Sabtu, 25 April 2015

Kobar-GB Adukan Balik Disdik

Sabtu, 23 Maret 2013 11:23

“Kami akan lapor balik para pejabat Disdikpora Lhokseumawe ke polisi. Karena kami nilai mereka telah melakukan pencemaran nama baik dan menebar fitnah,” kata Ketua Presidium Kobar-GB Aceh, Sayuti Aulia didampingi Sekretaris Eksekutif Kobar-GB Aceh, Dra Husniati Bantasyam kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (22/3).

Seperti diberitakan kemarin, Pengurus Kobar GB Kota Lhokseumawe dilaporkan sejumlah kepala sekolah dan Kepala Seksi Kurikulum. Disdikpora Lhokseumawe, Ichwansyah ke polres setempat, Kamis (21/3) siang, karena mengerahkan ratusan peserta didik dari ruang-ruang kelas untuk ikut demo bersama dewan guru ke Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Demo guru ke kantor wali kota itu dimaksudkan untuk memprotes kebijakan Wali Kota Suadi Yahya yang menghapuskan tunjangan prestasi kerja (TPK) bagi guru bersertifikasi dan pemutasian empat guru ke Setdako.

Menurut Sayuti Aulia, apa yang diungkapkan pejabat Disdikpora Kota Lhokseumawe dengan tudingan Kobar-GB telah memprovokasi anak didik ikut demo, “Itu fitnah dan tidak mendasar!”

Pernyataan seperti itu, lanjut Sayuti, jelas sudah termasuk perbuatan mencemarkan nama baik Kobar-GB. “Karena kami tidak pernah menyuruh dan memprovokasi anak didik untuk ikut demo. Kalaupun ada anak-anak ikut demo bersama guru itu tidak lebih akibat kelalaian dan ketidakmampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Saya kira kepala sekolah seperti itu perlu diganti,” tukasnya.

Husniati menduga kepala sekolah sendiri yang mengeluarkan anak didik untuk ikut demo sebagai upaya untuk menyudutkan Kobar-GB. “Dan tak tertutup kemungkinan itu dilakukan kepala sekolah karena ada perintah dari dinas. Kami duga seperti itu,” katanya.

Soalnya, sehari sebelum dilakukan aksi demo, Kobar-GB sudah melayangkan surat undangan kepada semua guru di kota gas itu untuk ikut memperjuangkan haknya. Dalam surat itu pihaknya meminta kepala sekolah untuk tidak melarang guru ikut aksi damai tersebut.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas