A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Kobar-GB Adukan Balik Disdik - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Kobar-GB Adukan Balik Disdik

Sabtu, 23 Maret 2013 11:23 WIB
BANDA ACEH - Pengurus Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) berjanji akan melaporkan balik Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Lhokseumawe ke polisi, Senin (24/3) pekan depan, sehubungan dengan sikap dinas tersebut yang “mempolisikan” Kobar-GB karena melibatkan anak didik dalam demo guru, sebagaimana diberitakan Serambi kemarin.

“Kami akan lapor balik para pejabat Disdikpora Lhokseumawe ke polisi. Karena kami nilai mereka telah melakukan pencemaran nama baik dan menebar fitnah,” kata Ketua Presidium Kobar-GB Aceh, Sayuti Aulia didampingi Sekretaris Eksekutif Kobar-GB Aceh, Dra Husniati Bantasyam kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (22/3).

Seperti diberitakan kemarin, Pengurus Kobar GB Kota Lhokseumawe dilaporkan sejumlah kepala sekolah dan Kepala Seksi Kurikulum. Disdikpora Lhokseumawe, Ichwansyah ke polres setempat, Kamis (21/3) siang, karena mengerahkan ratusan peserta didik dari ruang-ruang kelas untuk ikut demo bersama dewan guru ke Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Demo guru ke kantor wali kota itu dimaksudkan untuk memprotes kebijakan Wali Kota Suadi Yahya yang menghapuskan tunjangan prestasi kerja (TPK) bagi guru bersertifikasi dan pemutasian empat guru ke Setdako.

Menurut Sayuti Aulia, apa yang diungkapkan pejabat Disdikpora Kota Lhokseumawe dengan tudingan Kobar-GB telah memprovokasi anak didik ikut demo, “Itu fitnah dan tidak mendasar!”

Pernyataan seperti itu, lanjut Sayuti, jelas sudah termasuk perbuatan mencemarkan nama baik Kobar-GB. “Karena kami tidak pernah menyuruh dan memprovokasi anak didik untuk ikut demo. Kalaupun ada anak-anak ikut demo bersama guru itu tidak lebih akibat kelalaian dan ketidakmampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Saya kira kepala sekolah seperti itu perlu diganti,” tukasnya.

Husniati menduga kepala sekolah sendiri yang mengeluarkan anak didik untuk ikut demo sebagai upaya untuk menyudutkan Kobar-GB. “Dan tak tertutup kemungkinan itu dilakukan kepala sekolah karena ada perintah dari dinas. Kami duga seperti itu,” katanya.

Soalnya, sehari sebelum dilakukan aksi demo, Kobar-GB sudah melayangkan surat undangan kepada semua guru di kota gas itu untuk ikut memperjuangkan haknya. Dalam surat itu pihaknya meminta kepala sekolah untuk tidak melarang guru ikut aksi damai tersebut.

“Mungkin pejabat dinas dan kepala sekolah panik untuk menghentikan aksi damai itu, maka mereka bikin berbagai trik untuk menyudutkan Kobar-GB. Kobar-GB lahir untuk membangun dunia pendidikan dan memperjuangkan hak-hak guru,” tukasya.    

Menurut Sayuti, saat melaporkan balik Disdikpora ke Polres Lhokseumawe Senin pekan depan, bakal dihadiri oleh ratusan guru dan pengurus Korba-GB kabupaten/kota, termasuk dari PGRI.

Sementara itu, informasi terbaru yang diperoleh Serambi kemarin siang ternyata bertolak belakang dengan pemberitaan sebelumnya. Pengurus Kobar-GB Lhokseumawe ternyata belum diadukan secara resmi oleh pihak Disdikpora setempat ke Polres Kota Lhokseumawe, sehubungan dengan unjuk rasa dewan guru terhadap wali kota setempat yang menyertakan para peserta didik, Kamis (21/3) siang.

Penegasan bahwa Pengurus Kobar-GB Lhokseumawe belum diadukan resmi oleh Disdikpora setempat diperoleh Serambi dari Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso melalui Kanit Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Ipda Hasan, Jumat (22/3) kemarin.

“Sebagaimana diberitakan Serambi bahwa benar sejumlah kepala sekolah didampingi Kepala Seksi Kurikulum Disdikpora Lhokseumawe Ichwansyah kemarin mendatangi SPKT Polres Lhokseumawe. Tapi akhirnya tidak jadi mereka adukan,” kata Ipda Hasan.

Menurutnya, setelah menceritakan tindakan guru-guru yang dimobilisasi Kobar-GB untuk memprotes kebijakan Wali Kota Suadi Yahya yang menghapus TPK guru sertifikasi, mereka langsung pulang untuk menyelesaikan persoalan itu secara musyawarah. “Dan sampai hari ini mereka tidak melaporkan kembali persoalan itu,” kata Ipda Hasan.

Secara terpisah, Kepala Disdikpora Lhokseumawe, Drs Rusli MM kepada Serambi menyebutkan bahwa ia sudah datang ke Polres Lhokseumawe kemarin untuk menyampaikan bahwa dinas hanya memberitahukan kepada polisi tindakan Kobar-GB yang memobilisasi siswa untuk ikut demo bersama guru-guru.

“Tapi laporannya kita tunda dulu. Kemarin hanya pemberitahuan saja kepada polisi. Tapi jika mereka (Korbar-GB) mengulangi perbuatannya, kita akan laporkan secara resmi ke polisi,” imbuh Rusli.

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRA Tgk Makhyaruddin Yusuf mengharapkan antara Pemko dan Kobar-GB Lhokseumawe mengedepankan dialog untuk merespons protes guru terhadap kebijakan Wali Kota Lhokseumawe yang menghapuskan uang TPK bagi guru bersertifikasi dan pemindahan empat guru ke Setdako itu. (bah/c37/sup)
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas