar yang ada di Kota Takengon, apalagi sekarang berkembang kabar akan direlokasi ke tempat lain sehingga menimbulkan kekhawatiran,” ujar Sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional dan Kaki Lima (SAP2TKL), Zam-Zam Mubarak kepada wabup.

Dia mengungkapkan sejumlah bangunan di Pasar Inpres dan Pasar Bawah, banyak yang sudah tidak layak pakai lagi. Zam-Zam menambahkan, walau dengan kondisi seperti itu, para pedagang tetap keberatan jika dipindahkan ke tempat baru, apalagi secara mendadak.

Disebutkan, para pedagang Pasar Inpres belum memiliki alternatif lain untuk kembali membuka usahanya, apabila jadi direlokasi. “Untuk itu, kami meminta kejelasan dari pemerintah, terkait beberapa persoalan yang saat ini dihadapi para pedagang,” katanya.

Hal senada disampaikan seorang pedagang lainnya, Irvan Rasyid, Menurutnya, rencana pasar akan dipindahkan ke Paya Ilang atau sekitar Terminal Terpadu, telah meresahkan ratusan pedagang Pasar Inpres Kota Takengon.  “Kami ingin mengetahui langsung tentang rencana itu dari bapak wakil bupati,” ujarnya.

Irvan menambahkan jika pasar tradisional dipindahkan, maka akan mengurangi penghasilan pedagang. Apalagi lokasi Paya Ilang masih belum seramai pasar yang ada saat ini, ujarnya.  Dalam pertemuan itu, juga berkembang berbagai permasalahan terkait soal pasar, seperti banyak para pedagang yang terlilit hutang dengan rentenir, lantaran tidak ada pilihan lain untuk mendapatkan modal usaha.(c35)

Belum Ada Rencana

Menanggapi keluhan para pedagang ini, Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs H Khairul Asmara, menegaskan, pihaknya belum memiliki rencana untuk melakukan relokasi Pasar Inpres ke lokasi lain. Walaupun, telah dibangun komplek pasar di kawasan Paya Ilang, tetapi kapasitasnya tidak sebanyak jumlah pedagang yang ada.

“Sampai hari ini (kemarin-red), saya belum menerima informasi bahwa akan dilakukan relokasi. Kalaupun ada rencana relokasi, pasti saya lebih tahu duluan,” jelas Khairul Asmara. Dia berharap, para pedagang tetap tenang dan kalau ada rencana relokasi, maka para pedagang akan dipanggil untuk membicarakan hal tersebut.(c35)   

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved