Pakar Konservasi Dunia Ikut Simposium di Aceh
Pakar konservasi dan biodiversiti dari negara-negara Asia Pasifik, 18-20 Maret ini mengikuti simposium internasional di Hotel Hermes
Menurutnya, simposium internasional tersebut merupakan satu dari sejumlah kegiatan dalam rangka Hari Bakti Rimbawan Ke-30 yang akan diperingati 18 Maret ini. “Kegiatan lain yang juga kita laksanakan dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan tahun ini, seperti menanam pohon, launching gerakan masyarakat menanam dan memelihara mangrove, seminar nasional, dan penandatangan MoU terkait pembinaan masyarakat mangrove,” jelas Husaini Syamaun.
Untuk penanaman pohon, menurutnya, telah dilaksanakan oleh ratusan anggota Persatuan sarjana kehutanan Indonesia (Persaki) Aceh pada Minggu (17/3) pagi di Pantai Lamthong, Ulee Lheue, Banda Aceh. Husaini yang juga hadir pada kegiatan itu mengatakan, jumlah bibit pohon yang ditanam itu mencapai 200-an batang.
Sedangkan seminar nasional tentang pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) berbasis masyarakat, menurut Husaini, akan berlangsung di Gedung AAC Unsyiah, Selasa 19 Maret 2013. Seminar itu, menurutnya, akan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup bersama empat dirjen di jajaran Kementerian Kehutanan dan Gubernur Aceh.
Kegiatan lain, lanjutnya, adalah launching gerakan masyarakat menanam dan memelihara mangrove di Desa Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh, Selasa (19/3). “Kegiatan yang didanai oleh investor nasional itu difasilitasi Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu). Sementara Dinas Kehutanan Aceh juga akan melakukan penandatangan MoU dengan Yagasu terkait pembinaan masyarakat mangrove. Target ke depan, pesisir di seluruh Aceh akan punya mangrove,” jelas Husaini Syamaun yang juga Ketua Persaki Aceh.
Sementara Ketua Family Gathering Persaki Aceh, M Daud SHut MSi, menjelaskan, penanaman pohon di Lamthong diikuti Dinas Kehutanan, UPT BKSDA, UPT BPDAS Krueng Aceh, UPT BP2HP, Bapedal Aceh, serta anggota Persaki Aceh. “Kegiatan hasil kerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata Cherecok Ulee Lheue ini dihadiri sekitar 300 orang. Pohon yang ditanam adalah ketapang dan bintangur yang merupakan sumbangan BPDAS Krueng Aceh,” ujar M Daud.
Pada kesempatan itu, tambahnya, juga diadakan kegiatan lain seperti sepak bola, bolavoli, lomba lari karung, dan lomba menanam pohon. “Rangkaian kegiatan itu diikuti anggota Persaki Aceh,” pungkas M Daud.(jal)