Rabu, 10 Juni 2026

Akses Wartawan Dibatasi ke Daerah Konflik

Konflik melibatkan pasukan keamanan Malaysia dengan sipil bersenjata dari Kesultanan Sulu, Filipina.

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM - Pihak otoritas keamanan di Malaysia membatasi ruang gerak peliputan para wartawan di sekitar kawasan konflik di Lahad Datu, Sabah, Malaysia. Konflik melibatkan pasukan keamanan Malaysia dengan sipil bersenjata dari Kesultanan Sulu, Filipina.


Dani salah seorang staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Tawau dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, para wartawan setempat juga dibatasi, mengakses lokasi konfik.


"Wartawan Malaysia juga sangat terbatas mereka ke sana. Itu wartawan Malaysia sendiri. Mereka bilang susah, kita paling ke rumah sakit dan ke bandara," ujarnya.



Ia mengatakan, sedikitnya ada sekitar 700 warga negara Indonesia yang diungsikan dari sekitar lokasi konflik.


Mereka telah diungsikan oleh pihak perusahaan ke tempat-tempat yang aman. Hanya saja, tempat inipun tidak bebas dikunjungi termasuk wartawan.


"Mereka diungsikan di dalam perusahaan. Kita tidak bisa masuk sembarangan. Nanti mereka akan komplain dan bisa lapor ke polisi. Kalau memang kita tanpa seizin tanpa sepengatahuan mereka, kita dilaporkan ke Polisi," ujarnya.


Ia mengingatkan, dengan ketatnya penjagaan yang dilakukan aparat di Malaysia, tidak mungkin wartawan bisa mendapatkan akses untuk peliputan di kawasan yang dekat dengan daerah konflik.


"WNI kita yang diungsikan, itu jauh dari tempat konflik. Masih sekitar 100 kilometer dari tempat pengungsian," ujarnya

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved