Jumat, 19 Desember 2014
Serambi Indonesia

Polisi Tangkap Pemukul Abu Razak

Sabtu, 23 Maret 2013 10:23 WIB

Polisi Tangkap Pemukul Abu Razak
SERAMBI/M ANSHAR
Polisi mengamankan Bustamam di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Jumat (22/3/2013). Dia diduga melakukan pemukulan terhadap Abu Razak, Wakil Ketua Partai Aceh (PA) beberapa waktu lalu di kompleks Pendopo Gubernur Aceh.
* Ia juga Memukul Irwandi

BANDA ACEH - Bustamam, anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Rayeuk (Aceh Besar) yang diduga terlibat memukul Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak dan merusak mobil korban pada medio Februari lalu, ditangkap aparat Polresta Banda Aceh, Jumat (23/3) siang, bertepatan saat berlangsung unjuk rasa massa mahasiswa Gayo Merdeka di DPRA.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH mengatakan, Bustamam diringkus sebagai respons polisi atas pengaduan Abu Razak yang melaporkan bahwa Bustamam memukulnya saat terjadi kericuhan di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat, (15/2) sekira pukul 22.55 WIB.

“Karena ada laporan, maka kami tindak lanjuti. Pelaku kini kami tahan di polresta dan akan diproses. Bagaimana perkembangannya ke depan, kita lihat saja nanti,” kata Moffan menjawab Serambi kemarin.

Kasat Reskrim Kompol Erlin Tangjaya SH SIK menambahkan, selain diduga memukul dan merusak mobil milik Abu Razak pada malam kejadian itu, Bustamam juga ikut memukul mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat ke luar dari Gedung DPRA seusai menghadiri pelantikan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih pada 25 Juni 2012.

Sedangkan pria lain yang memukul Irwandi kala itu, Mukhtar alias si Kumis, sudah divonis hakim satu tahun penjara. Dia kini menjalani hukuman di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banda Aceh di Kajhu.

Menurut Erlin, Bustamam terpaksa ditangkap dengan cara keras, karena ia melawan saat diboyong polisi secara baik-baik ke Mapolresta Banda Aceh.  Menurut Erlin, dia orang pertama yang menemui Bustamam di halaman Gedung DPRA kemarin. “Saya dekati dan langsung saya salami sambil menanyakan apa benar Anda Pak Bustaman. Dia jawab, benar. Waktu itulah saya bilang bahwa saya dari Polresta. Saya minta dia ikut bersama saya ke Polresta. Tapi langsung dia pegang di bagian leher saya dan mendorong saya dengan kuat. Nah, siapa yang tidak marah, kalau dia kita minta secara baik-baik dan kooperatif ikut ke polresta, tapi malah meresponsnya dengan cara kasar?” tukas Erlin.

Erlin menambahkan bahwa polisi juga menemukan sebuah sangkur di dalam mobil Grand Vitara milik Bustamam. “Artinya, yang bersangkutan juga bisa dijerat dengan UU Darurat tentang kepemilikan senjata tajam,” pungkas Erlin.

Dalam pemberitaan terdahulu, Ketua Umum KPA Pusat, Muzakir Manaf yang lebih dikenal dengan panggilan Mualem, menyatakan kericuhan yang terjadi di Meuligoe Aceh dimana Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak sebagai korbannya, telah didamaikan.

Pernyataan itu disampaikan Mualem saat dihubungi wartawan Serambi Biro Lhokseumawe pada Sabtu (16/2) sore. “Masalahnya sangat kecil, jadi tak perlu dibesar-besarkan. Sudah tidak ada masalah lagi, karena sudah didamaikan dengan peumat jaroe (saling bersalaman),” kata Mualem saat itu. (mir)
Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas