Selasa, 3 Maret 2015

Pengiriman Barang Melalui Malahayati Dimulai April

Rabu, 13 Maret 2013 10:24 WIB

Kepastian itu didapat, setelah Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dirut PT (Persero) Pelindo I Alfred Natsir, dan Direktur PT Alkan Abadi Sudirman, pada Senin (11/3), di Aula Kantor Gubernur di Banda Aceh.

Sebelumnya, rencana merintis angkutan laut dengan sistem peti kemas dari dan ke Pelabuhan Malahayati ini sempat tertunda, akibat Gubernur Aceh menolak menandatangani kontrak perjanjian tiga pihak, yang meminta Pemerintah Aceh menyediakan dana hibah Rp 2,5 miliar, untuk biaya relokasi Shore Crane sebesar Rp 1,5 miliar dan subsidi kerugian operasional Rp 1 miliar, akibat tidak adanya barang yang akan diangkut dari pelabuhan itu.

Namun akhirnya, Pemerintah Aceh pun hanya bersedia menghibahkan dana Rp 1 miliar untuk biaya relokasi shore crane, tanpa mau menanggung renteng kekurangan dana operasional yang akan dialami PT Alkan Abadi selaku penyedia jasa angkutan kapal, dan Pelindo sebagai operator, akibat ketiadaan barang yang akan diangkut dari pelabuhan itu ke luar Aceh.

“Meski demikian, kami akan memulai pengiriman barang dari Jawa ke Aceh melalui Pelabuhan Malahayati ini pada April mendatang. Meskipun shore crane yang kita harapkan belum pasti kapan akan tersedia, namun untuk sementara kami akan menggunakan kapal yang memiliki crane ship,” ujar Sudirman.

Dengan dimulainya perintisan angkutan peti kemas di Pelabuhan Malahayati, barang kebutuhan masyarakat yang dipasok dari Jawa ke Aceh --yang biasanya dikirim via laut melalui Pelabuhan Belawan (Sumut) dan diteruskan ke Aceh via darat menggunakan truk-- bisa langsung diterima di Pelabuhan Malahayati. Sehingga biaya pengangkutan menjadi lebih hemat, dan akan berdampak pada harga barang yang lebih murah.(yat)  

Enam Keunggulan
GUBERNUR Aceh, dr Zaini Abdullah, dalam sambutannya saat penandatanganan perjanjian kerjasama itu menyebutkan enam keunggulan yang akan mendorong meningkatnya daya beli masyarakat.

Keenam keungulan itu yakni, proses bongkar muat lebih cepat, biaya transportasi lebih murah, keamanan barang lebih terjamin, dapat dilakukan muliti moda, kapasitas angkut lebih besar, dan jenis produk yang diangkut tidak terbatas.  

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas