Pedagang Kaki Lima Bakar Diri
"Allahu Akbar!" kata pemuda itu sambil membakar diriny
"Pemuda ini
biasa berjualan rokok karena tak memiliki pekerjaan," kata seorang pria,
sebelum aksi bakar diri di depan gedung pemerintah di Jalan Habib
Bourguiba, berlangsung.
"Allahu Akbar!" kata pemuda itu sambil membakar dirinya.
Para
pejalan kaki kemudian berusaha memadamkan api di tubuh pemuda yang
diyakini berusia 20-an tahun itu. Setelah api padam, meski dalam kondisi
luka bakar parah, pemuda itu masih sadarkan diri dan langsung dilarikan
ke rumah sakit.
Seorang sumber dari rumah sakit mengatakan pemuda itu dalam kondisi kritis dan hanya kakinya yang tidak menderita luka bakar.
Jumlah
warga yang melakukan aksi bunuh diri atau percobaan bunuh diri terus
bertambah di Tunisia, sejak seorang pedagang kaki lima membakar dirinya
pada 17 Desember 2010, memprotes perlakukan kasar kepolisian.
Pemuda
itu adalah Mohammad Bouazizi, yang kematiannya di kota Sidi Bouzid,
memicu aksi massa yang akhirnya menjungkalkan diktator Zine Abedine ben
Ali. Aksi massa Tunisia itu kemudian menyebar ke Afrika Utara dan Timur
Tengah dalam gerakan yang kemudian dikenal sebagai "Arab Spring".
Masalah
ekonomi yang menjadi pemicu aksi massa melawan rezim Ben Ali masih
terjadi saat ini. Bahkan, krisis semakin dalam setelah pembunuhan di
siang hari terhadap tokoh oposisi Chokri Belaid pada 6 Februari lalu.