Jumat, 30 Januari 2015
Home » Opini

Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

Kamis, 7 Maret 2013 10:08 WIB

TIDAK dapat dipungkiri bahwa fondasi ekonomi Indonesia dibangun atas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai 99,99% dari total unit usaha, mampu menyumbang pendapatan negara (PDB) 57,83%. Bahkan UMKM merupakan penyelamat ekonomi Indonesia saat krisis ekonomi melanda Asia pada 1997 lalu. Pada saat usaha-usaha besar dan corporate jatuh bertumbangan karena meningkatnya biaya produksi sebagai dampak krisis ekonomi dan moneter, justru UMKM berdiri gagah serta mampu menciptakan laba dan mengisi pundi-pundi penerimaan Negara. Bahkan, dengan sumbangan UMKM tersebut digunakan oleh Negara untuk membayar utang perusahaan-perusahaan besar keluar negeri.

Dalam kondisi seperti ini sepantasnya pelaku UMKM itu dianggap sebagai pahlawan karena telah menyelamatkan bangsa dan negaranya. Maka tidak berlebihan sekiranya pemerintah sekarang perlu memberikan perhatian dan perlakuan istimewa bagi UMKM yaitu dengan cara memberdayakan dan mengangkat martabatnya mereka ke tempat yang lebih tinggi agar UMKM semakin mampu berdaya saing dan meningkatkan produktivitasnya.

Menurut catatan Kementerian PPN/Bappenas, tingkat produktivitas usaha mikro dibandingkan dengan usaha besar mencapai 14.306 kali. Untuk itu maka perlu akselerasi produktivitas UMKM sehingga gap ini bisa diperkecil. Satu strategi pemberdayaan UMKM yang dirancang oleh Direktorat Pemberdayaan Koperasidan UMKM Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Koperasi dan UKM RI adalah dengan mendirikan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), mulai dari tingkat nasional sampai ke setiap provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, yang mulai dilaksanakan pada 2013 ini.

 Jasa nonfinansial
PLUT-KUMKM merupakan lembaga yang menyediakan jasa-jasa nonfinansial secara menyeluruh dan terintegrasi bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) untuk meningkatkan kinerjanya yang meliputi produksi, pemasaran, akses ke pembiayaan, pengembangan SDM melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, teknis dan manajerial, dan kinerja kelembagaan dalam rangka meningkatkan daya saing KUMKM.

Jasa-jasa yang disediakan PLUT-KUMKM mencakup beragam jasa usaha yang dirancang untuk melayani kebutuhan KUMKM baik secara individual maupun berkelompok. Penyediaan jasa oleh PLUT-KUMKM bersifat sebagai stimulus, dalam arti bahwa jasa yang disediakan PLUT-KUMKM merupakan bantuan teknis yang memungkinkan KUMKM untuk selanjutnya dapat menyelesaikan masalahnya secara mandiri.

Mengapa PLUT-KUMKM dibutuhkan? Keberadaan PLUT bukanlah untuk menggusur dinas teknis yang membidangi masing-masing sektor usaha (UMKM) dan sektor ekonomi yang “dikuasainya”. Akan tetapi diharapkan menjadi mitra kerja strategis yang saling mendukung dalam setiap implementasi program yang ada.

Diakui atau tidak bahwa pemberdayaan KUMKM yang dilakukan oleh hampir setiap dinas teknis, bukan hanya di Aceh bahkan seluruh Indonesia pun saat ini sangat lemah dan tidak efektif. Berbeda hasilnya kalau kita bandingkan dengan cara kerja dan pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau NGO. Di sisi pelaku UMKM juga masih banyak kendala dan persoalan.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas