A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pengiriman Barang Melalui Malahayati Dimulai April - Serambi Indonesia
Sabtu, 22 November 2014
Serambi Indonesia

Pengiriman Barang Melalui Malahayati Dimulai April

Rabu, 13 Maret 2013 10:24 WIB

BANDA ACEH - Upaya mengembangkan Pelabuhan Malahayati menjadi pelabuhan peti kemas yang menjadi gerbang masuk dan keluar bagi barang konsumsi dan komoditi masyarakat Aceh, akan segera terwujud dengan dimulainya pengiriman barang via laut melalui pelabuhan tersebut, bulan April 2013.

Kepastian itu didapat, setelah Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Dirut PT (Persero) Pelindo I Alfred Natsir, dan Direktur PT Alkan Abadi Sudirman, pada Senin (11/3), di Aula Kantor Gubernur di Banda Aceh.

Sebelumnya, rencana merintis angkutan laut dengan sistem peti kemas dari dan ke Pelabuhan Malahayati ini sempat tertunda, akibat Gubernur Aceh menolak menandatangani kontrak perjanjian tiga pihak, yang meminta Pemerintah Aceh menyediakan dana hibah Rp 2,5 miliar, untuk biaya relokasi Shore Crane sebesar Rp 1,5 miliar dan subsidi kerugian operasional Rp 1 miliar, akibat tidak adanya barang yang akan diangkut dari pelabuhan itu.

Namun akhirnya, Pemerintah Aceh pun hanya bersedia menghibahkan dana Rp 1 miliar untuk biaya relokasi shore crane, tanpa mau menanggung renteng kekurangan dana operasional yang akan dialami PT Alkan Abadi selaku penyedia jasa angkutan kapal, dan Pelindo sebagai operator, akibat ketiadaan barang yang akan diangkut dari pelabuhan itu ke luar Aceh.

“Meski demikian, kami akan memulai pengiriman barang dari Jawa ke Aceh melalui Pelabuhan Malahayati ini pada April mendatang. Meskipun shore crane yang kita harapkan belum pasti kapan akan tersedia, namun untuk sementara kami akan menggunakan kapal yang memiliki crane ship,” ujar Sudirman.

Dengan dimulainya perintisan angkutan peti kemas di Pelabuhan Malahayati, barang kebutuhan masyarakat yang dipasok dari Jawa ke Aceh --yang biasanya dikirim via laut melalui Pelabuhan Belawan (Sumut) dan diteruskan ke Aceh via darat menggunakan truk-- bisa langsung diterima di Pelabuhan Malahayati. Sehingga biaya pengangkutan menjadi lebih hemat, dan akan berdampak pada harga barang yang lebih murah.(yat)  

Enam Keunggulan

GUBERNUR Aceh, dr Zaini Abdullah, dalam sambutannya saat penandatanganan perjanjian kerjasama itu menyebutkan enam keunggulan yang akan mendorong meningkatnya daya beli masyarakat.

Keenam keungulan itu yakni, proses bongkar muat lebih cepat, biaya transportasi lebih murah, keamanan barang lebih terjamin, dapat dilakukan muliti moda, kapasitas angkut lebih besar, dan jenis produk yang diangkut tidak terbatas.  

“Semua ini akan mendorong daya beli masyarakat semakin meningkat. Itu sebabnya, kehadiran terminal peti kemas di Pelabuhan Malahayati ini tidak hanya menguntungkan dunia usaha, tapi juga penting bagi masyarakat,” ujarnya.(yat)

Tertinggal 32 Tahun

DIRUT PT (Persero) Pelindo I, Alfret Natsir, secara tersirat mengatakan, program perintisan angkutan peti kemas yang dilakukan Pemerintah Aceh saat ini tertinggal 32 tahun dari daerah-daerah lain di Indonesia. “Karena pengangkutan peti kemas di Indonesia mulai berkembang pesat sejak 1981,” ungkapnya.

Namun dia optimis, dengan kondisi geografis Aceh yang sangat strategis, Aceh akan cepat berkembang seperti daerah-daerah lain yang mempunyai visi maritim yang kuat.

“Kontribusi transportasi laut dalam perdagangan dunia mencapai 77 persen dibandingkan dengan moda transportasi darat dan udara. Karena itu, jika kita berharap ekonomi tumbuh, maka prioritas yang harus dibenahi adalah transportasi laut,” sarannya.(yat)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas