Kamis, 18 Desember 2014
Serambi Indonesia

Gumok Otaki Penggranatan Rumah Bupati Bireuen

Kamis, 7 Maret 2013 08:52 WIB

Gumok Otaki Penggranatan Rumah Bupati Bireuen
SERAMBI/FERIZAL HASAN
Tiga terdakwa kasus penggranat rumah Bupati Bireuen H Ruslan Daud, yaitu Ramli alias Gumok (kiri), Munazar bin Muktaruddin (tengah), dan Hasdi Amir alias Tun, disidang di Pengadilan Negeri Bireuen, Rabu (6/3).
* Terungkap dalam Sidang PN

BIREUEN – Kasus penggranatan rumah pribadi Bupati Bireuen, H Ruslan Daud, pada Rabu, 19 September 2012 dini hari, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Rabu (6/3) kemarin. Dalam dakwaan jaksa terungkap bahwa aksi itu diotaki Ramli alias Gumok (32) dengan menyuruh Hasdi Amir alias Tun (45) dan Munazar bin Muktaruddin (26) untuk melontarkan granat ke sasaran menggunakan mesin pelontar granat (GLM).

Jaksa juga mendakwa Gumok sebagai pemilik GLM tersebut, selain memiliki dan menyimpan belasan senjata api (senpi) beserta amunisinya yang kini sudah diamankan Polres Bireuen.                    Sidang kemarin dipimpin Hakim Ketua Sulhanuddin SH MH, didampingi hakim anggota, Munawar Hamidi SH dan Bob Rusman SH. Dimulai pukul 10.30 WIB, sidang perdana itu dikawal ketat polisi dari Polres Bireuen.

Gumok hadir ke ruang sidang memakai baju kemeja cokelat kotak-kotak dan celana warna krim. Sementara dua terdakwa lainnya, Munazar dan Hasdi memakai baju tahanan Kejaksaan Negeri Bireuen masing-masing dengan nomor 02 dan 03.

Ketiga terdakwa didampingi dua pengacaranya, yaitu Muhammad Safii Saragih SH dan Deni Agus Setiawan SH. Sementara Jaksa Edy Maulizar SH dan Amiruddin SH secara bergantian membacakan dakwaan terhadap ketiga terdakwa. Awalnya, Jaksa Amiruddin membacakan dakwaan terhadap Hasdi Amir alias Tun. Warga Blang Mee, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen ini didakwa terlibat dalam penggranatan rumah Ruslan Daud yang sedang menjabat Bupati Bireuen.

Selanjutnya Jaksa Edy Maulizar membacakan dakwaan terhadap Munazar. Dakwaan terhadap warga Kecamatan Juli, Bireuen, ini tak jauh beda dengan dakwaan terhadap Hasdi.

Terakhir giliran Jaksa Amiruddin membacakan dakwaan terhadap Gumok. Warga Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, ini didakwa jaksa sebagai orang yang menyuruh kedua terdakwa lainnya (Hasdi Amir dan Munazar) menggranat rumah Bupati Ruslan Daud di Kompleks Meuligoe Residence, Desa Cot Gapu, Bireuen, pada Rabu (19/9/2012) sekitar pukul 04.04 WIB menggunakan GLM.

Tapi, sebagaimana diberitakan tahun lalu, granat itu tak meledak. Cuma seng atap teras depan rumah mewah itu bolong 10 x 10 centimeter serta kaca jendela pecah di bagian bawahnya terkena granat yang dilontarkan pakai GLM.

Selanjutnya, Tim Reskrim Polres Bireuen yang dipimpin Kasat Iptu Benny Cahyadi, Sabtu (6/10/2012) menangkap Hasdi Amir (45), warga Blang Mee, Peusangan, Bireuen. Berkat informasi darinya, giliran Gumok, warga Peusangan Siblah Krueng, diringkus polisi pada Sabtu (13/10/2012).

Setelah dikorek informasi dari dua tersangka, aparat Polres Bireuen akhirnya menangkap lagi pria yang diduga terlibat dalam penggranatan itu, yakni Munazar. Warga Desa Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen ini ditangkap Senin (22/10/2012) atas keterlibatannya dalam kasus penggranatan rumah pribadi Bupati Bireuen, Ruslan M Daud. (c38)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas