Stok Bahan Pokok Menipis
Persediaan atau stok bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, dan bumbu dapur meliputi bawang merah, bawang putih, cabe, dan
SINABANG - Persediaan atau stok bahan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, dan bumbu dapur meliputi bawang merah, bawang putih, cabe, dan tomat, mulai menipis di Pajak Inpres Suka Karya, Sinabang. Minimnya stok barang yang berdampak pada melonjaknya harga ini terjadi menyusul berkurangnya trip kapal laut yang melayari daratan Aceh-Simeulue.
Ketua pedagang di Pajak Inpres Suka Karya, Sinabang, Acu (45) yang ditanyai Serambi, Rabu (6/3) mengaku stok bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng yang dijual di Pajak Inpres semakin menipis.
“Beras yang dipasok dari daratan Aceh sudah tidak ada lagi. Beras yang dijual pedagang saat ini hanya beras pasokan dari Medan. Demikian pula minyak goreng dan gula, tinggal sedikit lagi, walaupun harganya masih stabil. Sementara bumbu dapur seperti cabai, tomat, serta bawang merah rata-rata sudah mengalami kenaikan harga,” kata Acu.
Menurut Acu, menipisnya stok barang dikarenakan tidak beroperasinya kapal feri Teluk Sinabang yang naik dok belum lama ini. Sehingga menyebabkan rute Sinabang-Labuhan Haji yang biasanya seminggu tiga trip, saat ini tinggal satu trip. Begitu juga dengan rute Sinabang-Singkil.
“Kami harap kepada pemerintah daerah agar dapat mencari kapal pengganti supaya rute Sinabang-Labuhan Haji kembali stabil. Jangan dibiarkan seperti ini masyarakat yang terkena dampaknya,” kata Acu sembari melayani pelanggan di kiosnya.
Acu merinci, harga bawang merah naik dari Rp 16 ribu menjadi Rp 24 ribu, bawang putih dari Rp 20 ribu menjadi Rp 40 ribu, cabe merah dari Rp 20 ribu jadi Rp 28 ribu, cabai rawit dari Rp 30 ribu menjadi Rp 40 ribu, dan tomat dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu sekilo.
Hal senada juga dikatakan Upik, warga Sinabang yang ditemui Serambi saat berbelanja di Pajak Inpres. Upik mengaku semua barang sudah mengalamai kenaikan harga. Ia meminta kepada pemerintah daerah cepat menanggapi persoalan ini dan jangan biarkan rakyat yang sudah miskin disuguhi harga bahan pokok yang melejit.
“Pasti kalau begini terus keadaannya di Simeulue banyak keluarga yang tidak makan, dan akan menimbulkan dampak kesenjangan sisoal yang cukup kentara. Kepada pihak terkait jangan hanya diam dan memikirkan perutnya sendiri, sudah tahu kapal naik dok tapi tidak diupayakan pengganti sementara,” imbuh Upik.(c48)