A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sirkus - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Serambi Indonesia

Sirkus

Senin, 11 Maret 2013 09:37 WIB
Sirkus
Suparno, Founder Ayam Lepaas
KITA tentu pernah nonton sirkus dan sulap, meski tidak sering tetapi dapat dipastikan setiap orang pernah menikmati hiburan tersebut. Sulap dan sirkus sama-sama menghibur penontonnya, tetapi keduanya memiliki perbedaan cara dalam mengemasnya saat di atas pentas.

Sulap banyak memakai trik untuk mengelabui (silap) mata para penonton. Sedangkan sirkus lebih pada “hight skill”. Para pemain sirkus berani ambil risiko dalam pertunjukan yang menurut orang kebanyakan sangat tidak mungkin. Tapi berkat latihan khusus yang tidak sebentar, dengan kesabaran yang telah teruji, tim sirkus mampu memukau penonton. Sirkus minimal dimainkan oleh dua orang. Sementara sulap itu biasanya dimainkan solitire, tunggal atau seorang diri. Permainan sirkus terus mengalami perubahan, seiring perkembangan zaman, dan kemajuan teknologi yang dipakai manusia saat ini.

Di zaman industri seperti sekarang ini, sirkus konvensional sudah tidak terlalu populer. Sirkus telah bermetamorphosis ke bentuk yang baru. Jika gajah, harimau, dan lumba-lumba, adalah ikon sirkus konvensional, maka saat ini pemain sirkus telah ‘digantikan’ dengan bentuk yang lain, semisal atlit sepakbola, basket, golf, pembalap F1 dan MotoGP yang berskill tinggi. Tentu, perubahan model sirkus tersebut juga memengaruhi penghasilan para pemainnya. Jika sirkus konvensional biasa dibayar alakadarnya atau mendapat penghasilan dari karcis yang terjual dari pertunjukan, maka sirkus modern mampu menghasilkan pendapatan yang luar biasa, menakjubkan!

Sebagai gambaran, seorang Cristiano Ronaldo nilai transfernya pada tahun 2009 mencapai 1,4 triliun. Ia terus berlatih keras untuk penampilan yang luar biasa di lapangan hijau dan hampir semua pecinta bola terhibur dengan cara Cristiano Ronaldo mengocek bola hingga mampu menjebol gawang lawan. Begitu pun dengan para pembalap F1, mereka terus mengembangkan keahliannya di setiap sirkuit. Perusahaan produsen mobil balap berperforma tinggi, misalnya Ferrari yang berbasis di Maranello, Italia, sukses memukau pecinta F1 dengan keberhasilan ‘sirkus’ nya Michael Schumacher, pembalap terkenal yang sudah tujuh kali menjadi juara dunia.

Apa kaitan sirkus dengan bisnis? Sebagaimana sirkus, di mana para pemainnya berani ambil risiko dalam pertunjukan yang menurut kebanyakan orang sangat tidak mungkin, maka pebisnis pun demikian. Ia harus melakukan terobosan-terobosan baru dari produk yang dibutuhkan manusia setiap zamannya.

Pemain sirkus tak bisa lalai berlatih, sebab risikonya bisa patal, terjatuh di pertunjukkan, misalnya. Begitu juga dengan para pebisnis, Ia harus takut bisnisnya bangkrut dan terus berupaya menghadirkan terobosan baru, sehingga konsumen dari produk yang dihasilkan dari bisnis tetap dicari dan dibutuhkan orang banyak.

Kenapa Cristino Ronaldo menjadi salah satu dari sekian banyak orang kaya dunia saat ini? jawabannya ia telah memoles permainannya dengan konsep sirkus modern di lapangan hijau. Ia tak hanya bermain bola, tetapi terus berlatih dan berupaya bagaimana penonton terhibur dengan penampilannya.

Paparan di atas terkait juga dengan firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka,” (QS Ar-Ra’d:11).
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas