• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Serambi Indonesia

Bawang Tembus Rp 40.000 Sekilo

Jumat, 15 Maret 2013 11:12 WIB
Bawang Tembus Rp 40.000 Sekilo
SERAMBI/ M Anshar
* Kenaikan Harga Masih Berlanjut

BANDA ACEH - Kenaikan harga bawang putih dan bawang merah masih terus berlanjut. Kamis (14/3) kemarin, harga kedua bawang tersebut di pasaran Banda Aceh dan Aceh Besar telah menembus Rp 40.000 per kilogram.

Padahal dua hari sebelumnya, harga bawang merah masih berkisar Rp 25.000 per kilogram dan bawang putih Rp 35.000 per kilogram. “Sejak sepekan ini harga bawang merah dan bawang putih terus naik,” kata pedagang di Pasar Induk Lambaro, Adnan, kepada Serambi, Kamis (14/3). Ia juga mengaku stok bawang di tempatnya masih aman.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas cabai rawit, cabai merah, dan cabai hijau. Kata Adnan, harga sepanjang satu bulan terakhir ini sangat kacau. Cabai tersebut dipasok dari berbagai daerah di Aceh seperti dari Aceh Besar, Pidie, dan Aceh Timur.

Sementara Isa, pedagang di Pasar Peunayong, Banda Aceh, mengaku tidak berani menyetok bawang dalam partai besar karena takut merugi, sebab dia memperkirakan harga tidak akan stabil sampai menjelang puasa nanti.  “Saya tidak berani stok barang karena takut merugi. Sampai menjelang puasa kita perkirakan sejumlah harga bumbu dapur akan terus naik-turun,” ujarnya.

Sementara sehari sebelumnya, Rabu (13/3), di Lhokseumawe dan Aceh Utara dilaporkan harga bawang putih Rp 32.000 per kilogram dan bawang merah Rp 36.000.

Menurut pedagang di Pasar Geudong Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Maimun, kenaikan harga bawang ini terjadi karena stoknya yang menipis. “Informasi yang kami dapatkan stok barang tidak mencukupi, makanya harga naik. Sekarang daya beli masyarakat sudah mulai menurun,” katanya. Sedangkan harga cabai rawit disebutkan Rp 28.000 per kilogram. Cabai merah Rp 15.000 dan tomat Rp 10.000.(n/c37)

Keuntungan Warung Nasi Merosot

DAMPAK kenaikan harga cabai dan bawang ini ternyata sangat dirasakan oleh pengusaha warung nasi. Sebab di tengah kenaikan harga tersebut, harga nasi yang mereka jual masih tetap sama. Akibatnya keuntungan yang diperoleh merosot tajam.

“Kenaikan harga bumbu dapur sedikit banyak berpengaruh bagi kami. Namun kami tetap menjual nasi dengan harga normal yaitu Rp 8.000 sampai Rp 9.000/piring,” ujar Khalil, pekerja di sebuah warung makan di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh.

Dia menambahkan, kenaikan harga cabai dan bawang sebenarnya tidak terlalu dirasakan oleh rumah tangga, karena yang penting adalah rasa. “Konsumen rumah tangga hanya tinggal menyesuaikan takarannya saja,” imbu Khalil.(n)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
165393 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas