• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Penjambret Beraksi di Kota

Minggu, 3 Maret 2013 09:19 WIB
* Perawat RSUZA Terseret di Jalan dan Retak Tulang Pinggul

BANDA ACEH - Aksi penjambretan kembali meresahkan para wanita pengendara sepeda motor di Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Dalam seminggu terakhir, Serambi mendapat laporan dua kasus pejambretan. Satu kasus diantaranya menyebabkan korban jambret mengalami retak tulang pinggul karena terjatuh di jalan saat melawan pelaku jambret. (Kasus lain, baca Aksi Siang Bolong di Batas Kota)

Peristiwa itu menimpa perawat Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) bernama Maiza (27), warga Lambarie Bakmee, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar. Maiza yang masih terbaring di RSUZA dijambret dua pria saat ia melintas di Jalan Banda Aceh-Medan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (28/2) malam.

Meski berhasil mempertahankan tasnya dari penjambret, tapi korban terjatuh dan terseret di jalan saat tarik menarik tas dengan kedua pria itu. Selain retak tulang pinggul, Maiza juga luka di sekujur tubuhnya. “Malam itu saya sendirian pulang dinas. Saya tidak ada firasat apa-apa. Tiba-tiba kedua pelaku itu menyerempet saya dari kiri,” kata Maiza kepada Serambi, Sabtu (2/3).

Maiza yang masih dirawat di Seurunee II Kamar 3 RSUZA Banda Aceh, menjelaskan kedua pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha RX-King. Mereka mengenakan helm sehingga tidak bisa mengenali pelaku. “Pria yang duduk di belakang berusaha merampas tas saya. Dia terus menghentak-hentak keras tas yang saya pakai di bahu. Sementara pengendaranya terus nyosor, menyerempet sepeda motor saya,” ujar Maiza.

Maiza mengatakan, saat itu karena hentakan pelaku semakin kuat, ia hilang keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Lalu, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung menuju lokasi jatuhnya korban. “Saya terseret di jalan dan warga disitu yang membantu saya dan membawa ke mantri. Mereka tahu saya dijambret karena posisi saya dan tas terpisah jauh. Sementara kedua pelaku kabur,” ujar Maiza.

Kemudian, kata gadis Lambarie Bakmee itu, ia menelepon keluarganya dan mengabari tentang kejadian itu. “Malam itu kami langsung bawa kakak ke RSUZA. Dan belakangan kami tahu dari kejadian itu kakak mengalami retak pada tulang pinggul kiri,” tambah Rais, adik kandung Maiza.

Maiza berharap kasus kejahatan yang menimpa dirinya tidak dialami warga lainnya. “Saya memang belum sempat melaporkan hal ini ke polisi, karena keluarga juga buru-buru harus membawa saya ke rumah sakit,” pungkas Maiza.(mir)  

Aksi Siang Bolong di Batas Kota

AKSI penjambretan yang mengincar korban wanita pengendara sepeda motor, sepertinya tak lagi kenal waktu. Sebelumnya penjambret beraksi di siang bolong di Jembatan Pango-Santan, Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu 27 Februari 2013 lalu.

Kejadian itu menimpa Tieya, warga Kajhu, Aceh Besar, saat pulang kerja menuju arah simpang BPKP, Ulee Kareng. Penjambret yang mengenderai sepeda motor Satria bertubuh tegap itu menarik tas Tieya di bahu sebelah kiri. Tarik menarik di siang bolong itu berlangsung saat jembatan sepi.

Beruntung, salah satu tali pada tas hitam yang digunakan korban putus, sehingga aksi penjambretan itu gagal. Penjambret yang memakai helm tertutup itu langsung melajukan kenderaan dengan kencang ke arah jalan BPKP. Peristiwa itu membuat korban trauma mengingat peristiwa di siang bolong.

“Saya hampir jatuh saat tarik menarik tas dengan penjambret. Untung satu tali putus dan tersisa satu tali lagi di bahu. Saya tidak tahu gimana jadinya bila jatuh di atas kenderaan. Semoga penjambret itu segera ditangkap, karena sangat meresahkan,” ujar Tieya dengan nada sedih.(adi)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
160994 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas