Rabu, 10 Juni 2026

Penyerang Lapas Sleman Sangat Profesional

Penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3) dini hari yang menyebabkan empat tahanan

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Penyerang Lapas Sleman Sangat Profesional
Mobil ambulans membawa empat jenazah tahanan yang tewas akibat penyerbuan oleh gerombolan bersenjata api di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sleman, Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013). Keempat tahanan yang tewas tersebut merupakan tersangka pelaku penusukan hingga tewas anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Sertu Heru Santosa pada Selasa (19/3/2013) lalu. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
JAKARTA - Penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3) dini hari yang menyebabkan empat tahanan tewas diyakini dilakukan orang-orang yang sangat profesional. Salah satu indikator profesionalitas penyerang adalah memberondong langsung keempat targetnya meski dalam sel ada 35 tahanan lain.

Informasi dari berbagai sumber yang dilansir berbagai media online menyebutkan, insiden berawal sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Sabtu (23/3) ketika seseorang yang mengaku dari Polda DIY mengetok pintu Lapas minta izin untuk ‘bon’ tahanan. Sipir Lapas tak segera membuka pintu. “Di bawah ancaman akan meledakkan pintu Lapas, akhirnya sipir membuka pintu,” lapor beberapa sumber yang dikutip berbagai media.

Setelah pintu dibuka, rombongan penyerang langsung masuk dan minta ditunjukan sel tahanan keempat tersangka yang membunuh oknum Kopassus. Sedangkan yang lainnya berjaga di jalan depan Lapas untuk mencegat pengguna jalan yang akan melewati Lapas tersebut.

Sipir dilaporkan sempat menolak juga menunjukan sel tahanan, namun lagi-lagi di bawah ancaman akhirnya ditunjukkan sel dimaksud, yaitu sel 5A Blok Anggrek. Di sinilah eksekusi maut itu terjadi. Selanjutnya rombongan penyerang meninggalkan lokasi sambil membawa kamera CCTV. ‘Drama’ tersebut hanya berlangsung sekitar 15-30 menit.

Aparat penegak hukum didesak mengambil tindakan tegas atas kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sleman, DI Yogyakarta, yang menewaskan empat tahanan, Sabtu dini hari, 23 Maret 2013.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat. Dia menilai, peristiwa ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan terhadap proses hukum yang bisa memberikan keadilan.

“Kami meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil tindakan tegas terhadap kasus penyerbuan Lapas Sleman yang mengakibatkan kematian (tahanan),” ujar Martin, di Jakarta.

Ia mengatakan, tindakan penyerbuan itu tidak dibenarkan. Empat tahanan yang menjadi sasaran penyerangan adalah tersangka penganiayaan yang menewaskan seorang anggota TNI. “Seharusnya mereka dapat menahan diri dan menyerahkan kasusnya diselesaikan secara hukum,” kata Martin.

Martin juga mendorong Panglima TNI untuk mengatur cara pembinaan yang tepat dalam meredam kemarahan anggota-anggota TNI. “Pendeknya harus ditindak. Jangan dibiarkan,” tukas Martin.

Pelaku penyerangan Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3) dini hari, dipastikan oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal TNI Hardiono bukan prajurit atau anggota TNI. “Pelaku merupakan sekelompok orang yang tidak dikenal,” kata Pangdam IV Diponegoro seusai menghadiri upacara penutupan Dikcaba PK di Rindam IV Diponegoro, Magelang, Sabtu (23/3).

“Sebagai panglima, saya bertanggung jawab penuh dengan semua yang ada di wilayah Kodam IV Diponegoro. Tidak ada prajurit yang terlibat karena hasil jaminan dari komandan satuan mereka bisa mengendalikan semua,” jelas Hardiono.

Hardiono juga memastikan senjata yang digunakan untuk menyerang empat tahanan itu belum tentu milik TNI. Hal itu diketahui karena para pelaku menggunakan senjata laras panjang dan pendek. “Jenis senjata itu juga beredar di masyarakat. Tidak hanya tentara atau aparat saja yang memiliki,” tandas Pangdam.

Seperti diberitakan, Lapas Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, diserbu sekelompok orang, Sabtu (23/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Informasi dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, LP Cebongan didatangi tiga truk bermuatan sekitar 15 orang bersenjata lengkap dan menggunakan tutup kepala serta pelindung tubuh. Mereka memaksa masuk Lapas tetapi dilarang oleh penjaga.

Mereka mencari pelaku pengeroyokan anggota TNI Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartosuro, Solo, Sersan Satu Santoso di Hugos Cafe, Yogyakarta. Kelompok bersenjata ini pun menembak mati empat pelaku pengeroyokan yang ditahan di Lapas. Setelah melakukan aksinya, kelompok ini langsung kabur. Aksi mereka pun melukai sedikitnya delapan petugas keamanan dan merusak CCTV di Lapas.(*/kompas.com/nas)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved